I Love You CEO Tampan

I Love You CEO Tampan
Episode 352


__ADS_3

Keesokan harinya Bianca kelihatan sangat malas sekali untuk sekolah, dia tidak tersenyum dia hanya cemberut saja.


Sesilia melirikkan matanya kepada Suster Vina, Suster Vina hanya menggelengkan kepalanya saja.


Bianca duduk dan Samuel pun datang, Samuel bersikap cuek pada Bianca.


Bahkan melihat Bianca cemberut pun Samuel seperti tidak peduli lagi.


" Papa, aku tidak mau tinggal bersama dengan Mama. Aku ingin di sini saja bersama dengan Papa, Papa jangan usir aku dari rumah aku juga tidak mau masuk panti asuhan.*


Bianca menundukan kepalanya sambil menangis, tapi Samuel seperti sudah tidak percaya lagi dengan perkataan Bianca.


" Papa kenapa Papa diam saja, aku minta maaf Papa."


Samuel sampai menghelakan nafas panjang nya.


" Bianca, kenapa kamu tidak mau bersama dengan Mama mu?. Bukan kah itu adalah keinginan mu selama ini,? Apakah kamu takut dengan Papa Sebastian? dari sini bisakah kamu berpikir begitu sangat baik nya Mommy Zivanna kepada mu."


Samuel memilih untuk pergi, dia tidak sampai emosional dengan Bianca.


" Papa kenapa pergi, aku ingin bersama dengan Papa di sini."


Melihat seperti ini Suster Vina dan Sesilia merasa kasihan dengan Bianca.


" Minta maaf kepada Mommy Zivanna, maka Papa akan baik kembali kepada mu. Sekarang lebih baik kamu pergi saja ke sekolah, dari pada di sini kamu selalu menangis."


Suster Vina membawa Bianca untuk pergi, dia menghapus air mata Bianca.


" Sudahlah jangan menangis yaa, benar apa yang di katakan Omah Sesilia lebih baik kamu minta maaf ke Mommy Zivanna."


Bianca merasa tidak mau jika dia harus meminta maaf kepada Mommy Zivanna, karena keinginan tetap ingin mempersatukan kembali kedua orang tuanya.


Bianca dan Suster Vina masuk ke dalam mobil, Suster Vina memperhatikan wajah Bianca.


Suster Vina berharap Bianca memang ingin meminta maaf kepada Mommy Zivanna.


Mereka berdua akhirnya sampai di depan sekolah, Bianca pun langsung masuk ke dalam sekolah nya.


Sedangkan Suster Vina menunggu di dekat mobil, Suster Vina mengeluarkan handphone nya dia ingin bertanya kabar kepada Zivanna.


* Zivanna bahagia dengan kabar mu, bagaimana juga dengan kehamilan mu*


Zivanna yang sedang sarapan pagi dia tersenyum mendapatkan pesan dari Suster Vina.


* Aku dan bayi ku baik, dan aku sudah mengetahui jenis kelamin bayi adalah perempuan*


* Wah selamat yaa Zivanna, ingin rasanya cepat-cepat melihat bayi cantik ini*


* Aku pun sama merasa tidak sabar dengan kelahiran bayi pertama ku*


* Zivanna, kapan kamu kembali lagi ke sini. Kita berkumpul kembali di sini, aku sangat merindukan mu*


* Aku tidak tahu Vina, karena sekarang aku yang bikin hanya benci dengan Bianca tapi juga menjadi sangat benci dengan suamiku*


* Zivanna, Pak Samuel sudah memberikan kebebasan kepada Bianca sekarang. Dia sudah tidak lagi melarang Bianca jika ingin pergi dari rumah untuk tinggal bersama dengan Mama nya*


* Lalu bagaimana apakah dia senang dengan perkataan Papa nya itu*


* Tidak, Bianca hanya menangis bahkan dia bila tidak mau pergi dari rumah apalagi tinggal di panti asuhan. Bianca ingin tinggal bersama dengan Papa nya, dia menangis*

__ADS_1


* Apa sebenarnya keinginan anak tersebut, Vina aku pergi dulu ke kantor yaa nantinya kita sambungan lagi obrolan nya*


* Baik Zivanna, hati-hati yaa Zivanna*


Zivanna bersiap untuk pergi kantor, Suster Vina melihat mobil Maudy datang.


" Untuk apa dia datang ke sini, apakah untuk membawa Bianca."


Maudy berjalan menuju ke Suster Vina.


" Suster Vina, aku tidak menyangka bisa kembali bertemu dengan mu yaa."


Maudy duduk di samping Suster Vina.


" Bukan kah Bu Maudy sedang hamil yaa, sekarang seperti nya sudah sangat membaik sekali yaa."


Suster Vina memperhatikan fisik Maudy yang semakin kurus.


" Oh iya, Pak Samuel mulai sekarang tidak akan melarang jika Bu Maude ingin membawa Bianca untuk tinggal bersama dan pergi."


Maudy merasa sangat terkejut sekali ketika mendengar perkataan Suster Vina.


" Kenapa Samuel melakukan hal tersebut,? apakah karena dia yang tidak mau di ganggu oleh Bianca ketika sedang bersama dengan Zivanna."


Suster Vina semakin yakin jika Bianca dan Maudy memang mempunyai sikap yang sangat menyebalkan.


" Ibu Zivanna memilih untuk tinggal bersama dengan orang tua nya, dia tidak tinggal bersama dengan Pak Samuel."


Maudy tersenyum dia merasa hubungan Samuel dan Zivanna semakin retak, ini adalah kesempatan dia untuk bisa bertemu dengan Samuel.


Suster Vina memperhatikan ekpresi wajah Maudy seperti nya senang mendengar Zivanna dan suaminya pisah rumah.


" Tapi cinta Pak Samuel itu tidak pernah pudar untuk istrinya, dia begitu sangat perhatian sekali dengan Ibu Zivanna. Aku merasa Ibu Zivanna memang sangat beruntung sekali mendapatkan suami seperti Pak Samuel, yang memperlakukan istrinya seperti seorang Ratu."


Tidak terasa akhirnya jam pulang pun tiba bell berbunyi, Suster Vina merasa ini saat nya pertemuan Ibu dan anak yang pintar bermain drama.


Bianca keluar gerbang seperti biasa dia selalu mendapatkan nilai yang sempurna di kelas nya.


Bianca yang sebenarnya berlari dia langsung terdiam ketika melihat ada Mama nya.


" Mama, untuk apa Mama menjemput ku segala."


Bianca berjalan pelan menuju ke Suster Vina.


" Bianca sayang, Mama sangat rindu kamu sayang."


Maudy hendak memeluk Bianca, tapi Bianca menolak nya, dia tidak mau dekat dengan Mama nya lagi.


" Bianca kenapa kamu tidak mau memeluk Mama, kenapa kamu jadi berubah seperti ini dengan Mama."


Maudy mencoba untuk mendekati Bianca.


" Bianca tidak mau dekat karena dia merasa kecewa Ibu Maudy hamil juga, pemikiran nya saja dia pasti akan tidur lagi di sayang karena mempunyai dua adik secara sekaligus."


Bianca memilih untuk mendekati Suster Vina.


" Bianca sayang jangan seperti itu yaa sayang, ayo bersama dengan Mama yaa, ikut sama Mama yaa sayang ada yang ingin Mama bicarakan dengan mu."


Suster Vina memilih mendorong tubuh Bianca agar mau dekat dengan ibunya, Suster Vina yang ingin bebas dengan Bianca sejenak.

__ADS_1


Bianca marah ketika Suster Vina yang seperti memaksa nya untuk pergi bersama dengan Mama Maudy.


" Selamat bersenang-senang yaa Bianca sayang bersama dengan Mama yaa, Suster Vina pulang dulu yaa."


Ketika Bianca ingin bersama dengan Suster Vina, Maudy memegang erat tangan Bianca untuk tidak berlari menghampiri Suster Vina.


Suster Vina sampai melambaikan tangan nya, dia yang akhirnya merasa bebas sejenak dengan drama-drama Bianca yang baru.


Maudy membawa Bianca masuk ke dalam mobil nya, Bianca merasa sangat sedih sekali dia tidak mau pergi bersama dengan Mama Maudy.


Di sepanjang perjalanan Bianca hanya menangis saja.


" Bianca sayang, kenapa kamu harus menangis sayang. Kamu sekarang bersama dengan Mama, bukan dengan siapa pun."


Maudy mencoba untuk membawa Bianca ke tempat permainan anak, dia harus membuat Bianca senang hati terlebih dahulu.


" Jangan menangis yaa sayang, sekarang kita cari tempat makan yang lezat yas."


Maudy mencari tempat makan yang lezat, dia juga terus saja memperhatikan Bianca.


Setelah mencari-cari akhirnya ketemu, Maudy memilih tempat makan yang berdekatan dengan permainan anak.


Maudy menghapus air mata Bianca, dia memegang tangan Bianca dengan sangat erat sekali.


Mereka berdua duduk dan Maudy yang mulai memesan makanan dan minuman untuk Bianca.


Bianca memperhatikan perut Mama nya, di dalam pikiran Bianca. Bayi ini akan mengambil kasih sayang kedua orang tuanya, Bianca merasa sangat benci sekali dengan kehamilan Mommy dan Mama nya.


" Bianca, kamu marah karena Mama juga hamil,? Coba dengarkan yaa sayang. Mama tidak akan mengurus bayi ini, setelah bayi ini lahir ke dunia Mama akan meninggalnya bersama dengan Papa Sebastian. Mama akan meminta uang yang banyak kepada Papa Sebastian, dan setelah itu kita berdua bisa bersama selamanya."


Bianca begitu sangat terkejut sekali ketika mendengar perkataan Mama nya, ternyata apa yang di alami oleh nya waktu bayi akan di rasakan kembali oleh adik bayi nya.


" Kenapa Mama melakukan itu, apakah Mama tidak sayang dengan bayi ini."


Bianca mulai merasa ada perasaan kasihan kepada bayi yang ada di dalam kandungan Mama nya, tapi Maudy malah tertawa mendengar pertanyaan Bianca.


" Mama tidak sayang sama sekali dengan bayi ini, hanya kamu yang Mama cinta dan sayang."


Maudy memegang tangan mungil Bianca.


" Bianca, Mama yang sebenarnya hanya menginginkan bayi dari Papa mu. Mama ingin kembali bersama dengan mu kembali, Mama sayang kamu dan Papa mu."


Maudy mengungkapkan perasaan hati kepada Bianca.


" Mama ingin kembali bersama dengan Papa yaa, tapi Mama yang harus melahirkan bayi itu terlebih dahulu."


Maudy tersenyum manis sambil membelai rambut panjang Bianca.


" Iya sayang, pokoknya hanya Mama yang sayang Bianca. Sekarang sudah tidak ada lagi yang sayang sebesar rasa sayang Mama kepada Bianca."


Maudy memeluk erat Bianca tapi tatapan mata Bianca berbeda kepada Mama nya itu.


Mereka berdua memilih untuk makan, Maudy menyuapi Bianca yang makan nya sangat lahap sekali.


" Bianca untuk sekarang kamu sabar yaa, kamu tinggal bersama dengan Papa dulu yaa dan setelah itu kamu bisa bersama dengan Mama selama nya tanpa harus ada adik di kehidupan kita berdua."


Ekpresi wajah Maudy kelihatan sangat bahagia sekali.


Bianca hanya terdiam saja mendengarkan perkataan Mama dengan rencana jahatnya kembali.

__ADS_1


" Sayang, kita akan selalu bahagia bersama walaupun nanti kita selalu berdua tapi Mama yakin kita berdua akan selalu bahagia."


Bianca tersenyum tipis kepada Mama nya, Bianca tidak menyangka Mama bisa sampai mempunyai pikiran jahat kembali.


__ADS_2