I Love You CEO Tampan

I Love You CEO Tampan
Episode 362


__ADS_3

Sebulan kemudian setelah kelahiran anak pertama Irene, hari ini adalah hari pertama Irene bekerja sama dengan Lollyta skincare.


Irene kelihatan sangat cantik sekali, kecantikan Irene tidak jauh berbeda dengan Zivanna.


Irene bersiap untuk pergi ke kantor dia berpamitan dengan putra nya.


" Sayang Ibu pergi dulu yaa, ini adalah hari pertama ibu bekerja. Kamu baik-baik yaa bersama dengan Suster di rumah, Ibu akan selalu merindukan mu."


Irene mencium kening Ferell dia pun langsung pergi, Apartemen yang tidak jauh dari kantor.


Irene memilih untuk memakai taksi untuk menuju ke kantor nya.


Lollyta dan Zivanna menunggu kedatangan Irene dan mereka pun terpesona melihat kecantikan Irene.



Lollyta tidak salah pilih dengan Irene yang cocok untuk menjadi model majalah skincare nya.


Irene langsung berlari menghampiri Zivanna dan Lollyta.


" Irene kamu sangat cantik sekali."


Lollyta memuji kecantikan Irene.


" Terimakasih banyak Ibu Lollyta."


Melihat Irene yang sudah datang Zivanna lebih memilih untuk masuk ke dalam ruangan untuk melakukan siaran live di akun media sosial nya.


Sedangkan Irene dia melakukan pemotretan.


Lollyta merasa jika Irene akan menjual banyak kosmetik nya, Irene kelihatan sangat cantik dan sempurna.

__ADS_1


Hasil pemotretan Irene pun langsung di tanggapi positif terhadap banyak orang.


Maudy yang kebetulan sedang bersama dengan Sebastian dia melihat Irene di media sosial.


Irene yang sedang mempromosikan produk terbaru Lollyta Beauty Skincare.


Maudy terus saja memperhatikan wajah Irene dia yang seperti mengenal nama nya dan juga menginginkan nama nya.


Sebastian melihat Maudy yang seperti melamun sambil memegang handphone nya, Sebastian yang merasa penasaran dia langsung mengambil handphone Maudy.


" Irene, dia menjadi model untuk produk skincare milik Bu Lollyta. Padahal sebelumnya dia baru saja melahirkan anak pertama nya, anak dari Felix Felio tapi bodohnya Felix dia tidak mau bertanggung jawab."


Sebastian memberikan kembali handphone istrinya.


" Kenapa kamu bisa tahu semuanya,? kamu mengenal wanita ini?."


Maudy mulai curiga terhadap suaminya.


" Apakah kamu mengenal Felix,?"


" Aku hanya mengetahui jika Felix itu lelaki yang pernah di jodohkan dengan Zivanna."


Suara Maudy terdengar bergetar dan Sebastian pun langsung tersenyum.


" Aku tidak menyangka jika Felix adalah lelaki yang seperti itu, gemar tidur dengan berbagai macam wanita. Beruntung sekali Zivanna mendapatkan lelaki yang tepat yaa, tapi aku merasa yakin sekali ada wanita yang sedang hamil anak Felix."


Sebastian berdiri dari tempat duduk nya dia pergi ke kantor tanpa berpamitan terlebih dahulu kepada Maudy.


Maudy memegang perut nya sambil mengusap nya.


" Tidak, anak ini adalah anak Sebastian bukan anak Felix. Apa jadinya jika anak ini adalah anak Felix, Felix yang umurnya jauh lebih muda di banding dengan ku."

__ADS_1


Maudy mulai merasa tidak nyaman dengan kehadiran Felix yang semakin membuat orang mengenal nya.


" Apakah aku harus bertemu dengan Felix yaa, tapi untuk apa aku bertemu dengan nya. Ini bukan anak nya, ini anak ku dengan Sebastian."


Maudy mulai merasa pusing dia pun langsung pergi ke kamar untuk beristirahat, Maudy tidak mau kondisi nya sampai lemah hanya karena memikirkan siapa ayah biologis dari anak nya.


Di tempat yang lain Bianca keluar dari gerbang sekolah dia berlari menuju ke Suster Vina.


Sudah satu bulan Zivanna tinggal bersama di sana tapi mereka masih saja tidak mau bertegur sapa di rumah.


Suster Vina dan Bianca masuk ke dalam mobil.


" Bianca, apa yang akan kamu lakukan jika Mommy Zivanna melahirkan adik perempuan pertama mu?."


Suster Vina ingin mengetahui sikap Bianca kepada Zivanna apakah akan berubah.


" Aku tidak perlu menyayangi anak itu, karena jika dia terlahir akan banyak yang sayang dengan nya."


Jawaban Bianca terdengar sangat ketus sekali.


" Lalu bagaimana jika adik ke dua mu lahir, adik dari Mama Maudy."


Karena mengetahui jika adik nya akan di tinggalkan oleh Mama nya, jawaban Bianca berbeda jauh dengan Mommy Zivanna.


" Aku akan sayang dengan nya, karena di saat nanti dia terlahir dia tidak akan mendengarkan rasa kasih sayang yang banyak."


Mendengar perkataan Bianca, Suster Vina merasa jika Bianca yang sudah mengetahui sesuatu.


" Kenapa kekurangan kasih sayang, bukan kah Mama Maudy mempunyai Papa Sebastian yang sangat menginginkan kehadiran adik bayi itu."


Bianca memilih untuk diam dia tidak mau sampai membongkar rahasia jahat Mama nya, Bianca tidak mau kehilangan Mama nya.

__ADS_1


Suster Vina akan mencari tahu informasi tentang kehamilan Maudy, dia juga akan banyak bertanya tentang Maudy kepada Bianca.


Suster Vina yakin, Bianca pasti akan bercerita kepada nya apa yang sebenarnya terjadi.


__ADS_2