I Love You CEO Tampan

I Love You CEO Tampan
Episode (143)


__ADS_3

Suster Vina mencoba untuk mendekati Bianca dia memegang tangan Bianca dan mengajak Bianca untuk keluar rumah.


Bianca memperhatikan wajah Suster Vina, dan Bianca merasa jika Suster Vina dia sangat baik tapi tidak sebaik Suster Zivanna.


" Bianca pertama kali Suster Vina sampai, mata Suster Vina langsung tertuju pada tanaman di sini. Sangat indah sekali, Suster Vina suka dengan tanaman hijau seperti ini."


Bianca pun mulai mau bicara dengan Suster Vina.


" Suster Zivanna juga sangat menyukai tanaman seperti ini, aku dan Suster Zivanna sering sekali menyiram sayur-sayuran dan bunga-bunga ini."


Suster Vina merasa jika Bianca yang begitu sangat dekat sekali dengan Suster Zivanna, tapi dirinya pun mencoba untuk bisa membuat Bianca merasa nyaman dengan nya.


" Suster Vina, aku tidak suka dengan Mama Maudy. Karena Mama Maudy itu jahat sekali, dia meninggalkan aku di saat masih bayi."


Suster Vina begitu sangat terkejut sekali ketika dia akhirnya mengetahui kenapa Bianca yang begitu sangat benci dengan Maudy ternyata Maudy sangat tega sekali meninggalkan Bianca dari sejak bayi.


" Jangan pernah mempertemukan aku dengan Mama Maudy yaa, lebih baik pertemukan saja aku dengan Mama baru ku."


Suster Vina merasa kebingungan ketika Bianca yang menyebutkan Mama baru.


" Siapa sayaang Mama baru Bianca,? ayo coba ceritakan kepada Suster Vina. Suster Vina penasaran sekali sayaang, siapa yaa Mama baru itu."


Bianca tersenyum malu-malu di hadapan Suster Vina.


" Mama baru aku itu adalah Suster Zivanna, dia adalah Mama baru aku."


Suster Vina akhirnya mengetahui semuanya dan Bianca pun langsung memilih berlari masuk kembali ke dalam rumah nya.


Suster Vina mengejar Bianca yang berlari dengan sangat cepat sekali, sampai membuat Suster Vina merasa sangat kecapean sekali.


Di tempat yang berbeda Zivanna dan Lollyta sampai di kantor nya, mereka berdua tidak melihat sosok Maudy di dalam kantor.


" Ayo Zivanna cepat masuk ke ruangan Make up, agar di saat kamu sedang bertengkar kamu sudah cantik."


Lollyta mengantarkan Zivanna ke ruangan Make up dan pada pegawai memperhatikan Lollyta yang begitu sangat perhatian sekali dengan Zivanna.


" Apa mungkin Zivanna itu adalah seorang wanita simpanan suami orang,? aku merasa mereka berdua itu mempunyai ikatan sebuah keluarga."


Ucap salah satu pegawai yang mendengar perkataan Maudy yang menyebutkan jika Zivilia adalah seorang wanita simpanan Dokter Richard.


Lollyta juga begitu sangat perhatian sekali dengan Zivanna dia juga membantu Zivanna dalam memakai sepatu.


Karena merasa sudah mulai selesai, Lollyta pun keluar dari ruangan makeup dia melihat Maudy yang baru saja sampai di kantor.


Lollyta melihat ekspresi wajah Maudy yang seperti sedang sangat kesal sekali.


" Maudy kenapa dengan wajah mu itu,? tidak bahwa seperti hari-harinya sebelumnya."


Mendengar Ibunya menyebutkan nama Maudy, membuat Zivanna langsung keluar dari rumah Make up.


Mau yang mau bercerita dia seketika langsung terkejut ketika melihat Zivanna yang berada di kantor.

__ADS_1


" Kenapa Ibu Lollyta masih saja memakai Zivanna sebagai model produk ibu,? tidak pantas sekali untuk di lihat."


Zivanna pun langsung tertawa ketika mendengar perkataan Maudy.


" Karena memang penjual produk shampo terbaru kita laku keras ketika Zivanna yang menjadi model nya, Zivanna mendapatkan respon yang positif terhadap pengelupasan produk shampo terbaru kita."


Maudy tidak habis berpikir dengan Lollyta yang terus menerus memakai Zivanna sebagai produk nya.


" Memang nya kamu tidak akan kembali ke Rumah Sakit yaa, kamu kan sudah tidak menjadi Suster bagi Bianca sekarang dan Suster nya pun sudah di gantikan oleh Suster Vina."


Lollyta merasa Maudy sudah mulai memancing emosi Zivanna.


" Aku lebih memilih sebagai model saja, karena jika aku menjadi seorang model Pak Samuel akan melihat wajah di setiap hari-hari nya. Karena aku sekolah sudah tidak menjadi wanita simpanan Dokter Richard, aku sudah berdamai dengan Ibu Lollyta. Sampai aku sekarang tinggal bersama dengan Ibu Lollyta, karena aku sekarang akan menjadi model produk shampo terbaru nya."


Maudy benar-benar tidak habis berpikir dengan Zivanna, dengan mudahnya dia sudah berdamai dengan Lollyta dan sekarang dia tinggal bersama dengan Lollyta menjadi model produk terbaru nya juga.


" Hmmm, sudah yaa. Aku mau pemotretan dulu ya, make up ku ini takut hilang karena terlalu emosional."


Zivanna pun langsung pergi dengan menarik tangan Lollyta dan Maudy melihat Lollyta hanya bisa pasrah saja ketika dia di tarik tangan nya oleh Zivanna.


" Ini benar-benar tidak masuk akal sekali yaa, Zivanna sekarang sudah tidak bersama dengan Dokter Richard. Dan sekarang korban selanjutnya adalah Samuel, tidak akan pernah aku membiarkan Samuel jatuh cinta dengan Zivanna."


Maudy memilih untuk masuk ke dalam tempat Make up dia ingin tampil cantik dan bahkan lebih cantik dari Zivanna.


Zivanna pun akhirnya sampai di ruangan pemotretan dan banyak para pegawai nya yang ingin melihat hasil pemotretan Zivanna.


Ini di manfaatkan Lollyta untuk membicarakan semuanya kepada para pegawai nya.


Para pegawai pun akhirnya mengetahui semuanya.


" Ini adalah sebuah kesalahpahaman yang di manfaatkan oleh Maudy yang tidak suka dengan Zivanna, dan tanpa Maudy sadari ternyata Zivanna lebih memanfaatkan dirinya."


Zivanna pun tersenyum manis ketika Ibunya mengatakan yang sebenarnya di depan para pegawai nya.


" Jadi kita biarkan saja yaa Maid yang terus-menerus bilang jika Zivanna adalah wanita simpanan Dokter Richard, biarkan dia berhalusinasi setiap hari."


Lollyta yang sudah tidak tahan lagi dengan perkataan Maudy kepada Zivanna.


" Maaf Bu Lollyta, kenapa Nona Zivanna tidak menjadi Brand Ambassador Beauty Skincare saja. Nona Zivanna yang sangat cantik sekali, attitude nya pun baik."


Lollyta pun hanya bisa tersenyum ketika mendengar salah pendapatan dari pegawai nya.


" Sudah biarkan saja sampai kontrak dia habis, karena aku masih melihat wajah nya di kantor ini."


Zivanna pun langsung melakukan pemotretan.




Lollyta merasa sangat puas sekali dengan hasil pemotretan Zivanna, dan pada pegawai pun mulai memanggil Zivanna dengan sebutan Nona Zivanna.

__ADS_1


Selesai melakukan pemotretan, waktunya Zivanna untuk beristirahat dan sekarang waktunya Maudy yang melakukan pemotretan di tempat yang berbeda.


Zivanna mengeluarkan handphone dia ingin mengetahui kabar Bianca bagaimana, tapi Zivanna juga tidak mau menganggu waktu kebersamaan Suster Vina dengan Bianca.


" Aku sangat merindukan Bianca."


Zivanna memilih untuk keluar dari kantor mencari makan dan minuman untuk dirinya.


Zivanna memakai mobil Ibunya dia mencari Restoran yang menurut nya enak untuk menikmati masa-masa kehilangan pekerjaan nya sebagai seorang Baby Sister.


Zivanna akhirnya menemukan Restoran tersebut dan sebelum turun dari mobil nya, Zivanna mengirimkan pesan kepada Ibunya.


* Bu, mobil nya aku pakai ke Restoran yaa. Tidak jauh dari kantor, nanti aku kembalikan lagi yaa*


Lollyta yang sedang mempersiapkan pemotretan untuk Maudy pun dia mendengar getaran handphone nya.


* Baiklah, setelah selesai makan kembali ke kantor jangan pergi ke rumah Samuel yaa*


* Baiklah Bu*


Zivanna yang sebenarnya ingin sekali bertemu dengan Bianca, tapi dia di larang oleh Ibunya.


" Ibu selalu saja bisa membaca pikiran ku."


Zivanna pun mulai memesan makanan dan minuman dia benar-benar ingin merasakan waktu kesendirian nya.


" Apakah aku kembali saja ya ke Rumah Sakit, aku merasa sangat kesepian sekali loh ini. Tapi jika di Rumah Sakit, CEO tampan tidak bisa melihat wajah ku ini."


Akhirnya makanan pun datang dan Handphone Zivanna berdering kencang.


Zivanna mengambil handphone tersebut di dalam tas nya, dan begitu sangat terkejut sekali nya Zivanna ternyata Samuel yang menelephone nya.


Dengan tangan nya gemetaran Zivanna pun langsung menjawab panggilan telephone tersebut.


* Hallo Pak Samuel*


* Hallo Suster Zivanna, di mana kah kamu sekarang aku ingin bertemu dengan mu*


* Aku sekarang sedang berada di Restoran mawar, Restoran yang tidak jauh dari Lollyta Beauty Skincare*


* Oke saya sekarang ke sana*


* Iya Pak Samuel, saya tunggu kedatangan Bapak*


Zivanna pun masih merasa sangat gugup sekali dia tidak percaya akan bertemu dengan lelaki impian nya.


" Di saat aku merindukan Bianca, tapi Tuhan dengan sangat baiklah dia mempertemukan aku dengan Papa nya."


Zivanna pun memesan makanan dan minuman kembali untuk Samuel, Zivanna mengambil cermin dia harus tampil cantik di hadapan Samuel.


" Astaga aku sangat gugup sekali, apa yang akan di bicarakan oleh Pak Samuel yaa."

__ADS_1


Zivanna dengan perasaan yang gugup dia pun menunggu kedatangan Samuel Mahendra.


__ADS_2