I Love You CEO Tampan

I Love You CEO Tampan
Episode (124)


__ADS_3

Zivanna di berikan teh manis hangat oleh Samuel, Zivanna masih merasa sangat pusing sekali dia menyenderkan kepalanya ke pundak Samuel dengan mata yang tertutup.


" Astaga, seperti nya Zivanna sangat pusing sekali yaa. Aku harus secepatnya membawa dia ke mobil, aku juga belum mencari hotel untuk kita menginap."


Setelah mendapatkan obat merah berdua pun masuk ke mobil, Zivanna duduk di kursi depan dan di pakaikan sabuk pengaman.


Samuel terus saja memperhatikan Zivanna.


" Aku merasa Zivanna yang sangat kuat sekali tapi kenapa dia bisa lebih sakit yaa, dan sakit nya seperti tidak sadarkan diri seperti ini."


Sebelum sampai ke hotel Samuel melihat toko pakaian dia pun turun dari mobil nya dengan cepat dan beli pakaian untuk Zivanna.


Karena tidak mau membuat Zivanna menunggu lama, Samuel kembali ke mobil dan melanjutkan perjalanan nya mencari hotel.


" Semoga saja hotel nya cepat di temukan, dari tadi aku belum menemukan hotel."


Samuel menyelimuti tubuh Zivanna dengan jaket yang sudah dia beli.


" Zivanna kamu harus bertahan yaa, semoga kita secepatnya menemukan hotel."


Samuel akhirnya menemukan hotel bintang lima, dia pun turun dan meminta bantuan satpam.


" Pak saya butuh kursi roda, istri saya sedang sakit dia tidak bisa berjalan."


Setelah selesai memesan hotel, Samuel pun dapatkan bantuan dan Zivanna pun di dudukkan di kursi roda.


Zivanna seperti dalam keadaan sadar tidak sadar karena dia merasa sangat pusing sekali, akhirnya mereka berdua pun sampai di depan kamar hotel.

__ADS_1


Samuel langsung membaringkan Zivanna di atas kasur.


Nafas Samuel seperti tidak terkendali karena dia yang terus menggendong Samuel.


" Astaga capek sekali aku, tapi Zivanna harus segera minum obat dia harus makan dulu dan lebih baik aku memesan online karena aku tidak mungkin meninggalkan nya."


Samuel memegang kening Zivanna yang masih panas sekali, dia pun mencoba untuk mengompres Zivanna dengan air hangat.


" Ibuuuu, buuuuuu."


Zivanna terus saja memanggil Ibu nya.


" Kenapa Zivanna terus saja memanggil ibu nya, apakah sekarang sedang terjadi sesuatu dengan ibu nya Zivanna yaa."


Samuel merasa sangat kasihan sekali dia pun mencoba untuk mengambil handphone Zivanna, dan ternyata handphone nya yang memakai password.


Pintu bell berbunyi, Samuel langsung menghampiri nya dia mengambil pesanan makanan.


Samuel membukakan pesanan makanan tersebut dan dia pun mencoba untuk membangunkan Zivanna.


" Zivanna, ayo bangunlah Zivanna kamu harus makan Zivanna jangan membuat aku ketakutan seperti ini."


Zivanna seperti tidak merespon perkataan Samuel, dan Samuel pun mencoba untuk menghubungi nomer handphone Mama nya.


* Hallo Mama*


* Samuel bagaimana dengan kondisi Zivanna sekarang*

__ADS_1


* Aku sekarang sedang berada di hotel dan membelikan makanan untuk Zivanna, tapi Zivanna tidak juga terbangun. Tadi ketika aku mengompresnya dia sempat bersuara memanggil ibu*


Bianca menangis ketika mendengar Suster Zivanna sakit dia pun langsung merebut handphone Omah nya.


* Papa coba berikan handphone ini ke Suster Zivanna, simpan di dekat telinga nya*


Samuel pun mengikuti apa yang di katakan oleh Bianca.


* Suster Zivanna, bangunlah Suster. Jangan sakit seperti ini yaa aku sangat sayang Suster Zivanna, aku tidak mau kehilangan Suster Zivanna, karena Suster Zivanna itu adalah mommy ku yang baru*


Samuel pun merasa sangat terharu sekali ketika Bianca yang menginginkan Zivanna sebagai ibunya.


Mata Zivanna seperti mulai ingin membuka mata nya tapi Bianca mematikan panggilan telephone nya karena dia merasa tidak tega dan sangat sedih sekali dengan Suster Zivanna.


Samuel pun mendekati Zivanna dan memegang tangan nya, ketika Zivanna membuka mata nya.


" Aku di mana sekarang,? dan di mana Ibu ku."


Samuel mencoba untuk menenangkan Zivanna.


" Aku tidak bisa menjelaskan nya sekarang, sekarang lebih baik kamu makan dan setelah itu minum obat yaa."


Zivanna merasa sangat pusing sekali dia pun menyenderkan tubuhnya ke bantal dengan bantuan Samuel.


Samuel memberikan minuman dan setelah itu mulai menyuapi Zivanna. Pikiran Zivanna terus saja memikirkan ibu nya, Zivanna menghawatirkan kondisi Ibu nya di kantor nya.


Setelah selesai makan, Zivanna pun langsung di berikan obat. Samuel merasa tenang jika Zivanna sudah meminum obat, dia pun membelai rambut panjang Zivanna.

__ADS_1


__ADS_2