
Maudy mengeluarkan handphone nya, dia meminta bantuan sahabat nya.
"Aku merasa hubungan Dokter Richard dengan Zivanna tidak terlalu menarik untuk di bahas, lebih baik aku mencari wanita lain yang bisa membuat Lollyta merasa cemburu."
Maudy mencari kontak teman nya dan dia pun mengirimkan pesan.
*Tolong aku, kamu datang ke Rumah Sakit Permata. Temuin Dokter Specialis Anak, Dokter Richard namanya. Aku ingin kamu melakukan sesuatu kepada nya, tidak untuk bermain cinta tapi hanya untuk agar istri merasa cemburu*
*Dokter Richard itu bukan kah suami dari Lollyta Putri, dia adalah bos kamu kan*
*Sudahlah jangan di bahas, lakukan saja apa yang aku inginkan dan uang yang akan aku berikan pun tidak akan sedikit*
*Baiklah aku akan melakukan apa yang kamu perintahkan*
Maudy memasukkan handphone nya ke dalam tas nya dan Lollyta pun memperhatikan Maudy.
"Dari wajah nya dia seperti sedang merencanakan sesuatu, apalagi yang akan dia lakukan."
__ADS_1
Lollyta pun langsung menghampiri Maudy dan Maudy tidak bisa langsung pergi karena Lollyta yang sudah sangat dekat.
"Maudy, seperti nya untuk produk shampo terbaru ku kamu cari kan model cantik yang masih muda yaa. Karena supaya kelihatan lebih segar di pandang, tolong kamu carikan yang terbaik yaa."
Secara tidak langsung Lollyta tidak menggunakan nya lagi, padahal Maudy berharap jika dia yang menjadi model setiap produk milik nya.
"Ahhh, licik sekali dia. Sekarang pekerjaan ku sudah di berikan kepada orang lain, aku sangat tidak sabar sekali ingin melakukan rencana ku."
Maudy merasa sangat emosional sekali dan dia pun pergi dari kantor karena pekerjaan nya sudah selesai.
Lollyta melihat Maudy yang begitu sangat emosional sekali dan dia pun tersenyum.
Lollyta seperti nya sudah bisa membaca jalan pikiran Maudy.
Maudy berniat untuk pergi ke sekolah Bianca dia memberanikan diri untuk bertemu dengan Putri nya.
"Pokoknya aku ingin bertemu dengan Bianca, secara perlahan aku harus mendekati nya."
__ADS_1
Maudy melihat Zivanna yang sedang menunggu waktu Bianca pulang.
"Seperti nya lebih baik aku menunggu nya di mobil nanti setelah bell pulang barulah aku turun."
Maudy menunggu Bianca dengan memainkan handphone nya, dia fokus pada hasil pemotretan nya.
"Apakah wajah ku yang memang sudah kelihatan tua, sehingga Lollyta dengan mudah nya dia mau mencari model yang lebih muda. Ahhhh itu jangan sampai terjadi, posisi ku tidak boleh di gantikan."
Bell pulang pun berbunyi Maudy bersiap untuk turun dari mobil nya, ketika Maudy membuka pintu mobil dia melihat Bianca yang sedang memeluk Zivanna dengan sangat erat sekali.
"Bianca tersenyum di saat dia memeluk wanita lain, seharusnya dia memeluk aku bukan wanita itu."
Dengan langkah kaki yang cepat, Maudy pun langsung menghampiri mereka berdua dan Bianca pun begitu sangat terkejut sekali ketika dia melihat Mama nya datang ke sekolah nya.
"Hallo Bianca sayaaaaang, Mama kangen sekali dengan kamu."
Maudy mencoba untuk mendekati Bianca tapi Bianca menghindari nya.
__ADS_1
"Aku tidak mau bertemu dengan dia Suster Zivanna, lebih baik kita pulang saja."
Bianca mengabaikan sapa an Maudy.