
Maudy seperti masih tidak percaya dengan perkataan Zivanna yang seakan dengan mudah nya mendapatkan cinta dari Dokter Richard.
"Memang nya yang namanya Pelakor itu semua tidak di ciptakan mempunyai hati nurani dan perasaan, bahkan dia bercinta dengan suami dia bekerja dengan isterinya."
Maudy pun keluar dari ruangan tersebut dan dia bertemu dengan Lollyta.
"Kamu sedang apa masuk ke dalam gudang,?"
Maudy pun mencoba untuk menenangkan diri nya ketika dia bertemu dengan Lollyta.
"Aku hanya ingin tahu saja gudang nya rapih atau tidak."
Lollyta merasa ada yang aneh dengan Maudy.
"Apakah kamu sedang sakit sekarang,? jika iya lebih baik kamu berobat dan istirahat karena kita sebentar lagi akan rapat membicarakan skincare yang akan di tayangkan di televisi."
Lollyta pun langsung pergi ke ruangan rapat sedangkan Maudy dia memilih untuk mencuci wajah nya.
Maudy merasa sangat lelah sekali, dan ketika Maudy sedang mencuci wajah dia pun langsung teringat dengan Bianca.
__ADS_1
"Zivanna menjadi model lalu bagaimana dengan Bianca,? dia bersama dengan siapa sekarang. Apa jangan-jangan Zivanna sudah tidak bekerja sebagai Suster, ini akan ku jadikan sebagai kesempatan untuk bisa menjelekkan Zivanna di depan Bianca dan Bianca akan memilih untuk tinggal bersama dengan ku."
Merasa sudah segar Maudy pun mulai memakai make up karena dia yang akan rapat.
"Walaupun umur ku sudah menua dan punya anak tapi aku harus tetap tampil cantik jangan sampai kalah dengan Zivanna si Pelakor."
Maudy sedang makeup di dalam dia mendengar di luar sedang banyak orang dan Maudy pun bisa mendengar pembicaraan mereka.
"Tadi aku lihat hasil pemotretan Zivanna model baru kita yang di upload di akun media sosial nya Bu Lollyta, dia cantik sekali."
Orang tersebut pun memberikan foto tersebut.
Maudy dengan sangat jelas dia mendengar perkataan tersebut dan dia pun mulai merasa emosional.
"Dia hanya sebagai model produk shampo saja, tetap Brand Ambassador produk milik Bu Lollyta adalah Maudy Larissa."
Maudy pun langsung pergi dia merasa bosan ketika mendengar semua orang yang selalu saja memuji kecantikan Zivanna.
"Memuji kecantikan pelakor, percuma cantik pun tapi merebut kebahagiaan orang lain untuk apa."
__ADS_1
Maudy berada di depan pintu ruangan rapat dia menghela nafas panjang nya sebelum masuk ke dalam.
"Oke Maudy kamu harus tampil cantik di dalam yaa, jangan sampai wajah mu kusut."
Maudy pun masuk ke dalam dan dia melihat ada kursi kosong di samping Lollyta.
Maudy pun duduk di samping Lollyta dan Lollyta pun mengambil cermin di dalam tas nya karena rapat yang belum di mulai.
Lollyta memakai lipstik yang di masukkan Maudy ke dalam jas milik Dokter Richard.
Lollyta sengaja melakukan hal tersebut di depan Maudy, membuat Maudy sampai fokus pada Lollyta.
"Ada apa Maudy,? kenapa kamu sampai melihat aku seperti itu? apakah ada yang salah dengan warna lipstik yang aku pakai ini?."
Maudy menggelengkan kepalanya.
"Tidak ada yang salah warna cocok sekali untuk di pakai Ibu Lollyta."
Lollyta pun tersenyum manis kepada Maudy dan dia pun memasukkan lipstik dan cermin nya ke dalam tas karena rapat yang akan segera di mulai.
__ADS_1