
Bianca begitu sangat bersemangat sekali membantah Suster Vina, makan malam yang begitu sangat spesial sekali untuk Zivanna.
Zivanna pun akhirnya sampai di depan pintu gerbang dia menggunakan mobil nya, Zivanna seperti nya sudah tidak menyembunyikan identitas nya.
Zivanna begitu sangat cantik sekali dia benar-benar membuat penampilan berubah total.
" Sekarang aku bukan Suster Zivanna, tapi sekarang aku sudah Zivanna Lollyta Lenoel. Biarkan saja mereka menyadari dengan sendirinya, tidak usah menunggu pengakuan dari ku."
Zivanna pun turun dari mobil dia berjalan menuju ke dalam dan Bianca pun langsung berteriak histeris ketika Zivanna datang.
" Suster Zivanna."
Teriak Bianca dengan kencang sambil berlari menghampiri Zivanna.
Suster Vina tersenyum bahagia melihat Bianca yang akhirnya bertemu dengan Suster Zivanna kembali.
Mereka berdua pun langsung berpelukan dan Sedikit melihat keakraban mereka berdua.
" Aku sangat merindukan Suster Zivanna, aku ingin bersama dengan Suster Zivanna lagi."
Zivanna melepaskan pelukan erat nya, dan tersenyum manis kepada Bianca.
" Ada Suster Vina yang sangat baik sekali, Suster Zivanna sekarang harus mengantikan Mama Maudy yang sedang sakit sayang jadi sekarang Suster Zivanna menjadi seorang model."
Samuel keluar dari kamar nya dia mendengar suara Zivanna dan juga Bianca, Samuel yang seperti kurang percaya diri untuk bisa bertemu dengan Zivanna.
Sesilia yang melihat Samuel sudah keluar dari kamar nya dan hendak masuk kembali dia pun langsung memangil nya.
" Samuel cepatlah turun, ayo kita nikmati makan malam bersama."
Samuel merasa sangat malu sekali ketika dia ketahuan mau kembali masuk ke dalam kamar nya.
" Iya Mama, aku segera turun sekarang juga."
Samuel pun akhirnya keluar dari kamar dia berjalan dengan sedikit menundukkan kepalanya.
Zivanna hanya bisa tersenyum tipis melihat Samuel yang seperti nya sangat gugup sekali.
" Ayo Suster Zivanna, kita duduk."
Suster Vina memilih untuk pergi karena dia ingin Bianca menghabiskan waktu kebersamaan nya bersama dengan Zivanna.
Zivanna dan Bianca pun duduk saling bertatapan dan Samuel datang dia tidak melirik Zivanna sama sekali.
" Zivanna kamu sangat cantik sekali, semuanya begitu sangat berubah sekali yaa."
Zivanna pun merasa malu ketika Sesilia mengatakan hal tersebut kepada dirinya.
" Ini hanya efek make up saja Bu, setelah tidak memakai make up aku seperti Zivanna yang dulu."
Zivanna mencoba untuk menenangkan perasaan dia terus saja memandangi wajah Samuel.
" Sekarang kita nikmati makan malam bersama yaa, karena aku sudah sangat kelaparan sekali."
Samuel tidak mau menunjukkan bahwa dia begitu sangat gugup sekali dan malu ketika melihat Zivilia.
" Papa, kenapa sih makan nya seperti itu. Tidak baik loh Papa, kalau makan terburu-buru dan menundukan kepalanya seperti itu."
Samuel merasa kalah dengan perkataan Bianca dia pun mulai memberanikan diri untuk menegakkan kepalanya dan memandangi wajah cantik Zivanna.
Samuel benar-benar dia buat tidak bisa berkata-kata jika wanita yang cantik itu mengungkapkan perasaan cinta nya kepada dirinya.
" Selamat malam Bapak Samuel Mahendra."
__ADS_1
Ucap Zivanna dengan suara yang sangat lembut dan membuat Samuel merasa salah tingkah dengan ucapan tersebut.
Sesilia merasa sangat gemas melihat Samuel yang hanya bisa terdiam saja, ketika Zivanna mulai ingin berkomunikasi dengan nya.
" Selamat malam juga Zivanna Lollyta Lenoel."
Sesilia seketika langsung terkejut ketika Samuel mengucapkan nama lengkap Zivanna.
Zivanna pun langsung memandangi wajah Sesilia yang seperti nya merasa tidak asing dengan nama yang di sebutkan oleh Samuel.
" Bianca kamu harus banyak makan yaa sayang, apalagi sayuran yaa supaya sehat yaa."
Zivanna menyuapi Bianca dan ini yang sangat di rindukan oleh Bianca.
" Aku kangen di suapi Suster Zivanna, aku ingin bisa setiap hari seperti ini."
Zivanna langsung menatap kembali wajah Samuel ketika Bianca berkata seperti itu kepada nya.
" Sayang, minta suapi dengan Suster Vina saja yaa sama saja kan yaa. Sekarang Suster Zivanna harus fokus dengan karir nya sebagai seorang model terkenal, semoga saja Suster Zivanna sukses menjadi seorang model."
Samuel mengelus rambut panjang Bianca.
" Baiklah, tapi sekarang Suster Zivanna mau menginap kan satu malam saja di rumah ini."
Bianca memegang tangan Zivanna seperti memohon untuk bisa menginap.
" Tidak bisa sayang, Suster Zivanna tidak bisa menginap di rumah ini lagi tapi Suster Zivanna bisa menemani Bianca sampai bisa tidur nyenyak malam ini. Bagaimana mana sayang,? mau kah."
Bianca menganggukkan kepalanya dia langsung menarik tangan Suster Zivanna.
" Ayo kita pergi ke kamar yaa, aku mau tidur sekarang juga."
Rencana makan malam menjadi gagal ketika Bianca membawa Suster Zivanna ke dalam kamar nya.
" Samuel tadi kamu menyebutkan nama lengkap Zivanna,? biasakan kamu mengulangi nya."
Sesilia merasa sangat penasaran sekali sampai dia meminta Samuel untuk mengulangi kata-kata nya.
" Zivanna Lollyta Lenoel, itu yang Zivanna sebutkan ketika makan siang bersama dengan ku."
Sesilia pun menghafal kan nama tersebut.
" Lollyta Putri dan apakah kamu tau tahu nama lengkap Dokter Richard,?"
Samuel tidak mengetahui nya dia pun mengeluarkan handphone nya untuk mencari tahu nama lengkap Dokter Richard Specialis Anak bertugas di Rumah Sakit Permata.
Samuel pun langsung terkejut ketika membaca nya.
" Richard Lenoel, jadi Zivanna itu adalah anak dari Ibu Lollyta dan Dokter Richard."
Sesilia Langsung menggelengkan kepalanya berkali-kali.
" Tidak itu seperti nya tidak mungkin, lalu bagaimana dengan kabar yang di bawa oleh Maudy yang menyatakan jika Zivanna adalah wanita simpanan Dokter Richard."
Samuel pun ikut memikirkan nya, karena tidak mungkin ini adalah sebuah kebetulan. Samuel melihat Zivanna yang begitu sangat akrab sekali dengan Lollyta.
" Seperti nya Maudy salah paham terhadap kedekatan mereka berdua, dan dia langsung memikirkan hal yang seperti itu."
Sesilia pun merasa sangat bersalah sekali dengan Zivanna dia merasa malu, Sesilia mencoba untuk menyusul Zivanna ke kamar Bianca.
" Ternyata Zivanna adalah anak dari keluarga yang berkecukupan, Zivanna berpura-pura bersikap sederhana untuk apa yaa."
Samuel sebenarnya dia ingin mengikuti Mama nya tapi dia juga masih merasa gugup jika bertatapan wajah dengan Zivanna.
__ADS_1
Samuel memilih untuk pergi ke luar rumah dan dia pun langsung di kejutkan dengan mobil mewah yang ada di halaman rumah nya.
" Wah luar biasa sekali, sudahlah ini memang benar adanya Zivanna adalah putri dari Dokter Richard dan Ibu Lollyta."
Samuel sampai tidak percaya melihat nya.
Di saat Samuel yang sudah percaya jika Zivanna adalah putri orang kaya raya, Sesilia ingin bertanya langsung kepada Zivanna.
Sesilia mengetuk pintu kamar Bianca dan membuka nya, di dalam kamar ada Suster Vina juga.
" Omah, aku senang sekali mempunyai dua suster ada di kamar ku."
Sesilia hanya tersenyum manis kepada Bianca dan dia memegang tangan Zivanna.
" Apakah kamu adalah putri dari Dokter Richard dan Ibu Lollyta,? kamu adalah putri tunggal mereka berdua."
Suster Vina dan Bianca mereka berdua kelihatan sangat terkejut sekali ketika Sesilia mengetahui indentitas Suster Zivanna.
" Iya memang benar aku adalah Putri tunggal dari pasangan tersebut, aku menyembunyikan identitas ku."
Bianca langsung memeluk erat Suster Vina dia merasa sangat ketakutan sekali, Bianca takut omah nya akan marah besar kepada Suster Zivanna.
" Lalu kenapa kamu harus melakukan ini semua,? sampai Maudy berpikiran negatif terhadap mu dia sampai menyebutkan jika kamu itu adalah wanita simpanan Dokter Richard yang jelas-jelas adalah Ayah kandung mu sendiri."
Zivanna pun langsung tersenyum.
" Aku membiarkan dia melakukan apapun sesuka hati nya, biarkan dia bahagia dengan cara menjelekkan nama ku. Karena aku hanya bisa tersenyum manis saja, jika akhirnya dia mengetahui apa yang sebenarnya terjadi."
Sesilia memegang erat tangan Zivanna.
" Tante minta maaf atas perilaku yang kurang sopan, Tante terbawa arus negatif Maudy."
Zivanna melepaskan genggaman erat tangan Sesilia.
" Sudahlah jangan di bahas lagi yaa, sekarang lebih baik kita fokus pada Bianca dan melupakan yang sudah kita bicarakan tadi."
Zivanna melihat jam yang sudah menunjukkan pukul 10 malam, dia yang harus segera pulang secepatnya.
" Bianca sayang, maafkan Suster yaa tapi ini sudah terlalu malam Suster Zivanna harus pulang yaa nanti kita pasti akan bertemu kembali."
Mereka berdua pun berpelukan walaupun sebenarnya Bianca yang tidak mau berpisah dengan Suster Zivanna.
" Jangan pernah lupakan aku yaa Suster Zivanna, di saat nanti Suster Zivanna yang sudah mulai terkenal menjadi seorang model."
Mata Zivanna pun sampai berkaca-kaca dia yang sebenarnya tidak mau berpisah dengan Bianca.
" Sayang, Suster Zivanna hanya menggantikan posisi Mama Maudy saja yaa. Setelah Mama Maudy sembuh, Suster Zivanna tidak akan terlalu sibuk."
Dengan berat hati Zivanna pun melepaskan pelukan erat tersebut dan melambaikan tangan nya, Zivanna keluar dari kamar Bianca di temani oleh Sesilia.
Setelah sampai di pintu keluar Samuel langsung berdiri dari tempat duduk nya.
" Pak Samuel, saya pulang dulu ya Pak."
Samuel menganggukkan kepalanya sambil tersenyum manis kepada Suster Zivanna.
Sesilia melihat mobil mewah yang di pakai oleh Zivanna.
Setelah melihat Zivanna pergi, Sesilia pun mencurahkan isi hati nya kepada Samuel.
" Sejak awal dia datang dengan pakaian mahal pun Mana sudah curiga terhadap nya, dan ternyata sekarang nafas kita di buat sesak ketika mengetahui dia itu siapa."
Samuel menarik tangan Mama nya agar segera masuk ke dalam rumah.
__ADS_1