I Love You CEO Tampan

I Love You CEO Tampan
Episode (141)


__ADS_3

Maudy yang terus-menerus bercerita tentang masa-masanya indah dirinya ketika awal pernikahan bersama dengan Samuel.


Sesilia hanya terdiam saja menurut nya keindahan masa lalu itu hilang begitu saja ketika Maudy menghianati cinta Samuel.


Maudy ingin sekali Sesilia kembali baik kepada nya dan mau menerima kehadiran nya kembali di rumah itu.


" Maudy, untuk apa kamu membicarakan tentang masa lalu pernikahan kamu bersama dengan Samuel. Bukan kah sekarang kamu sedang bersama dengan Sebastian,? sangat tidak pantas sekali seorang wanita yang sudah bersuami membicarakan kenangan masa lalu nya bersama dengan mantan suami nya."


Sesilia pun langsung berdiri dari tempat duduk nya.


" Sekarang percuma saja kamu membicarakan tentang pernikahan mu dengan Samuel yang kamu bilang indah tapi kenyataannya kamu itu menghianati cinta Samuel."


Sesilia pun memilih untuk pergi dia merasa sudah tidak tahan mendengar perkataan Maudy.


" Ternyata tidak semudah itu aku bisa masuk kembali ke keluarga itu, aku pikir setelah Zivanna pergi aku bisa mendapatkan cela itu masuk kembali ke rumah itu tapi ternyata tidak semudah itu."


Maudy memilih untuk pergi ke rumah nya, dia yang ingin membicarakan tentang Suster Vina yang akan menjadi Suster baru untuk Bianca.


" Aku bisa masuk ke dalam rumah dengan alasan membantu Suster Vina untuk Bianca, dan semoga Bianca mau menerima kehadiran Suster Vina."


Maudy dengan sangat cepat dia pun menjalankan mobil nya, dia kelihatan sangat bersemangat sekali karena ingin segera membawa Suster Vina ke keluarga Samuel Mahendra.


Sesampainya Maudy di rumah nya dia pun langsung mencari Suster Vina.


" Suster Vina ayo kemarilah, ada yang ingin aku bicarakan."


Suster Vina mengikuti perkataan Maudy karena kelihatan sangat serius sekali.


" Suster Vina, aku sudah sembuh dan tidak akan pernah despresi kembali. Mulai besok kamu datang ke rumah Pak Samuel Alexander, untuk menggantikan posisi Suster Zivanna karena dia sudah tidak bekerja lagi di rumah itu."


Suster Vina pun merasa sangat kaget karena mengetahui jika Suster Zivanna dia sangat dekat sekali dengan Bianca, dan bahkan hubungan mereka berdua sangat dekat sekali.


" Memang nya kemana Suster Zivanna, dia tidak mungkin mengundurkan diri karena saya tau Suster Zivanna itu sangat sayang sekali dengan Bianca."


Suster Vina sangat dekat sekali dengan Suster Zivanna, dia juga mengetahui jika Suster Zivanna yang diam-diam menyimpan suka terhadap Pak Samuel Mahendra.


" Suster Zivanna itu sudah tidak baik nama nya, sehingga dia di usir. Dia ketahuan menjadi simpanan seorang lelaki, sehingga keluarga Samuel tidak menginginkan kehadiran Suster Zivanna kembali."


Suster Vina merasa tidak percaya dengan apa Maudy, karena tidak mungkin Suster Zivanna menjadi simpanan seorang lelaki sedangkan hidup sangat berkecukupan sekali.

__ADS_1


Tapi Suster Vania memilih untuk diam dia tidak mau ikut campur dalam berbicara dengan Maudy.


" Yasudah Suster Vania silahkan istirahat yaa, dan nanti pasti mulai berkemas yaa karena besok kita akan pergi ke rumah masa lalu kuu."


Maudy memilih pergi ke kamar nya, sedangkan Suster Vina dia merasa tidak percaya dengan perkataan Maudy tentang Suster Zivanna yang menjadi simpanan Sugar Daddy.


Suster Vania masuk ke dalam kamar nya dia yang seperti sedang memikirkan sesuatu.


" Seperti nya aku harus bertanya langsung dengan Suster Zivanna apa yang sebenarnya terjadi dengan nya."


Suster Vina memegang handphone nya, dia mencoba untuk mencari informasi langsung dari Suster Zivanna.


" Lebih baik aku menanyakan langsung kepada Suster Zivanna, karena aku tidak mudah untuk percaya kepada perkataan Bu Maudy yang jelas-jelas dia bukan orang yang baik."


Suster Vina pun mencoba untuk menghubungi nomer handphone Suster Zivanna tapi tidak ada jawaban nya.


" Seperti nya Suster Zivanna sedang tidur yasudah besok pagi aja aku menelephone nya, dia pasti sekarang sedang sedih sekali karena mendapatkan kabar seperti ini."


Suster Vina pun berjalan ke depan kamar Maudy dia mendengar Maudy yang sedang tertawa lepas di dalam kamar nya.


" Sudah ku duga seperti nya, ini semua adalah rencana Ibu Maudy. Karena tidak mungkin Suster Zivanna menjadi wanita simpanan, itu tidak mungkin terjadi."


Suster Vina pun melewati kamar Maudy dia berjalan menuju ke kamar nya sendiri, Suster Vina menutup rapat pintu kamar nya dan di membayangkan bagaimana besok dia bertemu dengan Bianca.


Suster Zivanna takut dia tidak bisa seperti Suster Zivanna yang dengan sangat tulus menyayangi Bianca, yang bisa membuat Bianca menjadi nyaman.


" Aku merasa mengambil pekerjaan Suster Zivanna, aku merasa tidak enak hati sekali. Semoga saja Suster Zivanna tidak merasa jika aku yang mengambil pekerjaan nya."


Suster Vina pun mulai menyiapkan baju-baju untuk di masukkan ke dalam koper karena tahu bagaimana sikap Maudy, dia pasti akan langsung membawa dia masuk ke dalam rumah tersebut.


Di saat Suster Vina sedang sibuk tiba-tiba saja handphone nya berdering kencang. Suster Vina langsung mengambil handphone tersebut karena tahu jika itu adalah panggilan telephone masuk dari Suster Zivanna.


* Hallo Suster Zivanna*


* Iya ada apa yaa, tumben sekali kamu menelephone ku*


* Suster Zivanna, besok saya di tugaskan untuk menjadi baby sister untuk Bianca. Saya di perintahkan oleh Ibu Maudy, dan Ibu Maudy pun menjelaskan semuanya kepada saya*


* Maudy pasti bilang jika aku adalah seorang wanita simpanan kan,? Suster Vina. Jangan sampai kamu bilang jika aku ini adalah anak dari Dokter Richard yaa, biarkan Maudy merasakan kesenangan yang luar biasa.*

__ADS_1


* Baiklah Suster Zivanna saya mengerti*


* Karena Maudy menyangka aku ini adalah simpanan Dokter Richard, dia pun menjelekkan aku di depan Ibu Sesilia dan Pak Samuel. Dia mengambil photo di saat aku sedang makan bersama dengan Ayah, karena Maudy mengetahui jika aku ini hanya anak dari keluarga sederhana*


* Baiklah Suster Zivanna, sekarang pun Bu Maudy sedang tertawa terbahak-bahak di dalam kamar nya*


* Biarkan saja dia merasa senang hati, karena nanti dia juga yang akan merasa malu*


Zivanna pun langsung memikirkan bagaimana jadinya Bianca mendapatkan Suster yang baru dengan waktu yang sangat cepat sekali.


* Suster Vina, jika besok kamu di tugaskan untuk menjadi Suster bagi Bianca. Bilang saja jika kamu begitu sangat dekat sekali dengan aku, dan aku pun akan selalu ada untuk nya di saat waktu sekolah. Aku mohon jaga anak ku baik-baik yaa, karena Bianca itu sudah seperti anak ku sendiri*


Suster Vina mendengar suara Suster Zivanna yang seperti sedang menangis sambil berbicara.


* Baiklah Suster Zivanna, saya akan mengatakan hal tersebut kepada Bianca. Tenang saja Suster Zivanna saya akan berpihak kepada Suster Zivanna, apapun yang terjadi saya akan memberitahu Suster Zivanna*


* Terimakasih banyak yaa Suster Vina, yasudah lebih baik kamu istrirahat dulu yaa*


Karena tidak kuasa menahan air mata nya, Zivanna memilih untuk mengakhiri panggilan telephone nya.


" Jahat sekali kamu Maudy, dan aku tahu kamu melakukan ini karena ingin masuk ke dalam rumah itu dengan alasan membawa Suster Vina."


Zivanna terus saja menangis sampai Lollyta pun mendengar tangisan Zivanna, Lollyta yang berniat untuk memberikan susu hangat untuk Zivanna.


Lollyta langsung masuk dan Zivanna pun seketika langsung terdiam dalam tangisan nya.


" Sayaaaaang, kamu kenapa nangis lagi sih."


Lollyta mencari tissue dia pun memberikan nya kepada Zivanna.


" Mulai besok Bianca mendapatkan Suster yang baru, Suster yang sebelumnya untuk merawat Maudy yang dulu nya dia despresi."


Lollyta membelai rambut panjang Zivanna.


" Sudah yaa jangan menangis, mungkin tugas mu sudah selesai sampai di sini untuk menjaga Bianca. Kamu jangan sedih ya, nanti juga ada jalan nya kamu bisa dekat kembali dengan Bianca mungkin untuk sekarang kamu di suruh untuk lebih belajar lagi dalam mengurus anak. Karena impian kamu itu adalah menjadi Ibu sambung untuk Bianca yang selamanya."


Lollyta mencoba untuk menenangkan perasaan Zivanna.


" Yasudah sekarang kamu minum susu hangat nya dan setelah itu kamu tidur yaa."

__ADS_1


Zivanna pun langsung meminum nya dan Lollyta memilih untuk pergi dari kamar nya Zivanna.


Membiarkan Zivanna untuk benar-benar bisa tidur dengan nyenyak.


__ADS_2