I Love You CEO Tampan

I Love You CEO Tampan
Episode *175*


__ADS_3

Zivanna tersenyum puas ketika melihat Maudy yang merasa sangat kesakitan sekali karena nya.


" Bukan kah kamu despresi yaa, kenapa kamu bisa sampai ke sini yaa. Despresi sampai dua kali tapi bisa sampai mengendarai mobil dan tidak masuk rumah sakit jiwa, kenapa bisa seperti itu yaa."


Zivanna merasa tidak yakin jika Maudy yang benar-benar despresi dia merasa Maudy yang hanya ingin mendapatkan simpatik dari banyak orang saja.


" Kamu yaa dasar seorang pelakor, wanita murahan tidak puas kah kamu untuk mengambil pekerjaan orang lain. Kamu benar-benar wanita yang licik Zivanna, dan sekarang kamu berniat untuk menjadi ibu sambung untuk Bianca hah? aku tidak akan pernah membiarkan nya Bianca mempunyai ibu seperti mu."


Samuel mulai menjaga jarak dengan Maudy, dia yang ingin menjadi penonton perkataan mereka berdua.


" Aku seorang pelakor dan kamu bilang aku wanita yang murahan,? bisakah kamu bercermin? kamu wanita yang sudah bersuami tapi masih saja berharap kepada mantan suami nya. Kenapa karena dulu mantan suami mu itu miskin yaa, jadi cari suami baru yang kaya raya eh sekarang mantan suami sudah kaya raya jadi balik lagi deh sama mantan suami merasa wanita paling cantik ya?."


Maudy yang begitu sangat emosional sekali dia pun langsung mengangkat tangan nya dia ingin menampar Zivanna tapi Samuel menahan tangan tersebut dan Bianca berteriak kencang menyebut nama Zivanna.


" Suster Zivanna."


Melihat Bianca keluar dari rumah dan berlari menjadikan kesempatan untuk Maudy, berlari menghampiri Bianca dan memeluk nya.


Bianca begitu sangat terkejut sekali ketika melihat wajah Maudy yang pucat serta rambut yang berantakan.


Maudy berhasil memeluk Bianca, tapi Bianca terus saja menolaknya sampai mendorong tubuh Maudy.


Zivanna tidak bisa melakukan apapun karena bagaimana pun juga Maudy itu adalah ibu kandung dari Bianca.


Samuel yang langsung mengendong Bianca, Bianca menangis histeris dan merasa sangat ketakutan sekali dia begitu sangat trauma berat.


Zivanna menghampiri Samuel dan juga Bianca dan dia melihat penampilan Maudy yang acak-acakan.


" Pak Samuel, lebih baik Pak Samuel buat Bu Maudy tidak sampai keluar rumah kita. Sampai suaminya datang untuk menjemput nya, sangat bahaya sekali jika dia mengendarai mobil sendiri."


Zivanna mengantikan Samuel, dia yang mengendong Bianca.


Zivanna melihat Bianca yang begitu sangat ketakutan sekali, dia pun langsung membawa Bianca ke dalam kamar nya bersama dengan Suster Vina.

__ADS_1


Samuel membangunkan Maudy, dan Maudy menolak nya Maudy hendak ingin berlari ke luar rumah tapi Samuel dengan sigap dia langsung memegang tangan Maudy.


"Lepaskan aku Samuel, aku ingin pergi ke rumah ku. Kenapa kamu memperlakukan aku seperti bukan manusia, kenapa kamu memperlakukan aku seperti bintang saja."


Sesilia yang baru saja pulang dari kantor dia begitu sangat terkejut sekali ketika melihat pemandangan Samuel dengan Maudy.


" Astaga Maudy, dia kelihatan seperti orang benar-benar sakit. Rambut nya berantakan sekali yaa, kenapa dia sampai bisa masuk ke dalam rumah nya mengerikan sekali melihat wajah nya dia itu kan Brand Ambassador produk kecantikan."


Sesilia keluar dari mobil nya dan dia pun mencoba untuk menenangkan perasaan Maudy.


" Maudy, kamu bisa tenang kan. Lihat lah kamu seperti apa sekarang lihat lah Maudy, kamu berteriak-teriak di depan rumah orang lain dengan penampilan rambut berantakan dan kamu itu adalah Brand Ambassador produk kecantikan. Bayangan jika ada wartawan yang melihat nya, Astaga kamu bukan hanya kehilangan pekerjaan mu tapi juga akan membuat kamu malu."


Ucapan Sesilia membuat Maudy diam seketika.


" Sudahlah berhenti untuk berakting despresi karena ini sudah ke dua kalinya, kamu hanya mempermalukan diri kamu sendiri Maudy."


Samuel pun melepaskan genggaman nya.


Samuel pun tidak memegang tangan Maudy, dia membiarkan Maudy jalan sendiri masuk ke dalam rumah nya.


Sesilia memanggil pegawai nya untuk menyiapkan lilin aromaterapi di kamar mandi.


" Pergilah sana mandi, kamu sangat bau sekali dan jangan lupa cuci rambut panjang mu itu."


Pegawai rumah pun bersikap sangat baik sekali dengan Maudy dan Samuel pun langsung menggelengkan kepalanya sambil tersenyum.


" Mama hebat sekali yaa, aku tadi seperti sedang main film bersama dengan Zivanna dia hampir saja di tampar kembali oleh Maudy."


Mendengar Zivanna ada di sini ini akan di manfaatkan oleh Sesilia agar hubungan Zivanna dan Samuel semakin nyata.


" Zivanna ada di kamar Bianca sekarang,? Mama ingin bertemu dengan Zivanna dan kamu jangan lupa untuk menghubungi nomer handphone Sebastian agar dia menjemput istri nya yang memalukan itu."


Samuel mengikuti apa yang di katakan oleh Mama nya, dia pun langsung menghubungi Sebastian.

__ADS_1


* Hallo Sebastian*


* Ya hallo Samuel*


Suara Sebastian kelihatan sangat panik seperti dia baru menyadari jika Maudy hilang.


* Cepatlah datang ke rumah ku sekarang juga dan bawa istri mu ini, dia sangat memalukan sekali*


* Astaga Maudy, sudah ku duga dia pasti akan melarikan diri ke sana. Sebelumnya aku meminta maaf atas apa yang sudah di lakukan oleh Maudy dan aku juga berterima kasih banyak karena kamu sudah mau memberitahu saya*


* Oke tenang saja, sekarang cepatlah datang ke sini*


* Baik saya akan pergi ke sana sekarang juga*


Samuel mengakhiri panggilan telephone nya dan Sebastian yang merasa sangat malu sekali dia pun langsung pergi menuju ke rumah Samuel.


" Maudy, kenapa kamu harus melakukan ini semua. Ini sangat memalukan sekali, kamu sering datang ke rumah mantan suami mu hanya karena ingin bertemu dengan Bianca."


Sebastian merasa sangat emosional sekali tapi dia juga tidak bisa menyalakan Maudy karena dia bersikap seperti itu karena ingin bisa bertemu dengan anak nya.


" Aku mengerti ini adalah sebuah perjuangan seorang ibu terhadap anaknya, tapi apa yang sudah Maudy lakukan di masa lalu memang sangat jahat sekali."


Sebastian menjalankan mobilnya dengan kecepatan yang sangat tinggi sekali, dia juga mengingat Maudy yang nekat turun dari jendela kamar nya.


Hal tersebut begitu sangat membahayakan nyawa Maudy, Maudy yang sudah nekat melakukan apapun demi Bianca.


Ketika Sebastian yang menuju ke rumah Samuel dia yang sepanjang perjalanan menghawatirkan Maudy.


Maudy di rumah Samuel dia begitu sangat menikmati mandi dengan sangat bersih sekali, Maudy pun melihat wajah nya sudah tidak seperti dulu lagi.


" Zivanna sekarang mengantikan posisi ku, tapi besok aku akan kembali ke kantor. Aku ingin Zivanna tidak mempunyai pekerjaan, biarkan dia mencari lagi lelaki yang baru untuk memberikan modal untuk keperluan sehari-hari."


Maudy yang belum tahu tentang kebohongan Zivanna, dia terus saja menganggap jika Zivanna itu adalah wanita simpanan Dokter Richard.

__ADS_1


__ADS_2