I Love You CEO Tampan

I Love You CEO Tampan
Episode #299#


__ADS_3

Melihat kondisi Bianca yang sudah membaik membuat Samuel mencoba untuk menghubungi nomer handphone Zivanna.


Tapi ternyata nomber handphone Zivanna yang tidak aktif.


" Seperti nya Zivanna marah kepada ku, besok aku akan meminta maaf kepada Zivanna."


Bianca mendengar perkataan Papa nya dan dia seperti menginginkan untuk bisa di rawat lama di rumah sakit itu.


Agar Papa selalu bersama dengan dia tidak dengan Mommy Zivanna.


" Papa, aku sangat pusing sekali Papa."


Samuel langsung memasukkan kembali handphone nya dan fokus pada Bianca.


" Kamu merasa pusing sayang, seperti kamu terlalu capek yaa sini Papa pijit kepala nya."


Bianca terpaksa berbohong agar Papa nya tidak maen handphone Apalagi sampai menghubungi Mommy Zivanna.


" Papa, jangan tinggalkan aku yaa. Besok Papa jangan bekerja yaa, Papa harus di sini bersama dengan aku yaa."


Samuel tersenyum tipis mendengar perkataan Bianca.


" Besok Papa tidak akan bekerja, Papa akan selalu bersama dengan Bianca. Tapi Bianca juga hanya cepat sembuh yaa, jangan terlalu lama di rumah sakit yaa sayang. Tidak enak loh lihat infusan ini, dan makanan nya pun tidak bisa pilih pilih seperti di rumah."


Bianca pun hanya bisa terdiam saja dia hanya ingin bersama dengan Papa nya.

__ADS_1


" Papa, bolehkah aku menghubungi Mama Maudy. Aku ingin memberitahu Mama jika aku sekarang sedang sakit, Mama harus mengetahui nya."


Bianca berencana ingin menyatukan kembali Mama nya dengan Papa nya, karena menurut Bianca Papa Sebastian tidak cocok untuk Mama nya.


Papa Sebastian yang sangat jahat sekali dengan Mama nya.


" Kamu bisa menghubungi Mama mu di saat Papa yang sedang bekerja, jangan biarkan Mama mu besok datang ke sini."


Bianca merasa sangat kesal sekali dia merasa rencana nya gagal.


Di saat mereka berdua sedang saling diam tiba-tiba saja terdengar suara ketukan pintu dan Samuel pun langsung membalikkan tubuhnya dan melihat ternyata orang tua Zivanna yang datang.


Bianca yang tidak di tangani oleh Dokter Richard, dia di tangani oleh Dokter Specialis Anak yang lain nya.


" Bianca bagaimana dengan kondisi mu sekarang,? kamu sudah membaik sekarang?."


Lollyta memeriksa suhu tubuh Bianca yang memang sedikit hangat.


" Aku sudah membaik karena ada Papa bersama dengan ku, dan Papa hanya harus bersama dengan ku."


Mendengar perkataan Bianca membuat Lollyta mengetahui jika sikap Bianca yang sangat keras sekali.


" Bu, bagaimana dengan Zivanna dia pasti sangat marah dengan ku?."


Lollyta langsung memandangi wajah Bianca di saat dia ingin membicarakan tentang Zivanna.

__ADS_1


" Zivanna sedang beristirahat, dan seperti nya Zivanna belum sempat mengatakan kejutan kepada mu Samuel."


Lollyta terpaksa dia harus berbohong kepada dia tidak mau mengatakan yang sebenarnya di hadapan Bianca.


" Kejutan apa yaa Buu,? Zivanna belum mengatakan nya."


Lollyta pun tersenyum tipis kepada Samuel.


" Nanti saja yaa, lebih baik kamu mendengar langsung dari Zivanna."


Ekpresi wajah Bianca langsung berubah menjadi cemberut dia begitu sangat jelas sekali tidak menyukai perkataan Lollyta.


" Samuel, besok pagi Ibu tunggu di kantor ibu yaa ada yang ingin ibu bicarakan dengan kamu dan sekarang ibu akan pergi yaa."


Lollyta dan Dokter Richard membawa buah-buahan di menyimpan di meja.


" Cepat sembuh Bianca, semoga sikap mu juga bisa cepat berubah seperti Bianca yang dulu."


Lollyta pun langsung pergi dengan suaminya dan Samuel merasa jika Lollyta yang tidak menyukai sikap Bianca yang sekarang.


Bianca terus saja cemberut sampai Lollyta dan Dokter Richard keluar dari ruangan nya.


Samuel pun memilih untuk menyuruh Suster Vina untuk menjaga Bianca, karena dia ingin menyusul Lollyta dan bertanya apa yang akan dia bicarakan di kantor.


Karena Samuel besok ingin fokus pada Bianca.

__ADS_1


__ADS_2