
Bianca akhirnya bisa merasakan tinggal bersama dengan Maudy, dia kelihatan sangat senang sekali karena bisa merasakan kasih sayang dari Mama nya sendiri.
Bianca akhirnya sampai di rumah mewah milik Mama nya.
" Apakah ini adalah rumah Milik Mama, lebih besar dari rumah Papa yaa."
Bianca begitu sangat terpesona sekali melihat nya.
" Ayo sayang kita masuk ke dalam yaa, kamu pasti akan senang sekali."
Bianca masuk dan banyak sekali para pegawai yang berbaris menunggu kedatangan Bianca.
" Selamat datang Nona Bianca Putri Mahendra."
Bianca begitu sangat senang sekali.
" Aku seperti seorang putri kerajaan saja yaa Mama di sini sangat baik sekali."
Bianca di antarkan ke kamar nya ya sudah di dekorasi secara dadakan demi menyambut kedatangan Bianca.
" Wah kamar nya sangat lucu sekali Mama gambar nya Hello Kitty pink yaa, aku sangat suka sekali."
Bianca pun duduk di atas kasur dan Maudy mencoba untuk membuat Bianca merasa nyaman dia ingin Bianca betah dan memilih untuk tinggal bersama dengan nya selamanya.
" Bianca, semoga kamu bisa betah yaa tinggal di sini sayang. Karena Mama akan selalu ada untuk Bianca, Mama tidak bekerja sayang semuanya demi Bianca agar Mama bisa mengantarkan Bianca pulang pergi ke sekolah sehingga Bianca merasa nyaman tinggal bersama dengan Mama."
Bianca menganti pakaian seragam nya, dia memakai pakaian baru saja di beli..
" Sayang ayo kita makan siang yaa, biarkan kamar ini di bereskan karena kamu sudah membeli baju yang sangat banyak sekali."
__ADS_1
Maudy akan selalu memanjakan Bianca, agar Bianca bisa merasa senang bersama dengan nya.
Bianca dan Maudy makan siang bersama, Bianca kelihatan sangat lahap sekali makan nya.
Maudy merasa senang karena dia melihat ini adalah awal yang bagus untuk Bianca.
" Sayang sebentar yaa, Mama mau memberitahu Papa yaa. Kalau kamu sekarang tinggal bersama dengan Mama di sini, dan ini adalah keinginan kamu bukan paksaan dari Mama."
Maudy meninggalkan Bianca sebentar dia mau telephone suaminya.
Sebastian yang tidak sedang sibuk dia pun langsung menjawab panggilan telephone masuk dari Maudy.
* Ada apa Maudy*
* Aku membawa Bianca ke rumah kita, dia kelihatan sangat senang sekali*
* Apa kamu membawa Bianca,? kamu membawa Bianca atau menculik Bianca*
* Aku membawa Bianca, karena Bianca yang sudah tidak betah tinggal bersama dengan Samuel dan Zivanna. Bianca memilih untuk tinggal bersama dengan ku, itu tandanya aku memang ibu yang terbaik untuk Bianca*
Sebastian dia seperti tidak percaya dengan perkataan Maudy.
* Yasudah yaa, aku mau menemani Bianca yang sedang makan siang yaa kasihan jika Bianca makan sendirian*
Maudy mengakhiri panggilan telephone nya, Maudy fokus pada Bianca kembali.
" Maafkan ya sayang terlalu lama yaa, menunggu Mama."
Bianca menggelengkan kepalanya sambil tersenyum.
__ADS_1
" Aku suka banget sama Ayam goreng nya, sampai habis dua loh Mam."
Setelah makan Bianca menyimpan piring nya ke dapur.
Maudy merasa sangat terkejut sekali ketika melihat sikap Bianca.
" Apakah ini adalah didikan Samuel,? Bianca sesudah makan dia sampai membereskan makan nya sendiri. Ini sangat luar biasa sekali, ternyata Samuel mendidik Bianca tidak menjadi anak yang manja."
Selesai makan Bianca pun langsung masuk kembali ke kamar nya.
" Aku mengerjakan tugas sekolah dulu yaa Mama, setelah selesai aku langsung tidur siang."
Maudy merasa tidak percaya dengan sikap Bianca yang jauh dari pikiran nya.
" Anak ku sangat mandiri sekali ya, dia belajar dengan keinginan nya sendiri dan tidur siang tidak harus di suruh atau mempunyai jam tertentu."
Maudy pergi ke dapur dia ingin mengupas buah-buahan segar untuk Bianca.
Maudy melakukan nya sendiri karena dia melihat Bianca yang juga sangat mandiri sekali.
Maudy membawa buah-buahan segar tersebut ke kamar Bianca.
" Bianca sayang, ini buah-buahan nya yaa sayang."
Maudy menyimpan buah-buahan tersebut di meja belajar Bianca.
" Terimakasih banyak Mama."
Maudy memilih untuk duduk di samping Bianca, dia melihat Bianca yang sangat pintar sekali.
__ADS_1
" Hitungan mu semuanya benar, kamu sangat hebat sekali Bianca. Kamu pasti akan menjadi juara kelas di sekolah nanti, Mama sangat bangga sekali dengan mu."
Maudy mencium pipi chubby Bianca.