I Love You CEO Tampan

I Love You CEO Tampan
Episode 425.


__ADS_3

Suster Diana merasa jika Melinda tidak membawa Bianca untuk membeli mainan.


" Bapak Samuel, dan Ibu Zivanna seperti nya Ibu Melinda membawa Bianca ke suatu tempat. Karena saya mencoba untuk menghubungi nomer handphone nya, dia tidak menjawab."


Samuel dan Zivanna mereka berdua langsung pergi dari rumah itu, Suster Diana mengirimkan photo Melinda ke Samuel.


Samuel yang mengeluarkan handphone dia pun melihat photo Melinda.


" Perhatian wajah nya, kita harus cepat mencari nya."


Samuel menyalakan mesin mobil dia mengendarai mobil dengan kecepatan yang tinggi.


Di saat Samuel dan Zivanna sibuk mencari Bianca, Maudy mencoba untuk menjebak Irene.


Dia menyuruh seorang untuk memberikan bucket bunga untuk Irene, dan mengatakan untuk datang ke tempat yang sudah di tuliskan di kertas.


Irene merasa aneh kenapa Sebastian tidak mengirimkan pesan kepada nya, tapi berpikir seperti ini adalah sebuah kejutan untuk nya.


Mobil Maudy berada di depan rumah Irene, dia menunggu Irene keluar dari rumah nya.


" Irene, aku akan memberikan sedikit pelajaran untuk mu. Kamu masih muda, tapi sudah berani bermain-main dengan suami orang."


Tidak lama menunggu akhirnya Irene keluar dengan mobil nya, Maudy mengikuti mobil Irene.


" Kejutan apa yang akan di berikan untuk ku yaa, astaga aku sangat senang sekali."


Tidak ada perasaan negatif, Irene terus saja mengendarai mobil nya sampai akhirnya dia sampai di tempat yang di tuliskan dalam kertas tersebut.


" Sebuah rumah, kenapa Sebastian mengajak ku ke sebuah rumah yaa."


Irene di hampiri oleh seorang lelaki dia begitu sangat meyakinkan jika ini adalah rumah yang di pilih oleh Sebastian untuk bertemu dengan nya.


Irene tanpa ragu dia masuk ke dalam rumah tersebut, ketika dia masuk Irene melihat kursi putih dan buah-buahan segar serta ada pisau dan gunting.

__ADS_1


" Kenapa ada gunting yaa, kenapa juga hanya ada buah-buahan saja. Sebenarnya di mana Sebastian, kenapa dia tidak ada."


Irene melihat banyak sekali lukisan kuno yang seketika membuat nya merinding.


Terdengar suara pintu yang terbuka, Irene langsung membalikkan badannya dia melihat sosok berbaju hitam.


" Astaga seperti nya aku masuk ke dalam perangkat seseorang."


Irene memperhatikan fisik orang yang ada di hadapannya dia merasa seorang perempuan.


Maudy pun membuka kaca mata hitam dan jacket hitam nya, akhirnya Irene melihat jelas wajah Maudy.


" Oh, ibu Maudy yang di bilang despresi tapi itu hanya tipuan ada apa sampai harus membawa aku ke sini?."


Maudy melihat Irene yang sangat berani kepada nya.


" Aku ingin melihat dengan jelas wanita yang sudah bersama dengan suami ku, kamu tidak punya harga diri yaa Irene."


Irene tersenyum manis ketika mendengar perkataan Maudy.


Maudy semakin tidak bisa menahan emosi nya, dia langsung menghampiri Irene dan menarik rambut panjang nya.


Irene merasa sangat kesakitan sekali dia mencoba untuk melepaskan genggaman tangan Maudy yang memegang rambut panjang nya tapi ternyata Maudy lebih kuat dan cepat dia mengambil gunting dan mengunting rambut panjang Irene.


Irene langsung berteriak histeris, ketika rambut di gunting oleh Maudy.


Maudy tersenyum puas dia melemparkan rambut yang sudah tergunting oleh nya ke wajah Irene.


" Maudy kamu benar-benar despresi yaa, aku akan membalas nya."


Irene dengan sekuat tenaga dia menarik tangan Maudy, dia mencekik leher Maudy sampai Maudy hampir tidak bisa bernafas.


" Berani kamu bermain-main dengan ku,? Maaf saja aku bukan wanita lemah seperti yang kamu pikirkan."

__ADS_1


Maudy seperti sudah kehilangan nafas nya, tangan nya mencoba untuk mengambil botol dan memukul kan ke kepala Irene.


Seketika Irene langsung melepaskan Maudy dia memegang kepalanya yang berdarah, Maudy mencoba untuk melarikan diri tapi Irene masih bisa melemparkan gunting yang mencampap di kaki Maudy.


Maudy merasa sangat kesakitan tapi dia masih mencoba untuk tetap bisa berjalan menuju ke mobil nya, Maudy mencari klinik terdekat untuk mengobati luka di kaki nya.


Irene merasa tidak kuat lagi untuk berjalan tapi memaksakan diri sampai akhirnya dia tidak sadar kan diri di depan pintu rumah tua itu.


Lelaki yang di bayar oleh Maudy, dia melihat Irene dengan keadaan tidak sadar dan luka di kepalanya.


" Astaga ternyata wanita yang membayar ku itu dia orang jahat, kasihan sekali wanita ini."


Handphone Irene berdering kencang, lelaki tersebut langsung menjawab panggilan telephone masuk.


* Hallo Irene, kamu baik-baik saja kan*


* Maaf pak, wanita yang Bapak maksud dia dalam keadaan tidak sadarkan diri.*


* Astaga Irene, sekarang Irene di mana*


* Saya akan mengirimkan alamat nya ya pak di pesan saja*


* Baiklah silahkan*


Lelaki tersebut mengakhiri panggilan telephone nya, dia mengirimkan alamat.


Sebastian yang sudah membaca pesan dia langsung pergi.


" Pantas saja pikiran ku tidak tenang, ternyata terjadi sesuatu dengan Irene ini pasti perbuatan Maudy."


Sebastian dengan cepat dia masuk ke dalam mobil nya.


Di sepanjang perjalanan Sebastian memikirkan Irene.

__ADS_1


" Irene, sekarang adalah tanggung jawab ku. Maudy, seperti kamu harus masuk penjara."


Sebastian berencana untuk memasukkan Maudy ke dalam penjara, karena perbuatannya sudah sangat kelewatan sekali.


__ADS_2