
Di saat Zivanna yang sedang menikmati masa-masa indah nya menjadi Brand Ambassador produk kecantikan milik ibu nya.
Maudy dia merasa tidak menerima jika Zivanna yang mengantikan posisi nya.
Maudy yang menonton peresmian Brand Ambassador terbaru, dia sangat kesal.
" Bagaimana mungkin seorang model profesional di gantikan oleh seorang yang tidak mempunyai bakat di dunia entertainment, Zivanna di pilih hanya karena dia adalah putri dari pemilik Skincare Beauty Lollyta ini sangat membuat aku kecewa."
Maudy langsung mematikan televisi nya, dia yang merasa bosan di rumah.
" Aku sangat merindukan Bianca, seperti nya Bianca sudah mengetahui semuanya bagaimana sikap Bianca kepada Zivanna. Aku harus sering mengajarkan Bianca sikap asli ku kepada nya, Bianca harus membuat Zivanna keluar dari rumah itu."
Maudy berniat untuk bertemu dengan Bianca di sekolah nya, dia sekarang merasa lebih berani karena Bianca yang sudah bisa menerima kehadiran nya.
Bianca bisa melawan Suster Vina jika keinginan nya yang tidak di turuti.
Maudy masuk ke dalam mobil dia berniat untuk membelikan cemilan untuk Bianca di jalan.
Maudy ingin membeli ice cream untuk Bianca.
Di sekolah Suster Vina merasa tidak nyaman dia pun mencoba untuk mengirimkan pesan kepada Samuel.
* Pak Samuel, hari ini Nona Zivanna menjadi Brand Ambassador mengantikan posisi Bu Maudy. Saya merasa Bu Maudy pasti akan datang ke sekolah, untuk bertemu dengan Bianca*
Suster Vina tidak mau Bianca yang bisa pergi begitu saja, Suster Vina ingin Bianca lebih bisa mengikuti keinginan Papa nya.
" Bu Maudy pasti akan meracuni pikiran Bianca, sehingga Bianca semakin benci Zivanna ini tidak bisa terjadi. Aku merasa tidak ikhlas seharusnya pernikahan Zivanna yang sangat bahagia bersama dengan lelaki yang dia cinta, begitu sangat berat pengorbanan yang di berikan Zivanna untuk bisa menikah dengan Pak Samuel."
Suster Vina melihat jam di handphone nya.
" Waktu nya pulang tinggal 30 menit lagi, tapi kenapa Pak Samuel tidak membalas pesan dari ku yaa. Seperti dia sibuk, jika sampai Bu Maudy datang aku akan mengikuti Bianca."
Samuel yang sibuk dia baru bisa membaca pesan dari Suster Vina.
" Seperti nya apa yang di takutkan Suster Vina memang akan terjadi, Maudy pasti akan datang kembali ke sekolah Bianca."
Samuel pun langsung pergi dari ruangan dia ingin menemui Maudy secara langsung.
Samuel merasa sangat emosional sekali dia ingin secepatnya sampai di sekolah Bianca.
" Astaga kenapa harus macet seperti ini yaa, aku sangat tidak suka sekali."
Samuel harus sabar menunggu sedangkan jam pulang Bianca tinggal beberapa menit lagi.
Samuel merasa jika dia akan di dahului oleh Maudy.
Samuel mengeluarkan handphone untuk mengirimkan pesan kepada Suster Vina.
* Aku pasti datang Suster Vina, jika Maudy benar-benar datang biarkan saja. Aku ingin bicara langsung dengan Maudy, aku sudah kehilangan kesabaran ku*
* Baiklah Pak Samuel*
Suster Vina merasa tenang ketika dia mengetahui Samuel yang akan datang.
__ADS_1
Dan seperti dugaan nya, Maudy pun datang dengan membawa kan makanan.
Maudy langsung menghampiri Suster Vina dia memberikan makanan dan minuman.
" Ini untuk mu Suster Vina, ijinkan aku makan siang bersama dengan Bianca."
Suster Vina mengambil makanan dan minuman tersebut.
" Terimakasih banyak."
Maudy langsung pergi meninggalkan Suster Vina, dia menunggu Bianca di depan gerbang.
Bianca pun akhirnya keluar dan langsung memeluk erat Maudy.
" Mamaaaa."
Maudy merasa sangat senang sekali dia pun langsung melepaskan pelukan erat Bianca.
" Bagaimana sayang belajar nya,? Mama yakin sekali kamu pasti yang paling pintar di kelas."
Maudy memegang tangan Bianca untuk mencari tempat untuk mereka berdua makan.
" Aku merasa lebih bersemangat karena semua aku mempunyai Mama, dan aku pun selalu bisa menjawab pertanyaan dari guru ku."
Maudy merasa sangat terharu sekali melihat Bianca tumbuh menjadi anak yang cantik dan pintar.
" Yasudah yaa sayang sekarang kita makan yaa bersama."
" Terimakasih Mama."
Bianca menikmati makanan nya dan Suster Vina memperhatikan mereka berdua.
Ketika sedang makan, Bianca ingat dengan keributan nya bersama dengan Mommy Zivanna.
" Mama sekarang pasti sangat sedih yaa, karena pekerjaan Mama di rebut oleh Mommy Zivanna."
Mendengar pertanyaan Bianca, Maudy pun langsung mengubah ekspresi wajah nya menjadi sedih agar Bianca semakin benci Zivanna.
" Iya sayang Mama sangat sedih sekali, sekarang Mama jadi tidak mempunyai pekerjaan."
Bianca memegang tangan Maudy.
" Mama jangan sedih yaa, jangan balas kejahatan Mommy Zivanna biarkan saja dia seperti itu."
Maudy pun langsung berakting menangis di hadapan Bianca.
Samuel turun dari mobil nya dia melihat Bianca dan Maudy yang sedang berduaan.
" Maudy benar-benar membuat ku emosional, berani sekali dia melakukan seperti ini."
Samuel pun langsung menghampiri mereka berdua dan dia menepuk pundak Maudy.
Maudy membalikkan badannya dia merasa begitu sangat terkejut sekali ketika melihat Samuel di hadapan nya.
__ADS_1
" Bianca sudah Papa bilang, pulang sekolah itu langsung pulang jika seperti ini lupakan perkataan Papa yang mengijinkan kamu untuk bisa bertemu dengan Mama mu di hari libur karena ternyata kalian berdua bertemu di hari-hari sekolah."
Bianca mulai merasa sangat ketakutan sekali dan Maudy mulai membela Bianca.
" Sudahlah Sam, aku dan Bianca adalah ibu dan anak. Kita bertemu setiap hari pun tidak ada masalah, karena Bianca pasti merasa bosan diam di rumah yang hanya bersama dengan Suster Vina karena Mommy baru nya saya sibuk dengan pekerjaan nya."
Samuel tersenyum tipis mendengar perkataan Maudy.
" Hak asuh Bianca jatuh di tangan aku, kenapa sekarang kamu mau mengakui jika Bianca ini adalah anak mu sedangkan waktu masih bayi kamu tidak mau mengurus nya."
Bianca dengan mata yang berkaca-kaca dia langsung menatap wajah Maudy.
" Maudy, pernah kamu merasakan begadang setiap malam untuk memberikan susu formula kepada Bianca mengantikan popok nya ? tidak pernikahan kan. Kamu lebih memilih untuk bersama dengan Sebastian, lelaki yang lebih muda umur nya dari kamu karena mempunyai banyak uang jahat sekali kan kamu Maudy."
Samuel langsung menarik tangan Bianca.
" Aku tidak akan pernah mengijinkan kamu untuk bertemu dengan Bianca, kamu tidak bisa di maafkan Maudy sikap sudah sangat jahat sekali dengan Bianca."
Bianca tiba-tiba saja dia langsung terdiam ketika mendengar perkataan Papa nya.
Maudy merasa sangat kesal sekali dengan Samuel karena selalu mengungkapkan masa lalu nya di depan Bianca.
" Samuel, walaupun kamu yang mencoba untuk tidak mengijinkan ku untuk bertemu dengan Bianca tapi Bianca pasti akan sering menghubungi ku dan aku akan mempengaruhi Bianca agar menjadi jahat kepada Zivanna."
Maudy dengan sangat terpaksa dia pun masuk ke dalam mobil nya untuk pergi ke salon kecantikan.
Maudy tidak mau kelihatan tua ketika dia yang selalu merasa emosional dengan Samuel dan Zivanna.
Di saat Maudy yang sudah pergi, Samuel memegang erat tangan Bianca.
Bianca pun langsung menangis di hadapan Suster Vina.
" Masuk ke dalam mobil, Papa tidak mau melihat kamu bertemu dengan Mama mu lagi."
Suster Vina pun langsung mengajak Bianca masuk ke dalam mobil nya, dan Samuel menutup rapat pintu mobil.
Samuel harus kembali ke kantor nya, dia merasa sudah tenang jika Bianca yang sudah masuk ke dalam mobil.
" Semoga Bianca mengerti dengan apa yang aku katakan tadi, semakin Bianca sering bertemu dengan Maudy. Semakin Bianca tidak menghargai kehadiran Zivanna sebagai ibu sambung nya, sikap Bianca berubah di saat Maudy hadir untuk memberikan pengaruh negatif terhadap Bianca.
Samuel masuk ke dalam mobil nya dia menuju ke kantor tapi di tengah perjalanan dia lupa memberikan selamat kepada Zivanna.
Samuel pun langsung memberhentikan mobilnya untuk mengirimkan pesan kepada Zivanna
* Selamat yaa istriku yang cantik, sekarang kamu yang menjadi Brand Ambassador Beauty Skincare. Kamu memang sangat pantas sekali, sekali lagi selamat yaa sayang*
Setelah mengucapkan selamat kepada Istri nya, Samuel berencana untuk membelikan kejutan untuk Zivanna ketika dia pulang.
Samuel akan memberikan mahkota berlian untuk Zivanna, karena menurut nya Zivanna seperti seorang Ratu.
" Aku akan selalu mencoba untuk membahagiakan Zivanna dengan cara ku sendiri, walaupun mungkin sederhana tapi aku akan akan selalu membuat kamu bahagia Zivanna."
Selesai mengirimkan pesan, Samuel melanjutkan kembali perjalanan menuju ke kantor nya.
__ADS_1