I Love You CEO Tampan

I Love You CEO Tampan
Episode 373


__ADS_3

Sebulan kemudian hubungan Sebastian dan Irene semakin akrab, tapi Sebastian tetap menjaga jarak dengan Irene karena dia tidak mau sampai terjadi sesuatu dengan Irene.


Bulan ini Zivanna menuggu datang kontraksi cinta dari bayi yang ada di dalam kandungan nya.


Zivanna merasa sudah tidak sabar dia ingin segera melihat wajah cantik putri pertama nya.


Zivanna mengelus perut besar nya, dia duduk di teras rumah karena dia selalu merasa tidak betah berada di dalam rumah.


Suster Vina membawakan buah-buahan untuk Zivanna.


" Terimakasih yaa Suster Vina."


Zivanna menikmati buah yang di berikan oleh Suster Vina.


" Aku berharap malam ini adalah hari kelahiran anak mu ini, rasanya sudah tidak sabar ingin mengendong nya."


Bianca memperhatikan Suster Vina yang mengelus perut besar Zivanna.


" Aku akan mempunyai adik perempuan sebentar lagi, dan aku pun akan mendapatkan adik lelaki dari Mama."


Bianca tidak berani menghampiri Zivanna dia yang masih merasa malu dengan apa yang sudah dia lakukan kepada Zivanna dulu.


" Semoga saja yaa, tapi aku merasa heran kenapa orang tua ku tidak ada yang menghubungi ku yaa. Seperti nya ibu yang terlalu sibuk dengan anak baru nya, sedangkan Ayah dia masih merasa tidak percaya dengan apa yang sudah di lakukan oleh Felix."


Suster Vina mencoba untuk menenangkan pikiran Zivanna.


" Sudahlah jangan di pikirkan Zivanna, yang paling sekarang kamu bisa melahirkan secara normal yaa."


Zivanna tersenyum manis kepada Suster Vina.


Dia pun langsung merasakan kontraksi palsu pada perut nya.


" Wah, aku merasakan mules kontraksi seperti nya."


Zivanna mengelus perut nya sedangkan Suster Vina mencoba untuk memanggil supir pribadi.


Bianca seketika dia pun langsung panik ketika melihat Mommy Zivanna yang kesakitan.


Bianca menghampiri Mommy Zivanna.


" Mommy Zivanna, kenapa sakit sekali yaa."


Bianca memegang tangan Mommy Zivanna.


" Ayo Pak, bawa Zivanna ke mobil."


Bianca tidak kuasa menahan air mata nya ketika dia melihat Mommy Zivanna yang sedang kesakitan.


" Mommy Zivanna tidak akan apa-apa kan,? Suster Vina kasihan Mommy Zivanna."


Suster Vina mencoba untuk mengirimkan pesan kepada Samuel.


" Pak, tidak usah ke Rumah Sakit Permata. Kita cari klinik saja atau bidan."


Mobil pun berhenti di sebuah kelknik yang dekat dengan rumah nya, Zivanna pun langsung di bawa.


Suster Vina langsung mengirimkan pesan kepada Samuel.

__ADS_1


* Pak Samuel, sekarang Ibu Zivanna sedang berada di Klinik Intan dekat rumah. Ibu Zivanna sudah merasakan kontraksi, seperti dia akan segera melahirkan.*


Samuel membaca pesan dari Suster Vina dia pun langsung pergi berlari dari ruangan nya, Sesilia terkejut ketika melihat Samuel yang berlari.


" Ada apa yaa, apakah Zivanna mau melahirkan sekarang yaa."


Sesilia mencoba untuk menghubungi Suster Vina tapi tidak ada jawaban.


" Jika memang Zivanna hari ini akan melahirkan, semoga Zivanna dalam keadaan sehat dan selamat."


Sesilia berdoa untuk Zivanna semoga persalinan lancar.


Zivanna sudah merasa tidak kuat lagi bayi yang berada di dalam perut nya seakan sudah mendorong keluar.


Beruntunglah Samuel datang dia langsung masuk ke dalam ruangan dan memegang tangan Zivanna.


Zivanna mulai mengejan sekuat tenaga nya, tanpa waktu lama bayi perempuan pun terlahir cantik dan sempurna.


" Selamat yaa bu, bayi nya sangat cantik sekali."


Zivanna merasa sangat terharu sekali dia seakan tidak percaya jika sekarang dirinya sudah menjadi seorang ibu.


" Terimakasih banyak sayang, kamu yang telah berjuang untuk bisa melahirkan anak yang cantik ini."


Samuel mencium kening Zivanna dia kelihatan sangat bahagia sekali.


Setelah di bersihkan bayi pun langsung di berikan kepada Zivanna, Samuel mengajak Bianca untuk masuk ke dalam ruangan.


Bianca tersenyum ketika melihat adik perempuan nya yang sangat cantik sekali.


" Zivilia Samuelyta Lenoel."


Samuel mencoba untuk mengendong Zivilia.


" Hallo sayang ini Papa dan ini adalah kakak perempuan mu yang bernama Bianca, semoga kalian berdua bisa hidup rukun dan bahagia yaa."


Zivanna merasa sangat bahagia sekali.


" Aku merasa sangat bahagia sekali, bisa melahirkan di klinik dengan proses persalinan yang sangat mudah."


Suster Vina pun merasa bangga dengan Zivanna.


" Di saat anak pemilik Rumah Sakit Permata, bisa melahirkan di klinik kamu sangat luar biasa sekali Zivanna.'


Samuel pun merasa sangat bangga sekali dengan Zivanna.


" Oh iya Zivanna, kamu tidak mau memberitahu tentang kelahiran mu ini kepada orang tua mu."


Suster Vina memberikan handphone nya kepada Zivanna.


" Aku akan menghubungi Ayah saja."


Zivanna mengambil handphone Suster Vina.


Dokter Richard yang kebetulan tidak sedang sibuk dia merasa sangat senang sekali ketika Zivanna menephone nya.


" Zivanna akhirnya dia menephone ku."

__ADS_1


Dokter Richard menjawab panggilan telephone tersebut.


* Hallo Zivanna sayang*


* Hallo Ayah, Ayah aku sudah melahirkan anak pertama ku Ayah*


* Zivanna, kamu sudah melahirkan di Rumah Sakit mana sayang*


* Aku tidak melahirkan di Rumah Sakit, aku melahirkan di klinik dekat rumah. Aku merasa sangat bersyukur sekali Ayah, aku bisa melahirkan secara normal dengan waktu yang cepat*


* Baiklah Zivanna, Ayah akan segera pergi ke sana yaa*


* Iya Ayah aku tunggu yaa*


Zivanna memberikan handphone kepada Suster Vina.


" Terimakasih ya Suster Vina."


Suster Vina tersenyum manis kepada Zivanna.


Zivanna memperhatikan Bianca yang terus saja tersenyum manis melihat adik perempuan nya.


Zivanna berharap Bianca akan sayang dengan adik perempuan nya.


" Zivanna, apakah kamu sayang dengan adik perempuan mu ini?."


Suster Vina bertanya kepada Bianca di hadapan orang tuanya.


" Aku sayang dan aku meminta maaf atas kesalahan yang pernah aku perbuat."


Suster Vina memeluk erat tubuh mungil Bianca.


" Kakak yang baik yaa, akan selalu sayang dengan adik nya."


Tidak lama kemudian Dokter Richard pun datang dia langsung masuk ke ruangan Zivanna.


Kedatangan Dokter Richard membuat Zivanna menangis karena dia tidak datang dengan ibunya.


Dokter Richard langsung mengendong cucu pertama nya.


" Zivilia Samuelyta Lenoel, aku memberikan nama itu untuk anak perempuan ku."


Samuel dan Bianca mendekati Zivanna.


" Nama yang sangat cantik anak ku, semoga saja Zivilia tumbuh menjadi anak yang baik dan memiliki sikap seperti mu."


Dokter Richard memperhatikan dia tidak melihat istrinya.


" Zivanna, di mana Ibu mu kenapa dia tidak ada di sini menemani mu."


Zivanna terdiam dia malas menjawab pertanyaan dari Ayah nya.


" Sepertinya Ibu Lollyta sibuk, saya sempat menghubungi nya tadi."


Dokter Richard merasa tidak kecewa sekali dengan istrinya tersebut.


" Sudah tidak usah di beritahu saja, biarkan saja dia sibuk dengan pekerjaan nya. Dia terlalu baik kepada orang lain, sampai pada saat melahirkan pun mendapatkan fasilitas mewah tapi lihat putri nya sendiri dia melahirkan secara sederhana di sini."

__ADS_1


Zivanna memilih untuk diam saja dia tidak mau banyak bicara, yang dia pikirkan sekarang adalah anak nya yang baru saja lahir.


__ADS_2