
Lollyta mencoba untuk bersikap tenang dia keluar dari toilet tapi ternyata suaminya menunggu di depan toilet.
"Apakah kamu baik-baik saja,? aku merasa menghawatirkan mu. Kau membuat makanan tanpa ada sentuhan bumbu di dalam nya, dan rasanya sangat hambar sekali."
Lollyta tidak menyadari hal tersebut, dia berniat untuk pergi ke tempat makan tapi suaminya menghentikan nya.
"Tidak sudah abaikan saja, sekarang lebih baik kita berdua istirahat saja."
Dokter Richard membawa istri nya ke dalam kamar untuk beristirahat.
Lollyta terdiam tetapi mata nya tetap berkaca-kaca dia mengingat bucket bunga warna-warni itu.
"Istrirahat lah, aku akan ada di samping mu menunggu mu."
Lollyta membaringkan tubuh nya dia pun memegang tangan suaminya, seketika Lollyta pun melupakan pikiran negatif terhadap suaminya dia sangat yakin jika suaminya itu sangat sayang dan setia kepada nya.
Dokter Richard melepaskan genggaman tangan istrinya karena dia melihat istrinya sudah tertidur pulas.
"Baiklah, waktunya aku untuk beristirahat juga."
Dokter Richard pun tidur di samping istrinya, dia mematikan lampu kamar nya.
__ADS_1
***
Keesokan harinya, Lollyta seakan melupakan semuanya. Dia bangun pagi dan membuat sarapan pagi untuk suaminya.
Lollyta melupakan kejadian semalam dia benar-benar membuat sarapan dengan penuh cinta.
"Semalam aku lupa dengan bumbu masakan sekarang aku tidak akan pernah lupa dengan semuanya, pikiran negatif ku ini hanya membuat aku tidak bisa mengendalikan emosi ku."
Merasa sudah selesai memasak, Lollyta membawa makanan tersebut ke meja makan dan ternyata suaminya sudah menunggu masakan nya.
"Akhirnya aku melihat istriku yang sesungguhnya, penuh dengan senyuman tidak seperti semalam."
"Aku berniat untuk mengajak Zivanna dan Bianca makan siang hari ini. Karena tidak mungkin aku hanya mengajak Zivanna saja."
Dokter Richard mengeluarkan handphone dan dia melihat jadwal yang sangat padat sekali.
"Maafkan aku yang tidak bisa datang diantara kalian berdua, tapi nanti kita bertiga harus bisa makan bersama."
Lollyta pun berharap seperti itu dan Dokter Richard sangat terburu-buru sekali memakan makanan nya.
"Lollyta, aku harus pergi sekarang juga. Terimakasih atas sarapan pagi nya yaa."
__ADS_1
Dokter Richard mencium kening istrinya sebelum dirinya pergi ke Rumah Sakit.
"Baiklah, hati-hati yaa."
Melihat suaminya pergi membuat Lollyta pun memilih untuk bersiap-siap untuk pergi juga.
"Hari ini adalah jadwal pemotretan untuk Maudy dengan produk terbaru ku, aku mengontrak Maudy selama satu tahun. Tapi pekerjaan nya dia memang sangat bagus sekali tapi perkataan dia sekarang, seakan menyimpan dendam kepada ku."
Lollyta pun beranjak dari tempat duduk dia pun berjalan cepat menuju ke mobil nya, Lollyta menyalakan mesin mobil dan dia pun mulai siap untuk pergi ke kantor nya.
Lollyta mempersiapkan perkataan Maudy yang tiba-tiba selalu membuat nya penasaran.
Lollyta sampai di kantor nya dia datang jauh lebih cepat dan ternyata Maudy belum datang.
"Maudy dia belum datang,? jika dia sudah datang larang dia untuk masuk ke ruangan ku yaa. Bilang ke dia langsung lakukan pemotretan saja, aku merasa sangat terganggu dengan kedatangan nya."
Lollyta masuk ke dalam ruangan dia bahkan sampai mengunci pintu ruangan nya.
"Seperti nya kontrak Maudy tidak akan di perpanjang lagi. Melihat sikap Bu Lollyta yang seperti sudah tidak menyukai Maudy."
Para pegawai pun merasa mereka pun memang tidak menyukai kehadiran Maudy.
__ADS_1