
Sebastian yang begitu sangat lelah sekali dia pun istirahat sejenak di sofa dekat tempat tidur Maudy, dan Maudy yang melirikan mata nya dia melihat suaminya yang sudah tertidur pulas.
Lirikan mata tajam Maudy melirik ke arah jendela kamar nya yang terbuka.
" Aku bisa keluar dari kamar ini walaupun aku mungkin harus terluka karena terjatuh atau mungkin bisa saja nyawa ku yang terancam."
Maudy dengan perlahan dia pun beranjak dari tempat tidur nya, Maudy melihat suaminya yang begitu sangat nyenyak sekali tidur nya dan membuat nya mengambil jaket serta pisau untuk buah-buahan yang masih di simpan.
" Ada pisau aku bisa memanfaatkan nya."
Maudy membuka jendela kamar dia melihat begitu banyak menyeramkan sekali ketika dia mau turun dari kamar nya yang ada di lantai dua.
Maudy mencari cara bagaimana dia bisa turun dari jendela kamar itu, Maudy masuk kembali ke dalam kamar nya dia mengambil tas yang isinya uang dan dia memasukkan pisau. Maudy juga mengambil tali yang dia sambung menjadi sangat panjang sekali, Maudy berharap apa yang dia lakukan akan berhasil.
Maudy yang sudah mengetahui letak rumah nya, dia pun memilih untuk memakai mobil Sebastian agar gerbang bisa di buka.
Dengan secara perlahan Maudy pun turun dari lantai dua dengan tali yang dia ikat kuat di pagar, Maudy begitu sangat berhati-hati sekali karena semuanya demi bisa bertemu dengan Bianca.
Maudy pun akhirnya berhasil turun dia langsung turun dengan kunci mobil di tangan nya.
" Ini sangat mudah sekali untuk ku, aku akan dengan mudah keluar dari rumah ini dan menunggu Bianca di sekolah."
Maudy dengan mudahnya dia pun masuk ke dalam mobil suaminya dan menjalankan dengan kecepatan yang sangat tinggi sekali sehingga membuat satpam yang ada di rumah nya langsung membukakan pintu gerbang.
Satpam tersebut mengira jika yang keluar rumah itu adalah Sebastian Gunawan, dia tidak memikirkan Itu adalah Maudy.
" Tidak biasanya Pak Samuel mengendarai mobil nya dengan kecepatan yang sangat tinggi sekali yaa, sebenarnya apa yang terjadi yaa."
Satpam tersebut menutup rapat pintu gerbang tersebut.
Maudy tersenyum puas karena dia bisa keluar dari rumah nya dengan begitu sangat mudah sekali, Maudy memilih untuk pergi ke rumah Samuel.
Dia ingin sekali bisa bertemu dengan Bianca, tapi setelah sampai di depan rumah. Maudy tiba-tiba saja menghentikan mobil nya dia merasa takut dan tidak berani untuk masuk.
__ADS_1
" Bagaimana jika aku di perlakukan tidak baik yaa, aku tidak mau sampai di usir itu sangat menyakitkan sekali."
Maudy pun melihat wajah nya di depan kaca mobil, Maudy yang kelihatan sangat berantakan sekali dia juga tidak menggunakan make up dia kelihatan sangat polos sekali.
" Mata ku yang sampai bengkak seperti ini, karena terus saja menangis karena Sebastian yang hanya diam di tempat tidak mau bergerak."
Maudy tidak membawa Make up dan dia pun mencoba untuk merapihkan rambutnya, tiba-tiba saja terdengar suara klakson yang sangat kencang sekali dari belakang mobil nya dan membuat Maudy begitu sangat terkejut dia langsung membalikkan badannya.
" Astaga, itu sangat mobil milik Samuel bagaimana ini yaa."
Samuel turun dari mobil nya dan dia pun langsung mengetuk kaca jendela mobil tersebut, karena mobil Maudy yang menghalangi jalan masuk ke gerbang.
Maudy lebih memilih untuk pindah ke kursi belakang dia kelihatan sangat ketakutan sekali.
" Cepatlah buka maksud apa ini yaa, parkiran sembarangan di depan rumah orang lain. Mobil saya tidak bisa masuk ke dalam, coba tolong jalankan secepatnya mobilnya."
Maudy melihat Samuel yang hanya sendirian tidak terlihat ada Sesilia di belakang nya, dan Membuat Maudy langsung membuka pintu mobil nya dengan cara perlahan-lahan.
Maudy pun menundukkan kepalanya ketika dia membuka pintu mobil dan melihat wajah Samuel.
Maudy langsung menarik tangan Samuel sehingga membuat Samuel masuk ke dalam mobil nya.
Maudy memeluk erat tubuh Samuel sehingga membuat Samuel merasa tidak nyaman dengan apa yang di lakukan Maudy kepada nya.
" Maudy lepaskan pelukanmu, ingat kamu yang sudah mempunyai suami."
Samuel melepaskan paksa sehingga membuat Maudy merasa sangat kesal sekali.
" Kenapa kamu seperti ini,? apakah karena kamu yang sekarang sedang menjalani hubungan dengan Zivanna sehingga kamu sudah tidak mau berpelukan dengan ku."
Maudy yang begitu sangat egois sekali, dia yang sudah menikah dengan lelaki lain tapi melarang suaminya untuk bisa bersama dengan wanita lain.
" Maudy tolong jangan egois yaa, kamu mempunyai Sebastian dan aku yang tidak sampai salah paham yaa."
__ADS_1
Samuel memilih untuk keluar dari mobil Maudy, dia tidak mau berada berduaan bersama dengan Maudy di dalam mobil nya.
Maudy yang tidak berani untuk keluar rumah dia pun langsung memohon kepada Samuel.
" Samuel pertemukan aku bersama dengan Bianca sekarang juga, aku hanya ingin memeluk nya. Samuel apakah kamu tidak kasihan melihat aku yang sampai seperti ini, aku sampai despresi ketika aku yang ingin bertemu dengan Bianca saja."
Maudy menangis histeris di hadapan Samuel, sehingga membuat Samuel mulai merasa kasihan dengan Maudy.
Maudy mengetahui jika Samuel yang mudah luluh hatinya, Maudy memanfaatkan kesempatan ini agar Samuel mau mengikuti keinginan nya.
" Maudy, kesalahan mu itu terlalu besar. Kamu meninggalkan Bianca dan apakah aku harus selalu saja mengulangi apa yang kamu lakukan di saat dulu."
Samuel mulai tegas dia yang tidak mau Bianca menjadi trauma hanya karena bertemu dengan Maudy.
Tapi Maudy keluar dari mobil nya dan berlutut di hadapan Samuel sehingga membuat Samuel merasa sangat risih sekali.
Maudy menangis sambil berlutut dan membuat Samuel mulai merasa sangat kasihan sekali melihat nya.
Samuel menyuruh Maudy untuk berdiri dia tidak mau melihat Maudy sampai bersikap seperti ini kepada nya.
" Bangunlah, aku akan membawa mu bertemu dengan Bianca."
Mendengar perkataan tersebut Maudy pun langsung tersenyum tipis dan merasa jika rencana berhasil.
Maudy merasa Samuel yang begitu sangat mudah sekali untuk dia manfaatkan, Samuel memegang tangan Maudy dan mereka berdua pun berjalan menuju ke gerbang.
Tapi ketika Samuel mau membuka gerbang tangan Maudy di tarik begitu sangat kencang sekali, sehingga membuat Maudy berteriak kencang merasa sangat kesakitan sekali.
Samuel pun langsung membalikkan badannya dan dia begitu sangat terkejut sekali ketika melihat Zivanna yang ada di belakang nya.
Tatapan Zivanna begitu sangat tajam sekali kepada mereka berdua, dan Maudy pun mulai bersikap berlebih-lebihan di hadapan Samuel.
" Sakit sekali, dia wanita yang sangat kasar sekali."
__ADS_1
Maudy memperlihatkan tangan nya yang memerah akibat tarikan kencang tangan Zivanna.