I Love You CEO Tampan

I Love You CEO Tampan
Episode 348


__ADS_3

Zivanna baru keluar dari ruangan Ayah nya, dia di hampiri Suster yang membawakan vitamin dari Dokter El-Rivan.


Zivanna merasa penasaran dengan Maudy yang kabarnya sedang di rawat di Rumah Sakit ini.


" Aku seperti nya ingin bertemu dengan Maudy, aku merasa ini tidak bahaya."


Zivanna mencari tahu di mana kamar Maudy dan akhirnya dia menemukan kamar tersebut.


Zivanna mengetuk pintu dan ternyata Maudy tidak bisa beristirahat, kedatangan Zivanna membuat Maudy menambah beban pikiran nya.


" Selamat yaa atas kehamilan nya."


Zivanna tersenyum manis kepada Maudy.


" Apakah kamu berpikir jika aku hamil maka Bianca akan membenci ku juga,? Itu tidak mungkin terjadi."


Zivanna mencoba untuk tetap sabar mendengarkan perkataan Maudy.


" Aku sekarang sudah tidak mempermasalahkan Bianca, jika dia tidak mau bersama dengan ku aku tidak akan pernah memaksakan nya."


Maudy pun akhirnya mengetahui sifat asli Zivanna.


" Sekarang sudah terlihat sangat jelas yaa, jika kamu itu memang hanya cinta dengan Samuel saja tidak dengan anak ku."


Maudy mulai terbawa emosi terhadap Zivanna.


" Jika aku yang hanya cinta dengan suamiku saja, kenapa dulu aku bisa dekat dengan Bianca. Semua seperti ini karena kehadiran mu, kamu yang menginginkan Bianca benci dengan ku."


Zivanna menjaga jarak dengan Maudy.


" Itu sebenarnya hanya alasan saja, sebenarnya kamu merasa senang kan ketika Bianca yang menjadi tidak dekat kembali dengan mu."


Zivanna semakin tidak bisa mengendalikan kesabaran nya.


" Sudah yaa, aku malas berdebat dengan mu."


Zivanna pun memilih untuk pergi dari ruangan Maudy.


Melihat Zivanna yang pergi Maudy kembali merasa ketakutan.


" Zivanna dan Felix, mereka berdua itu sangat dekat sekali aku hawatir Felix bercerita kepada Zivanna."


Maudy merasa ingin segera keluar dari rumah sakit, dia ingin mencari tahu nomber handphone Felix bahkan Maudy juga ingin bisa bicara dengan Felix.


Zivanna keluar dari Rumah Sakit, dia melihat ada mobil dan ibunya.


" Ibu menjemput ku, hmmmm seperti nya ada yang memberitahu ibu."


Zivanna menghampiri ibunya, dia pun langsung masuk ke dalam mobil.


" Aku ingin yang segar-segar Bu, aku ingin minum di tempat biasa."


Lollyta mengikuti apa yang di katakan oleh Zivilia mereka berdua pun pergi ke Restoran favoritnya.


" Bagaimana dengan kondisi kehamilan mu Zivanna, sekarang perut mu sudah semakin besar dan sangat gemas sekali."


Zivanna tersenyum sambil mengelus perut nya.


" Semuanya baik, dan jenis kelamin anak ku perempuan."

__ADS_1


Lollyta begitu sangat senang sekali mendengar kabar tersebut.


" Cucu pertama ibu ternyata perempuan, akan ada warna kamar full pink yang menggemaskan."


Zivanna pun merasa sangat tidak sabar sekali dengan kehamilan nya ini.


" Pasti sangat gemas sekali yaa Buu, mempunyai anak perempuan."


Mereka berdua akhirnya sampai di depan Restoran favoritnya, Zivanna dan Lollyta masuk ke dalam.


Mereka berdua memilih kursi dan mulai memesan minuman yang mereka suka.


" Zivanna, ibu pergi ke toilet dulu yaa."


Lollyta pergi meninggalkan Zivanna sendirian.


Zivanna memainkan handphone nya sambil menunggu pesanan nya datang.


Tiba-tiba saja Zivanna melihat wanita hamil yang sudah sangat besar sekali, Zivanna memperhatikan wajah wanita hamil tersebut.


" Cantik sekali yaa, ibu hamil yang cantik."


Wanita hamil tersebut duduk di belakang kursi Zivanna, sehingga terdengar jelas jika dia sedang bicara dengan teman nya.


" Irene, kehamilan mu sudah sangat besar yaa."


Ucap teman tersebut kepada Irene.


" Bulan depan aku akan melahirkan anak ini tanpa adanya suami di samping ku."


Zivanna begitu sangat terkejut sekali ketika mendengar perkataan wanita hamil yang ada di belakang nya.


" Aku merasa salut sekali dengan mu Irene, kamu lebih memilih mempertahankan kehamilan mu dari pada mengugurkan nya."


" Anak ini tidak salah, aku yang salah mau tidur dengan lelaki yang tidak mau bertanggung jawab atas semua yang sudah dia lakukan kepada ku."


Zivanna merasa sangat kasihan mendengar nya, walaupun dia tidak mengenal wanita tersebut.


" Lalu bagaimana dengan kabar Felix,? Sepertinya dia merasa tenang-tenang saja."


Zivanna seketika langsung terkejut ketika mendengar nama Felix, walaupun Zivanna berpikir jika banyak nama Felix.


" Felix tetap ingin menikah dengan anak seorang Dokter, dia tidak akan pernah mau bertanggung jawab. Karena dia membayar ku di saat aku tidur dengan nya, sehingga Felix lepas tanggung jawab."


Zivanna semakin yakin jika Felix yang di maksud adalah Felix Felio.


Zivanna memilih untuk pindah kursi di saat ibu nya datang, dan tidak lama kemudian minumannya pun datang.


" Zivanna kenapa kamu pindah kursi, di sana lebih nyaman dekat dengan jendela."


Zivanna menggelengkan kepalanya sambil menikmati minuman nya.


" Aku lebih suka di sini Bu."


Lollyta melihat Zivanna yang seperti sedang memikirkan sesuatu.


" Kamu kenapa Zivanna,? Apa yang sedang kamu pikirkan?."


Zivanna merasa bingung apa dia harus bercerita dengan ibunya.

__ADS_1


" Bicarakan saja Zivanna, jangan memendam sesuatu seperti itu."


Zivanna pun langsung bercerita kepada Ibu nya.


" Ibu lihat di sana di depan kursi yang sebelumnya kita duduk, ada wanita cantik yang sedang hamil besar. Aku mendengar perkataan dia dengan sahabat nya, dia ketika hamil di suruh menggugurkan kandungannya. Tapi dia memilih untuk mempertahankan nya, dan dia bilang nama lelaki itu Felix. Sebelum aku tidak memikirkan Felix Felio, tapi wanita itu bilang jika Felix yang menginginkan bisa menikah dengan anak seorang Dokter dan apakah maksud nya itu adalah aku."


Lollyta langsung memperhatikan wanita cantik tersebut.


" Sebelum nya yang membuat aku bisa menikah dengan suamiku sekarang karena aku yang melihat Felix bersama dengan wanita cantik, apartemen Felix dan aku yang berdekatan bu."


Zivanna merasa kasihan dengan wanita tersebut.


" Zivanna kamu jangan bercerita tentang ini kenapa Ayah mu, karena sekarang Ayah mu yang sedang dekat kembali dengan Felix. Kita bicarakan lagi jika wanita itu sudah melahirkan, kita ajak bicara baik-baik."


Lollyta mengambil photo wanita cantik tersebut untuk mendapatkan informasi.


" Aku tidak bisa membayangkan berapa wanita yang sudah tidur dengan nya, dan mungkin mereka pun tidak bisa meminta tanggung jawab dari Felix karena Felix yang membayar mereka setiap ingin tidur bersama nya."


Zivanna melihat wanita cantik itu pergi bersama dengan sahabat nya.


" Nama wanita itu Irene, dia sungguh sangat cantik sekali Bu."


Zivanna dan Lollyta memilih untuk pergi dari Restoran tersebut, mereka kembali ke kantor.


Lollyta mempunyai rencana untuk wanita tersebut.


" Jika dia sudah melahirkan Ibu akan memperkejakan dia di kantor, untuk menjadi model produk-produk baru kosmetik ibu. Bagaimana reaksi Felix, ketika dia melihat wanita nya menjadi model majalah skincare ibu."


Zivanna setuju dengan rencana ibu nya yang pada dasarnya ingin membantu wanita itu.


Mereka berdua pun masuk ke dalam mobil untuk pergi ke kantor nya.


" Bu, aku tadi juga melihat Maudy yang sekarang semua hamil. Tapi aku melihat tidak rasa bahagia di wajah suaminya, bukan kah dari dulu kehamilan Maudy yang paling di tunggu-tunggu."


Zivanna pun kembali merasakan ada yang aneh dengan rumah tangga Maudy dan Sebastian.


" Seperti nya Bastian yang masih merasa kesal dengan sikap Maudy, sehingga dia belum berani memperlihatkan rasa bahagia nya."


Untuk hubungan Sebastian dan Maudy, Lollyta masih berpikiran positif tapi Zivanna tidak.


" Maudy bilang Bianca tidak akan pernah benci kepada nya, Bianca akan menerima kehamilan nya dengan baik."


Lollyta melihat ekspresi wajah Zivanna yang seperti tidak suka dengan perkataan Maudy.


" Zivanna, bagaimana pun juga Maudy itu adalah ibu kandung nya Bianca. Dia pasti akan selalu baik di mata Bianca, berbeda dengan kamu yang hanya sekedar ibu sambung. Walaupun kamu bersikap baik pun, tetep saja Bianca tidak akan suka dengan mu."


Zivanna mulai sadar diri dengan posisi nya, dia hanya bisa mengelus perut besar nya.


Zivanna dan Lollyta sampai di kantor nya, ketika Zivanna turun dari mobil dia melihat Felix yang sedang membawa bucket berisi coklat.


Zivanna dan Lollyta yang baru saja membicarakan tentang Felix mereka berdua merasa risih ketika melihat Felix ada di hadapannya.


" Zivanna kebetulan sekali, aku ingin memberikan mu coklat ini. Katanya mood ibu hamil itu sering berubah-ubah, dengan memakan cokelat bisa membuat sedikit membaik."


Zivanna mengambil bucket coklat tersebut dari tangan Felix.


" Terimakasih banyak yaa Felix, aku merasa kalau sangat perhatian sekali dengan wanita yang sedang hamil. Dan aku sangat yakin sekali, jika kamu sampai mempunyai pasangan yang sedang hamil kamu pasti akan cinta dan sayang kepada nya."


Felix masih tidak menyadari jika perkataan Zivilia yang sedang menyindir dirinya.

__ADS_1


" Soalnya tadi aku bertemu dengan seorang wanita dia menangis karena kekasih nya yang tidak mau bertanggung jawab atas kehamilan nya, bahkan kekasih nya sampai menyuruh untuk menggugurkan saja kandungan nya itu sangat jahat sekali yaa."


Zivanna dan Lollyta pun langsung masuk ke dalam kantor nya, Felix pun seketika dia langsung mengingat kekasih nya Irene.


__ADS_2