I Love You CEO Tampan

I Love You CEO Tampan
Episode #310#


__ADS_3

Lollyta tidak mengejar Bianca, dia memilih untuk kembali ke kamar Zivanna.


" Sudahlah lebih baik aku biar kan Bianca meluapkan emosi nya sendiri, aku tidak mau menggangu nya."


Lollyta kembali ke kamar Zivanna, dengan langkah kaki yang sangat cepat Lollyta membuka pintu kamar Zivanna.


Lollyta melihat Zivanna yang sedang mengobrol dengan Suster Vina.


Pandangan mata Zivanna fokus pada wajah Ibu nya.


" Ada apa Bu,? Apakah ada sesuatu yang terjadi?."


Zivanna kelihatan sangat penasaran sekali melihat Ibu nya.


Lollyta pun langsung menghampiri Zivanna.


" Zivanna, lebih baik kamu pulang saja ke rumah yaa. Jangan tinggal di sini, hanya untuk beberapa saat saja yaa."


Mendengar perkataan Lollyta, Suster Vina langsung memikirkan Bianca.


" Kenapa Bu Lollyta,? Biarkan saja Zivanna bersama dengan ku di sini. Aku akan mengurusnya dengan baik, apa yang sudah terjadi dengan Bianca? Pasti dia yang membuat Ibu Lollyta mempunyai pemikiran seperti ini."

__ADS_1


Lollyta seketika dia pun langsung terdiam mendengar perkataan Suster Vina, Lollyta yang merasa tidak mau hubungan Zivanna semakin rumit dengan Bianca.


" Apakah Bianca bicara sesuatu dengan Ibu,? dia tidak menginginkan kehadiran ku di sini? hanya karena aku yang sekarang sedang hamil?."


Zivanna mulai merasa sangat emosional sekali dengan Bianca yang semakin tidak bisa menerima kehadiran nya sebagai ibu sambung nya.


" Ibu merasa sangat kasihan sekali melihat Bianca, seperti nya dia belum siap menjadi seorang Kakak. Bianca yang sebelumnya merasa cemburu melihat kedekatan kamu dengan Papa nya. Dan sekarang dia harus menerima kenyataan jika cinta nya harus terbagi kembali karena kehamilan mu Zivanna, tadi ibu melihat nya menangis."


Zivanna langsung menundukkan kepalanya dan Suster Vina mencoba untuk menghampiri Bianca.


" Saya permisi dulu yaa Bu, saya akan berbicara dengan Bianca."


Suster Vina pun langsung pergi dari kamar Zivanna.


Suster Vina mencari Bianca ke dalam kamar nya, tapi ternyata keberadaan Bianca tidak ada.


Suster Vina pun langsung berlari menuju ke luar rumah, dan akhirnya dia melihat Bianca yang sedang duduk sambil menangis.


Ketika Suster Vina hendak menghampiri Bianca, dia melihat mobil Samuel datang dan membuat Suster Vina menghentikan langkah kaki nya.


Samuel yang melihat Bianca duduk di luar rumah sambil menangis dia pun langsung segera keluar dari mobil nya.

__ADS_1


Melihat kedatangan Papa nya, Bianca langsung berlari menuju ke Papa nya.


Bianca memeluk erat tubuh Papa nya.


" Bianca sayang kenapa lagi kamu harus menangis,? Bianca sampai kapan kamu harus seperti ini."


Bianca tidak menjawab pertanyaan dari Papa nya, dia hanya menagis saja.


Samuel seakan mengetahui jika Bianca menangis karena kehadiran Zivanna.


Suster Vina mencoba untuk mendekati mereka berdua.


" Bianca, ayo kita pergi ke kamar."


Suster Vina mencoba untuk memegang tangan Bianca, tapi Bianca dengan sangat kasar menepis tangan Suster Vina.


Bianca melepaskan pelukan erat nya.


" Sudah, jangan pura-pura peduli terhadap ku lagi. Sana pergi saja untuk Mommy Zivanna, aku sudah tidak butuh Suster seperti kamu lagi."


Bianca bicara sambil menangis histeris dan membuat Suster Vina memilih untuk pergi.

__ADS_1


" Papa sekarang pasti lebih memilih untuk perhatian kepada Mommy Zivanna kan,? Jika seperti itu lebih baik Papa masukkan saja aku ke pantai asuhan. Agar tidak ada lagi yang menggangu Papa, agar Papa fokus pada anak Papa yang baru."


Bianca langsung berlari masuk ke dalam rumah nya, perkataan Bianca semakin membuat Samuel merasa sangat sesak sekali.


__ADS_2