I Love You CEO Tampan

I Love You CEO Tampan
Episode 34


__ADS_3

Lollyta keluar dari ruangan dengan wajah yang tersenyum manis sehingga membuat Maudy merasa sangat aneh melihatnya.


"Ayo semuanya kita langsung masuk ke ruangan rapat yaa, kita bicarakan tentang produk kosmetik kita yang baru."


Semuanya pun yang ada di ruangan tersebut mengikuti perkataan Lollyta mereka pindah ke ruangan rapat dan Maudy seperti ingin bertanya-tanya apa yang sebenarnya terjadi.


"Seperti sebuah rayuan gombal lelaki telah di keluarkan sehingga membuat Ibu Lollyta kembali segar dan tidak sedih, memang hebat sekali yang namanya lelaki itu yaa."


Maudy memilih untuk tetap menyimpan bukti-bukti tersebut, dia tidak mau memberitahu kepada Lollyta karena saat nya belum tepat.


***


Zivanna sampai di depan sekolah Bianca dia pun langsung berlari terburu-buru rapi ternyata Bianca yang belum keluar dari kelas nya.


"Terimakasih banyak Pak, sudah mau menunggu Bianca."


Zivanna berterima kasih kepada supir pribadi tersebut.


"Tidak apa-apa Suster Zivanna, saya juga tidak sedang sibuk."


Dan akhirnya Bianca pun keluar dari kelas nya dan dia langsung memeluk erat Suster Diana.


"Sayaaaaang, sudah pulang yaa. Beruntung sekali Suster Zivanna yang sudah sampai di sini sayaaaaang."


Bianca memeluk erat tubuh Suster Zivanna.


"Iya Suster Zivanna, bagaimana Suster Zivanna untuk sudah bertemu dengan Ayah nya. Suster Zivanna pasti sangat senang sekali."


Suster Zivanna melepaskan pelukan erat Bianca.


"Suster Zivanna sangat senang sekali bisa bertemu dengan Ayah Suster, dan Ayah Suster juga memberikan hadiah kalung unik Suster Zivanna."

__ADS_1


Suster Zivanna memberitahu kalau tersebut karena dia merasa jika Bianca yang tidak mengerti kalung berlian tersebut.


"Wah cantiknya kalung itu, kenapa tidak memakai nya pasti sangat cantik sekali Suster Zivanna memakai kalung tersebut."


Suster Zivanna memasukkan kalung tersebut ke dalam tas nya.


"Tidak sayang nanti saja Suster Zivanna memakai nya yaa, sekarang lebih baik kita masuk ke dalam mobil yaa. Agar kita bisa secepatnya sampai ke rumah."


Mereka berdua pun langsung masuk ke dalam mobil dan Bianca merasa ingin bertemu dengan Papa nya.


"Seperti nya aku ingin bertemu dengan Papa, aku ingin memberitahu jika tadi aku mendapatkan nilai yang sempurna. Aku mendapatkan nilai 100 Suster Diana."


Suster Diana pun begitu sangat terkejut sekali ketika mendengar nya.


"Wah memang paling hebat sekali yaa Bianca ini, Suster Zivanna merasa sangat bangga sekali dengan Binca."


Di perjalanan menuju ke kantor mereka berdua pun bernyanyi bersama sampai akhirnya mereka pun sampai di kantor.


Mereka berdua akhirnya sampai di depan ruangan Samuel dan Bianca pun langsung berteriak kencang membuat Papa dan Omah nya terkejut sekali.


"Astaga sayaaaaang, kamu membuat Omah terkejut sekali."


Bianca pun langsung berlari dan Suster Zivanna mengikuti Bianca dari belakang.


"Omah dan Papa aku datang membawa hasil pekerjaan rumah ku yang mendapat kan nilai sempurna coba lihat hasilnya."


Bianca memberikan buku nya dan Samuel pun melihat Bianca yang mendapatkan nilai sempurna di setiap pelajaran nya di sekolah.


"Kamu memang anak yang sangat pintar dan berprestasi sayaaaaang, Papa merasa sangat bangga sekali mempunyai anak seperti kamu."


Samuel mencium kening Bianca dengan penuh kasih sayang.

__ADS_1


"Semua ini karena Suster Zivanna yang sangat baik sekali dengan ku, Suster Zivanna juga sangat sabar sekali dia mengajariku di setiap tugas sekolah."


Samuel pun langsung menghampiri Suster Zivanna dan hal tersebut membuat Suster Zivanna merasa sangat gugup sekali.


Samuel memeluk Suster Zivanna dan hal tersebut sampai membuat tubuh Suster Zivanna merasa sangat lemas sekali dia pun mencoba untuk mengatur nafas nya.


"Terimakasih banyak Suster Zivanna sudah berhasil menjadi kan Bianca menjadi anak yang pintar dan sopan."


Suster Zivanna pun hanya menganggukkan kepalanya saja dan Samuel melepaskan pelukan nya.


"Dan terimakasih banyak atas kado yang sangat spesial sekali yang kamu berikan untuk Mama, ingin sangat luar biasa sekali."


Bianca dan Zivanna melihat kotak kecil tersebut yang sangat mirip sekali dengan yang Zivanna dapatkan dari Ayah nya.


"Omah kotak pink itu apa yaa, bolehkah aku mengetahui isi nya apa."


Sesilia pun membuka kotak pink tersebut dan ternyata kalung berlian yang sama seperti yang di miliki oleh Suster Zivanna.


Wajah Suster Zivanna pun langsung panik ketika kado Kalung tersebut yang sangat mirip dengan yang di miliki oleh dirinya.


Suster Zivanna pun berharap jika Bianca tidak mengatakan jika kalung tersebut yang sangat mirip dengan milik nya.


"Apakah kalung ini sangat mahal sekali harganya,? aku ingin mengetahui nya Omah."


Samuel memperhatikan wajah Suster Zivanna yang memerah, Samuel pun menjawab pertanyaan dari Bianca.


"Kalung berlian itu seharga 2Milyar rupiah sayang, kalung berlian ink hanya ada 10 kalung berlian saja dan itu adalah kalung yang sangat istimewa sekali. Makanya Papa berikan spesial untuk Omah yang selalu menyayangi kita berdua."


Setelah mengetahui harga kalung tersebut, akhirnya Bianca pun kembali bersama dengan Suster Zivanna.


"Papa dan Omah kita berdua pulang dulu yaa, sampai ketemu di makan malam yaa kalian berdua."

__ADS_1


Samuel memilih untuk mengantarkan Suster Zivanna dan Bianca sampai masuk mobil dan Suster Zivanna pun merasa seperti menjadi sebuah keluarga yang terdiri dari Ayah , Ibu dan seorang anak perempuan.


__ADS_2