I Love You CEO Tampan

I Love You CEO Tampan
Episode 334


__ADS_3

Bianca terus saja marah karena dia ingin bertemu dengan Mama nya, membuat Suster Vina sampai merasa pusing dengan sikap Bianca.


" Bianca bisakah kamu diam jangan menangis terus seperti ini, mungkin Mama mu belum pulang dari Thailand."


Handphone Suster Vina berdering dia melihat ternyata panggilan telephone dari Zivanna.


Suster Vina memilih untuk keluar dari kamar Bianca, karena dia tidak ingin Bianca mendengar percakapan nya dengan Zivanna.


Setelah merasa nyaman Suster Vina baru menjawab panggilan telephone dari Zivanna.


* Hallo Zivanna ada apa*


* Vina, bawa Bianca ke Rumah Sakit Permata*


* Memang ada apa yaa Zivanna*


* Maudy melakukan hal bodoh, dia menabrak kan mobil nya ke pohon besar hanya karena ingin suaminya kembali percaya dengan nya*


* Astaga kenapa sampai harus melakukan hal seperti itu*


* Tapi aku melihat semuanya baik-baik saja, dia hanya pingsan saja*


* Apakah kamu yakin akan mempertemukan Bianca dan Maudy*


* Aku yakin sekali sekarang aku sudah tidak memperdulikan Bianca harus bersama dengan ku, aku tidak mau memaksa Bianca biarkan saja dia bersama dengan Mama nya*


* Baiklah Zivanna, Bianca sekarang selalu saja menangis dia ingin bertemu dengan Mama nya*


* Bawalah dia bertemu dengan Mama nya, Vina aku kerja dulu yaa kamu hati-hati yaa Vina*


* Baik Zivanna*


Suster Vina masuk ke dalam kamar Bianca dia melihat Bianca yang sedang duduk sambil memegang photo dirinya dan Papa nya.


" Aku seperti tidak mempunyai orang tua saja, aku tidak bisa bertemu dengan Mama. Dan Papa memilih untuk pulang ke rumah Mommy Zivanna karena punya anak baru."


Seketika Suster Vina merasa sangat kasihan melihat Bianca.


" Cepat ganti pakaian mu, kita pergi untuk bertemu dengan Mama mu."


Bianca merasa tidak percaya dengan perkataan Suster Vina kepada nya.


" Apakah Suster Vina tidak berbohong kepada ku,? Benarkah aku akan bertemu dengan Mama ?."


Suster Vina menganggukkan kepalanya sambil tersenyum manis kepada Bianca.


" Yeee, terimakasih Suster Vina."


Bianca pun dengan cepat menganti pakaian nya, Suster Vina menunggu Bianca di luar kamar.


Setelah selesai mereka berdua pun mencari supir pribadi untuk mengantarkan mereka berdua.


" Antarkan kita berdua ke Rumah Sakit Permata yaa."

__ADS_1


Bianca seketika langsung terkejut ketika mendengar kata Rumah Sakit.


" Untuk apa kita pergi ke Rumah Sakit,? Bukan kah kita akan bertemu dengan Mama."


Suster Vina mencoba untuk menenangkan perasaan Bianca.


" Sayang, Mama Maudy sedang sakit sekarang dia di rawat di Rumah Sakit."


Bianca seketika dia langsung menangis.


" Mama Maudy sakit apa Suster Vina,?"


Suster Vina langsung memeluk erat tubuh Bianca.


" Mama Maudy mengalami kecelakaan tapi kondisi sudah membaik, kamu jangan hawatir yaa sayang."


Suster Vina membujuk Bianca untuk masuk ke dalam mobil, di perjalanan Bianca terus saja menangis.


Suster Vina merasa sangat terharu dengan kebaikan Zivanna, Zivanna juga tidak egois dia mempertemukan Bianca dengan Maudy.


Padahal suaminya berjuang keras untuk tidak mendekatkan mereka berdua.


Mereka berdua akhirnya sampai di Rumah Sakit Permata, Suster Vina mencari tahu lamar Maudy.


Setelah mengetahui kamar nya mereka berdua pun akhirnya menemukan, sebelum masuk Bianca melihat ternyata ada Sebastian di dalam kamar tersebut.


Dia kelihatan sangat ketakutan sekali.


" Bianca kamu kenapa,?"


" Suster Vina di dalam ada suaminya Mama, dia tidak suka dengan aku."


Tangan Bianca sampai bergetar hebat.


" Sayang, kamu jangan takut Papa Bastian dia baik sayang."


Bianca menggelengkan kepalanya berkali-kali.


" Tidak Suster Vina aku tidak mau, sekarang lebih baik kita pulang saja yaa."


Suster Vina merasa kasihan melihat Bianca.


" Jangan pulang kita sudah jauh-jauh datang, ayo kita masuk ke dalam yaa."


Suster Vina mencoba untuk membujuk Bianca, sampai akhirnya dia mau.


Bianca memegang tangan Suster Vina dengan sangat erat sekali.


Suster Vina mengetuk pintu dan Sebastian pun langsung membuka nya.


Maudy begitu sangat terkejut sekali ketika melihat Bianca datang bersama dengan Suster Vina.


" Kedatangan saya ke sini di suruh oleh Ibu Zivanna, ibu Zivanna merasa kasihan mendengar Bianca yang terus menerus memanggil nama Mama nya."

__ADS_1


Sebastian merasa tidak senang dengan kedatangan Bianca, dia pun memilih untuk langsung pergi saja.


Melihat Sebastian yang sudah pergi, Bianca pun langsung menghampiri Mama nya.


" Mama, tidak apa-apa kan. Mama aku kangen Mama, aku ingin bersama dengan Mama."


Maudy tidak kuasa menahan air mata nya ketika dia mendengar perkataan Bianca kepada nya.


" Mama baik-baik saja sayang, nanti sore Mama pulang sayang."


Maudy merasa sangat bahagia ketika dia bisa melihat Mama nya.


" Mama, aku pulang yaa."


Bianca melepaskan pelukan erat nya.


" Kenapa sayang, kenapa secepat itu kamu pergi."


Suster Vina merasa Bianca melihat tatapan mata Sebastian menunjukkan rasa tidak suka nya kepada Bianca.


" Aku banyak PR di sekolah, dan Mama juga kan harus banyak istirahat yaa."


Bianca mencium pipi Mama nya.


" Aku pulang yaa Mama."


Bianca langsung menghampiri Suster Vina, dia menarik tangan Suster Vina untuk segera keluar dari ruangan Mama nya.


Maudy merasa sangat sedih sekali dia merasa Bianca yang takut dengan Sebastian.


" Maafkan Mama yaa sayang, Mama masih harus bertahan dengan lelaki ini. Jika bukan karena uang dan harta kekayaan yang banyak, Mama pasti sudah pergi. Tapi Mama sekarang berpikir jika Mama pergi bersama dengan kamu, Mama harus mempunyai uang yang banyak."


Maudy merasa sangat bersalah sekali dia saat Bianca mencium pipi nya.


" Ahhhhhh, aku sudah tidak ingin tinggal selama nya bersama dengan Maudy."


Maudy menangis dia masih ingin bersama dengan Maudy.


Tidak lama kemudian Sebastian kembali masuk membawa ice cream untuk Bianca, tapi ternyata Bianca yang tidak ada.


" Di mana Bianca, dia sudah pergi."


Maudy merasa sangat kesal sekali dengan suaminya, tapi dia tidak bisa menunjukkan langsung kepada suaminya.


Maudy harus berpura-pura bersikap baik seperti dulu, agar Sebastian kembar sayang dengan nya.


" Bianca pulang karena dia tidak boleh lama-lama oleh Zivanna, aku merasa sangat aneh dengan wanita itu."


Maudy berbohong kepada suaminya.


" Apakah setelah Zivanna hamil, rasa benci mu semakin besar dengan Zivanna?. Kehamilan Zivanna pertanda jika Samuel sangat cinta kepada Zivanna, tidak perlu waktu lama Zivanna hamil."


Maudy merasa pertanyaan Sebastian yang seperti menjebak nya.

__ADS_1


" Jika Samuel cinta mati kepada Zivanna pun itu bukan urusan ku, karena sekarang aku ingin berubah. Aku ingin ingin fokus dengan hubungan rumah tangga kita berdua, aku tidak memikirkan Samuel."


Sebastian tersenyum tipis ketika mendengar perkataan Maudy, tapi sayang nya Sebastian yang sudah tidak percaya dengan Maudy.


__ADS_2