
Zivanna meminta Sebastian untuk segera pergi saja.
" Lebih baik kamu pergi yaa, aku tidak mau di sebut pelakor lagi oleh istrimu. Sudah cukup aku di sebut pelakor karena dekat dengan Ayah ku, sudahlah seperti nya Maudy sudah sangat kesal melihat kita berdua."
Sebastian pun mengikuti apa yang di katakan oleh Zivanna.
" Zivanna aku berjanji aku akan membuat Bianca kembali baik dengan mu, aku tidak akan pernah membiarkan Maudy membawa Bianca ke rumah."
Zivanna hanya tersenyum tipis saja karena merasa itu tidak mungkin terjadi Bianca akan tetap bersama dengan Maudy.
" Maafkan aku bukan aku tidak peduli lagi dengan Bianca, tapi aku merasa Bianca sudah tidak akan seperti dulu lagi."
Sebastian merasa sangat kasihan sekali melihat Zivanna yang harus merasa ini semuanya.
" Baiklah Zivanna, semoga rumah tangga mu selalu bahagia bersama dengan Samuel. Jaga baik-baik kehamilan mu itu yaa, karena Samuel pasti sangat menginginkan nya."
Zivanna menganggukkan kepalanya sambil mengelus perut nya, pemandangan itu semakin membuat Maudy merasa sangat curiga.
" Apa maksud itu, apakah Sebastian mempunyai perasaan terhadap Zivanna yang sedang hamil."
Maudy sudah tidak bisa lagi menahan emosi nya, melihat Sebastian keluar dari pintu gerbang dia pun langsung keluar dari mobil nya.
Maudy berlari sambil menari tangan Sebastian.
" Apa yang sudah kamu lakukan dengan Zivanna,? untuk apa kamu bertemu dengan Zivanna."
Melihat Maudy yang berlari menghampiri Sebastian, Zivanna pun langsung memperhatikan nya.
" Sudah ku duga seperti nya Maudy berpikiran negatif terhadap ku, lebih baik aku diam saja memperhatikan mereka berdua."
__ADS_1
Maudy menatap wajah Sebastian dengan mata berkaca-kaca.
" Apa yang sekarang ada di pikiran mu,? Aku berselingkuh dengan Zivanna yang sedang hamil? Jika itu pikiran mu lebar baik kamu cuci muka dulu."
Maudy melepaskan genggaman tangan nya.
" Kenapa kamu harus bersikap seperti ini kenapa ku Maudy, bukan kamu tidak memiliki perasaan terhadap ku?. Kamu yang hanya menginginkan harta kekayaan ku saja, dan setelah itu pergi dari kehidupan ku berharap bisa bersama dengan mantan suami mu yang sudah menikah."
Sebastian menghelakan nafas panjang nya.
" Maudy aku sudah mengetahui semuanya, ntah apa lagi yang akan membuat hubungan kita berdua kuat."
Sebastian memilih untuk pergi tapi Maudy memegang kembali tangan Sebastian.
" Aku akan memberikan keturunan untuk mu,
kita akan honeymoon kembali."
" Kita sudah honeymoon di Thailand, tapi kamu mengabaikan saja di pikiran mu hanya ada Bianca saja. Padahal sudah sangat jelas sekali jika Bianca itu sudah aman bersama dengan Papa nya, aku sudah tidak mau lagi mendengar perkataan mu."
Sebastian seperti sudah tidak peduli lagi dengan Maudy.
" Sebastian jika kamu tidak peduli lagi terhadap ku, maka aku akan menabrak kan mobil mu sendiri."
Sebastian membalikkan badannya ketika dia mendengar perkataan Maudy.
Maudy yang tidak mau kehilangan Sebastian, dia pun langsung berlari menuju ke mobil nya.
Maudy benar-benar akan melakukan apa yang sudah dia katakan, Sebastian melihat Maudy yang mengendarai mobil dengan sangat cepat sekali.
__ADS_1
" Maudy jangan lakukan itu."
Sebastian berteriak kencang sekali dan Zivanna pun langsung berjalan cepat untuk melihat apa yang sudah terjadi.
Bruukkkk terdengar suara yang sangat kencang sekali Maudy menabrakkan mobilnya ke pohon yang sangat besar.
Zivanna dan Sebastian pun begitu sangat terkejut sekali melihat nya, Sebastian langsung berlari dia menghampiri Maudy.
Orang-orang yang ada di sekitar langsung menghampiri mobil tersebut, dan Sebastian pun membuka pintu pintu depan cara memecahkan kaca jendela mobil.
Sebastian mengeluarkan Maudy dari dalam mobil, Zivanna dengan cepat dia langsung menghubungi ambulance.
" Maudy kenapa kamu harus melakukan ini semua, kamu sangat nekat sekali."
Sebastian memeriksa tidak ada darah di bagian wajah, Sebastian berpikir Maudy hanya terbentur saja.
Zivanna dan Lollyta langsung menghampiri Sebastian yang sedang mengendong Maudy untuk menunggu mobil ambulance.
" Kenapa Maudy harus melakukan ini semua, dia membahayakan nyawa nya sendiri."
Zivanna tidak menyangka jika Maudy bisa sampai seperti ini, Zivanna memperhatikan tubuh Maudy dia merasa seperti ada yang aneh.
Zivanna yang seorang perawat dia merasa tidak ada luka yang serius pada Maudy, dia yakin Maudy yang hanya pingsan saja.
" Seperti nya Maudy masih memakai sabuk pengaman yaa,? Aku melihat wajah nya yang masih mulus yaa."
Sebastian mengingat kembali pada saat dia mencoba untuk mengeluarkan Maudy dari mobil.
" Aku melihat Maudy tidak memakai sabuk pengaman."
__ADS_1
Zivanna melihat wajah Sebastian yang sangat panik sekali, Zivanna merasa Maudy lupa jika dirinya adalah petugas medis yang mengetahui apa yang sebenarnya terjadi dengan nya.