
Irene tersenyum manis kepada Sebastian dia pun langsung pergi dari rumah Sebastian.
Di saat Irene sedang berbunga-bunga dengan Sebastian, Felix mencoba untuk mencaritahu keberadaan Maudy.
Felix datang ke Rumah Sakit Permata, dia mencari informasi di sana Felix sampai bertemu dengan Dokter Richard.
" Apa yang sedang kamu lakukan di sini Felix,? Apakah ada keluarga mu yang sakit?."
Felix begitu sangat terkejut sekali ketika mendengar suara Dokter Richard.
" Tidak, kedatangan ku ke sini untuk mencari informasi tentang Maudy."
Dokter Richard memberikan alamat rumah sakit langsung kepada Felix.
" Terimakasih banyak om."
Felix memasukkan kartu alamat ke jas nya.
" Untuk apa kamu datang ke sana,? Sudahlah lupakan saja dia. Sejak awal bertemu dengan Maudy, om sudah tidak suka dengan nya. Sifat nya menurun kepada Bianca, mereka berdua selalu saja menyakiti Zivanna dengan perkataan nya."
Felix tersenyum mendengar perkataan Dokter Richard.
" Aku ingin bertemu dengan nya, karena aku tidak yakin dia itu despresi. Aku merasa ini adalah cara dia untuk bisa selamat dalam rumah tangga nya, karena dia memang tidak setia dengan suaminya."
__ADS_1
Dokter Richard menepuk pundak Felix.
" Pergilah dan berikan kabar yang terbaik untuk semua orang, tapi ingat Maudy dia sangat licik orang nya."
Felix langsung berpamitan dengan Dokter Richard.
" Aku pergi dulu yaa Om."
Felix langsung pergi dia ingin secepatnya bertemu dengan Maudy.
" Apakah aku masih bisa bertemu dengan Maudy, ini sudah hampir mau magrib."
Felix yang merasa penasaran dia pun melanjutkan perjalanan nya menuju ke rumah sakit.
Setelah menempuh perjalanan beberapa jam akhirnya Felix sampai dia Rumah Sakit tersebut.
Felix masuk dan menyatakan tentang Maudy, ternyata sebelumnya Sebastian sudah memberitahu nama-nama yang bisa masuk untuk menengok Maudy.
Felix diantarkan oleh Suster ke kamar Maudy, pada saat Suster membukakan pintu tatapan Maudy begitu sangat tajam sekali kepada Felix.
Suster membawa Maudy ke ruangan khusus untuk bertamu, Felix tersenyum manis melihat kondisi Maudy yang sekarang.
" Samping kapan kamu akan berpura-pura despresi seperti ini,? Lihatlah wajah mu sudah tidak glowing seperti dulu lagi."
__ADS_1
Felix memberanikan kaca kepada Maudy, Maudy hanya bisa terdiam saja.
" Untuk apa kamu sampai harus masuk ke ruangan seperti ini, bukan kah kamu itu adalah seorang model cantik. Hanya karena tidak mau kehilangan suami mu kamu melakukan ini semua,? Sebastian akan mencari wanita yang lain jika kamu terus menerus seperti ini."
Felix mengeluarkan handphone nya, dia memperlihatkan photo Irene.
" Kamu lihat wanita cantik ini sekarang sedang mengincar suami mu, dia sekarang lebih bebas mendekati mu di saat kamu berada di sini."
Ekpresi wajah Maudy mulai berubah, Felix merasa Maudy mulai marah.
" Oh iya, Sebastian memberikan anak lelaki mu kepada orang tua ku. Seperti nya Sebastian sudah tidak mau mengurus anak lelaki mu itu, yaa aku akui wajah memang mirip dengan ku tapi aku tidak percaya jika kamu hanya tidur bersama dengan ku saja."
Maudy mulai tidak bisa mengendalikan emosinya, dia melihat di hadapan nya ada gelas.
Maudy melempar gelas tersebut di wajah Felix sampai membuat Felix terluka.
Maudy langsung berteriak kencang sehingga membuat para suster langsung menghampiri nya.
Felix memilih untuk pergi, dia melihat Maudy seperti orang yang kesurupan.
" Apakah benar dia depresi, aku merasa tidak yakin tapi kenapa dia hanya menatap wajah ku dengan tatapan kosong."
Felix keluar dari rumah sakit tersebut, dia berjalan cepat menuju ke mobil nya.
__ADS_1