
Ketika Zivanna dan Bianca sedang asik memasak di sisi lain Lollyta dia pergi ke kantor Samuel.
"Aku ingin sekali Bianca untuk dua hari dia berada di rumah ku, agar Maudy bisa berpikir dan menyesal dengan apa yang sudah dia lakukan."
Lollyta pun berada di depan pintu ruangan Samuel dan dia mengetuk pintu tersebut dengan sangat keras sekali.
"Silahkan masuk."
Lollyta pun langsung membuka pintu tersebut dan Samuel berdiri dari kursi nya ketika melihat kedatangan Lollyta ke kantor nya.
Samuel menelephone pegawai agar membuatkan minuman untuk Lollyta.
"Ibu Lollyta saya merasa sangat terkejut sekali ketika Lollyta datang ke kantor saya."
Melihat di dalam ruangan Samuel ada Lollyta membuat Sesilia pun ikut masuk ke dalam dia seperti ingin tahu apa maksud kedatangan Lollyta ke kantor nya.
"Langsung saja yaa ke inti nya, Bianca sekarang sedang berada di rumah saya bersama dengan Suster Zivanna dia dalam keadaan baik-baik saja."
__ADS_1
Samuel dan Sesilia begitu sangat terkejut sekali ketika akhirnya Bianca sudah di temukan.
"Dia datang ke kantor saya dengan menggunakan taksi dan beruntung sekali tidak terjadi sesuatu dengan Bianca, saya juga langsung menghubungi Suster Zivanna agar dia mau datang ke rumah saya untuk menemani Bianca bermain dan juga menenangkan pikiran nya karena pasti akan sangat trauma sekali."
Sesilia merasa sangat bersyukur sekali ketika Bianca yang sudah di temukan dan dalam kondisi baik-baik saja dan sehat.
"Dan kalian tahu ini karena siapa,? ini karena Maudy yang datang ke sekolah Bianca secara paksa ingin bisa membawa Bianca sehingga membuat Bianca sekarang menjadi sangat ketakutan sekali."
Samuel tidak tahu harus berkata apa lagi dengan Lollyta yang begitu sangat baik sekali dengan Bianca.
"Terimakasih banyak Bu Lollyta, sudah mau menjaga Bianca. Saya merasa sangat berhutang besar dengan Ibu Lollyta."
"Bagaimana jika satu hari lagi Bianca menginap di rumah saya, kamu jangan sampai lapor polisi nya. Aku hanya ingin sekali memberikan pelajaran terhadap Maudy, agar dia mau mengambil resiko nya, Maudy yang jahat sekali dengan Bianca."
Samuel sebenarnya dia yang merindukan Bianca tapi dia juga ingin memberikan pelajaran terhadap Maudy agar tidak melakukan hal seperti itu.
" Maudy pun tidak ada datang untuk pemotretan kemarin mungkin dia sedang mencari keberadaan Bianca."
__ADS_1
Lollyta melihat jam di handphone nya.
" Saya merasa sangat setuju sekali jika Bianca berada di rumah Ibu Lollyta sampai besok saja karena ada Suster Zivanna yang menemani Bianca. Sehingga tidak akan pernah ada rasa hawatir."
Samuel pun merasa sangat setuju walaupun sebenarnya dia sangat merindukan Bianca.
"Saya akan terus mengirimkan pesan kepada Maudy agar dia menyesal dan ketakutan. Karena sekarang saya berniat untuk melihat rekaman cctv di depan gerbang sekolah."
Lollyta yang merasa tugas nya sudah selesai dia pun langsung berpamitan dengan Samuel sedangkan Sesilia dia juga akan pergi.
Samuel memegang tangan Lollyta sangat erat sekali dan menundukan kepalanya juga.
"Ibu Lollyta terimakasih banyak yaa, sudah mau memperbolehkan Bianca untuk tinggal di rumah mewah Ibu dan sampai Ibu juga harus memangil Suster Zivanna untuk tinggal bersama menemani Bianca. Kebaikan ibu akan selalu saya ingat selalu Bu, saya benar-benar tidak mungkin bisa mendapatkan orang sebaik Ibu Lollyta."
Lollyta pun hanya bisa tersenyum manis kepada Samuel, dan dia pun berpamitan untuk segera pergi dari ruangan tersebut bersama dengan Sesilia.
"Saya merasa sangat emosional sekali dengan Maudy, dia seperti tidak punya cermin di rumah nya. Sampai kapan pun Bianca tidak akan pernah bisa tinggal bersama dengan nya, Bianca yang sejak lahir bersama dengan saya dan Samuel sampai dia besar pun tetap akan bersama dengan kami berdua."
__ADS_1
Lollyta melihat Sesilia yang seperti menyimpan dendam kepada Maudy, Lollyta juga melihat jika rasa benci Sesilia tidak mungkin bisa hilang begitu saja.
Mereka berdua pun masuk ke dalam mobil masing-masing.