
Orang tua Irene pergi ke kantor Sebastian, mereka ingin bertanya kepada Sebastian sampai mau mendampingi persalinan Irene.
Orang tua Irene mengetahui jika Irene hamil oleh Felix bukan Sebastian yang sudah mempunyai istri.
" Tapi aku merasa lebih baik kita tidak datang ke kantor nya, kita telephone saja tidak usah datang karena pekerjaan kita juga banyak."
Orang tua Irene mencoba untuk menelephone Sebastian untuk bicara baik-baik.
Sebastian yang sedang sendirian di kantor dia pun langsung menjawab panggilan telephone tersebut.
* Hallo Ibu Wendy ada apa yaa*
* Hmmmm, maaf menganggu waktu nya yaa. Saya ingin bertanya kepada Bapak Sebastian kenapa Bapak memilih untuk mendampingi Irene di saat proses persalinan nya*
* Oh itu karena saya tidak melihat suami dan keluarga nya di saat proses persalinan, jadi saya merasa kasihan dan memilih untuk mendampingi proses persalinan*
* Apakah hanya karena kasian,? Atau ada perasaan yang lain terhadap Irene*
* Saya tidak mempunyai perasaan terhadap Irene, karena saya juga mempunyai istri yang sedang hamil*
* Sebelum saya meminta maaf, karena saya tidak mau Irene menjadi wanita perebutan suami orang karena dia sampai mengatakan perasaan hati terhadap Bapak*
__ADS_1
* Saya tidak menyangka akan seperti itu*
* Kalau begitu akhir saja yaa*
* Baik ibu Wendy "
Sebastian tersenyum tipis ketika dia mendengar Irene yang sampai mempunyai perasaan terhadap nya.
" Aku tidak mungkin mempunyai perasaan terhadap wanita yang di hamili oleh lelaki yang sama, rasanya aku ingin sekali segera melakukan test DNA."
Sebastian kembali bekerja dan tiba-tiba saja Maudy datang, Sebastian merasa sangat beruntung sekali Maudy yang tidak mendengar percakapan nya bersama dengan orang tua Irene.
" Aku baru saja memberikan hadiah untuk Bianca, Bianca kabar nya dia akan pergi bersama dengan keluarga nya tanpa ada aku."
" Lalu kamu ingin ikut bersama dengan mereka,? Supaya bisa pergi bersama dengan mantan suami?."
Sebastian mulai menyindir Maudy.
" Kenapa kamu mempunyai pemikiran seperti itu, aku hanya ingin bersama dengan Bianca bukan ingin bersama dengan Sebastian."
Maudy mulai merasa sangat emosional sekali dia pun keluar dari ruangan tersebut.
__ADS_1
" Dengan mudah nya dia berpikiran jika aku mempunyai hubungan spesial dengan sekertaris ku, tapi di saat dia hanya di singgung seperti itu dia langsung marah."
Maudy keluar dari ruangan suaminya, dia memainkan handphone nya dan melihat postingan Lollyta yang banyak sekali photo-photo Irene.
" Kenapa sekarang lebih banyak tentang Irene yaa, apakah Irene menjadi brand ambassador produk kosmetik Lollyta."
Maudy semakin mencari tahu sendiri.
" Aku tidak mengerti dengan wanita ini, dia terlahir dari keluarga kaya raya tapi lebih memilih untuk bekerja dengan Lollyta."
Maudy pun melihat wajah anak lelaki nya yang ternyata sangat mirip dengan Felix.
" Wajah anak nya mirip sekali dengan Felix yaa."
Maudy memegang perut nya dia berpikiran yang sama.
" Aku hanya melakukan satu kali saja, tidak mungkin jika anak ini adalah anak Felix tapi bagaimana jika pada saat dia lahir wajah nya mirip dengan Felix."
Maudy mulai merasa sangat ketakutan sekali.
" Tidak itu jangan sampai terjadi, wajah anak ini harus mirip dengan Sebastian agar Sebastian mau memberikan harta kekayaan nya untuk anak ku ini."
__ADS_1
Maudy memilih untuk kembali ke ruangan Sebastian dia tidak mau sekertaris muda itu sampai masuk ke ruangan suaminya.