
Bianca masuk ke dalam mobil dengan wajah yang sangat sedih sekali dia sama sekali tidak seperti biasanya. Dan masih sedih dengan semalam, Suster Zivanna mencoba untuk mencari cara agar bisa membuat Bianca ceria seperti dulu kembali.
"Sayang, jangan seperti ini yaa. Suster binggung harus bagaimana lagi sayang. Suster ingin Bianca seperti dulu lagi."
Suster Zivanna memegang tangan Bianca dan Bianca pun mulai merespon perkataan Suster Zivanna.
"Iya Suster Zi, aku minta maaf."
Bianca sudah mulai bisa tersenyum manis walaupun seperti memaksakan diri.
"Baiklah jika seperti ini Suster merasa sangat senang."
Bianca mulai mengingat tentang keluarga Suster Zivanna.
"Suster Zi, Ayah Suster Zi itu adalah seorang Dokter yaa."
Suster Zivanna tidak menyangka jika Bianca yang masih mengingat hal tersebut.
"Bisakah kamu tidak memberitahukan semuanya kepada Papa dan Omah Sesilia? Suster Zivanna tidak mau mereka semua mengetahui nya."
Bianca pun tersenyum manis kepada Suster Zivanna.
__ADS_1
"Iya aku tidak akan memberitahu semuanya kepada Papa dan Omah, tapi aku ingin bisa bertemu dengan kedua orang tua Suster Zi yaa."
Suster Zivanna merasa tidak ada masalah nya jika Bianca mengetahui orang tua nya.
"Baiklah sayang, nanti kita akan pergi ke rumah Suster Zivanna yaa."
Mereka berdua pun akhirnya sampai di depan gerbang sekolah dan ternyata Maudy yang sedang menunggu kedatangan Suster Zivanna.
Maudy menunggu Bianca masuk ke dalam kelas nya setelah itu baru dia menghampiri Zivanna.
"Aku ingin membuat Zivanna tidak lagi menjadi Suster untuk Bianca, dan aku pun akan mempermalukan Zivanna jika dia itu adalah wanita simpanan Dokter Richard tapi tidak secara langsung."
"Ada apa wanita itu menghampiri ku seperti ini, seperti nya ada yang ingin dia sampaikan kepada ku."
Suster Zivanna dengan sikap tenang dia pun tersenyum manis ketika Maudy menghampiri nya.
"Kamu tersenyum,? apakah kamu bahagia? dengan aku yang tidak bisa bertemu dengan Bianca?."
Suster Zivanna menggelengkan kepalanya berkali-kali sambil tersenyum.
"Aku bahagia,? untuk apa?. Bukan memang ibu Maudy yang tidak mau membuat Bianca merespon ibu bahkan ibu itu adalah Ibu kandung nya."
__ADS_1
Maudy pun menatap wajah Zivanna dengan sangat kesal.
"Aku adalah ibu kandung Bianca, sedekatnya hubungan kalian berdua tapi tetap saja Bianca pasti akan mencari ibu kandung nya bukan Susternya."
Suster Zivanna pun hanya bisa terdiam saja ketika mendengar perkataan Maudy.
"Dan juga sebaik-baiknya wajah polos kamu, nanti pun suatu saat nanti orang lain akan menemukan siapa sebenarnya wanita cantik yang berwajah polos ini."
Suster Zivanna merasa tidak mengerti dengan apa yang di katakan oleh Maudy kepada nya.
"Suster Zivanna, siap-siap saja yaa. Mungkin sekarang kamu yang sedang menikmati masa-masa indah dengan kemewahan yang kamu rasakan walaupun dengan cara merampas kebahagiaan orang lain."
Merasa sangat puas sekali dengan perkataan terhadap Suster Zivanna, Maudy pun kembali masuk ke dalam mobil nya dan dia melambaikan tangan nya dengan tertawa-tawa sendiri.
"Apa maksud perkataan Bu Maudy terhadap ku yaa, aku merampas kebahagiaan siapa yaa."
Suster Zivanna duduk lemes sambil memikirkan perkataan Maudy terhadap nya.
"Apakah maksud nya aku yang akan merampas kebahagiaan Pak Samuel dari kehidupan nya,? tapi bukan kah dia pun sudah memiliki seorang suami."
Suster Zivanna di buat pusing dengan perkataan Maudy Larissa.
__ADS_1