I Love You CEO Tampan

I Love You CEO Tampan
Episode (406)


__ADS_3

Maudy memegang handphone dia ingin mengetahui apakah rencana berjalan dengan lancar atau tidak.


" Apakah Irene sudah tidak bernafas sekarang, aku ini mendengar kabar kematian nya."


Maudy yang begitu sangat benci sekali dengan Irene.


" Kamu tidak bisa mendekati suamiku, sampai kapan pun Sebastian adalah suamiku selamanya."


Maudy keluar dari kamar nya dia melihat Mama nya yang baru saja datang.


" Wajah Mama kelihatan sangat kesal sekali, ada apa dengan Mama yaa."


Maudy berjalan cepat menuju ke Mama nya.


" Kenapa Mama,? Wajah Mama seperti sangat kesal sekali."


Maudy duduk di samping Mama nya.


" Mama baru saja bertemu dengan Sebastian, Mama melampiaskan kekesalan Mama kepada nya."


Maudy tersenyum tipis dia merasa Mama sekarang sudah masuk dalam cerita nya.


" Mama menampar pipi Sebastian dua kali, Maudy lebih baik kamu berpisah saja dengan Sebastian."


Mama Maudy langsung pergi ke kamar nya.


" Tidak, aku tidak mau berpisah tapi aku juga tidak mau kembali bersama dengan nya. Aku ingin membuat Sebastian dan Irene menderita, sekarang aku tinggal menunggu kabar baik Irene."


Handphone Maudy berdering kencang dia melihat panggilan telephone masuk nomber yang tidak di kenal.


" Siapa ini yaa, nomber yang tidak aku ketahui."


Maudy memilih untuk mematikan handphone.


Ketika Maudy hendak kembali masuk ke dalam kamar nya, dia mendengar suara bell.

__ADS_1


Melihat para pegawai nya sedang sibuk di dapur, akhirnya Maudy yang membuka pintu terbuka.


Ternyata ada yang mengirimkan bucket bunga mawar merah untuk nya.


" Terimakasih banyak yaa."


Maudy mencari tahu siapa yang mengirimkan bunga untuk nya.


" Bagaimana yaa ini tidak ada nama pengirimnya."


Maudy melihat bunga yang sangat indah dan cantik.


" Apakah Sebastian yang mengirimkan bunga ini untuk ku, karena tidak ada tahu alamat rumah ku."


Maudy masuk ke dalam kamar nya dia mengunci pintu kamar nya.


" Akan aku simpan bunga mawar merah ini, sangat cantik sekali."


Maudy begitu sangat senang sekali walaupun dia tidak mengetahui siapa yang mengirimkan bunga tersebut.


Semua berkumpul Zivanna membawa Zivilia juga.


" Papa, aku ingin bertemu dengan Mama besok yaa. Aku sangat merindukan Mama, dan setelah itu kita pergi ke rumah Papa Sebastian yaa kita bawa ke rumah adik Christiani."


Zivanna seketika dia langsung terkejut mendengar perkataan Bianca yang mau membawa anak Maudy dengan Felix.


" Tidak, pulang sekolah kamu langsung pulang Bianca."


Suara Samuel terdengar sangat jelas sekali dia seperti sedang emosi.


" Papa jahat sekali, aku ingin bertemu dengan Mama kenapa Papa melarang."


Bianca bicara sangat keras sekali di hadapan Papa nya.


" Mama despresi, dia berada di rumah sakit jiwa. Bukan rumah sakit yang biasa kami kunjungi, sudah diam saja di rumah. Ada adik Zivilia, dia ini adalah adik kandung mu."

__ADS_1


Bianca merasa sangat marah dia langsung berlari menuju ke kamar nya.


Zivanna memperhatikan wajah Bianca yang sangat sedih sekali.


" Bianca sangat merasa Mama nya, mungkin dengan kedatangan Bianca. Maudy bisa kembali seperti dulu lagi, dan menyiapkan rencana jahatnya untuk Irene."


Zivanna yang seperti sudah mengetahui sikap Maudy.


" Berbahaya jika Maudy sampai kembali sehat, dia pasti banyak ingin balas dendam kepada banyak orang."


Zivanna memilih untuk mengendong Zivilia.


" Aku ke kamar duluan yaa, sekarang lebih baik kamu mengobrol dengan Mama saja."


Suster Vina juga memilih untuk pergi ke kamar Bianca, walaupun sebenarnya suster Vina sudah sangat lelah dengan sikap Bianca.


" Samuel, sudah pertemuan saja Bianca dengan Maudy. Tapi jangan pernah membawa bayi lelaki nya, Mama tidak mau melihatnya."


Samuel mengeluarkan handphone nya dia mencoba untuk menghubungi Sebastian.


* Hallo Sam*


* Sebastian apakah aku menggangu waktu makan malam mu*


* Tidak, aku tidak sedang makan malam*


* Bianca ingin bertemu dengan Maudy*


* Maudy sudah tidak di rumah sakit, Maudy si jemput oleh orang tuanya*


* Maudy tidak di rumah sakit jiwa,? apakah ini tidak bahaya untuk Irene dan Felix*


* Sangat bahaya sekali, Irene sudah mulai di teror oleh Maudy*


* Astaga Maudy benar-benar jahat sekali, yasudah ya Sebastian terimakasih atas informasinya*

__ADS_1


* Ya, sama-sama Samuel*


__ADS_2