
Zivanna sampai di kantor ibu nya, dia kelihatan sangat ceria dan seperti tidak terjadi apa-apa di dalam kehidupan rumah tangga nya.
Zivanna mulai harus bekerja dia ingin sedikit melupakan apa yang sebenarnya terjadi.
" Wah, setelah hamil jadi semakin cantik yaa."
Banyak yang memuji kecantikan Zivanna.
" Terimakasih banyak yaa."
Lollyta tidak pernah mau jauh dari Zivanna, dia tidak mau terjadi sesuatu dengan Zivanna.
Di saat Zivanna mulai beraktifitas kembali, di tempat yang berbeda Samuel dia seperti hilang rasa semangat nya.
Samuel mendapatkan ancaman dari Bianca, jika dia bertemu dengan Zivanna maka Bianca akan memilih tinggal di pantai asuhan saja.
Samuel benar-benar di buat tidak bisa berpikir.
Bianca menghampiri Papa nya, Bianca yang kelihatan sangat bersemangat sekali.
" Selamat siang Papa, aku mau berangkat sekolah sekarang yaa."
Samuel tersenyum manis kepada Bianca.
" Bianca, pulang sekolah Omah mau membawa mu pergi ya. Kita pergi bertiga bersama dengan Suster Vina juga, Omah melihat kamu belum lagi membeli boneka dan mainan yang lain nya."
Sesilia sengaja mengajak Bianca pergi agar Samuel bisa bersama dengan Zivanna.
" Baiklah Omah."
Samuel memilih untuk tidak sarapan.
" Mama, aku pergi ke kantor duluan yaa. Pekerjaan ku sangat banyak sekali, aku harus segera menyelesaikan nya."
__ADS_1
Samuel langsung pergi tanpa berpamitan dengan Bianca.
" Kenapa Papa tidak berpamitan dengan ku, biasanya Papa selalu mencium kening ku sebelum pergi ke kantor."
Bianca merasa jika Papa nya yang masih marah dengan nya karena kepergian Mommy Zivanna.
" Bianca, apakah kamu tidak mendengar perkataan Papa mu tadi. Omah berharap kamu jangan selalu membuat Papa mu pusing yaa, supaya pekerjaan Papa mu jadi tidak menumpuk di kantor dan membuat Papa mu harus pulang malam."
Suster Vina pun langsung menyuruh Bianca segara menghabiskan sarapan pagi nya, dan setelah itu mereka berdua langsung pergi ke sekolah.
Suster Vina memikirkan bagaimana kondisi Zivanna sekarang, Suster Vina berharap Zivanna baik-baik saja.
Bianca dan Suster Vina masuk ke dalam mobil nya, Bianca mulai mempertanyakan keberadaan Mama nya.
" Suster Vina, aku tidak pernah mendapatkan pesan dari Mama Maudy yaa."
Suster Vina yang mengetahui jika Maudy sedang berada di Thailand bersama dengan suaminya dia pun dengan cepat memberikan photo tersebut kepada Bianca.
Suster Vina sengaja melakukan itu semua karena dia yang sudah sangat emosional sekali dengan Bianca.
Wajah Bianca langsung berubah menjadi marah.
" Kenapa Mama Maudy seperti itu, jahat sekali aku sampai tidak di ajak."
Bianca seketika langsung menangis melihat photo yang di berikan oleh Suster Vina.
" Seperti nya sebentar lagi kamu pun akan mempunyai adik dari Mama Maudy dan Papa Bastian. Di saat kamu menolak keras Mommy Zivanna hamil, di sisi lain Mama Maudy pun dia ada kemungkinan hamil juga."
Bianca marah mendengar perkataan Suster Vina.
" Tidak, Mama Maudy tidak boleh hamil anak dari Papa Sebastian. Mama Maudy harus kembali bersama dengan Papa Samuel, aku tidak mau ini semua terjadi."
Bianca semakin menangis histeris tapi Suster Vina hanya bisa terdiam saja, sampai akhirnya sampai di sekolah pun Bianca masih menangis histeris.
__ADS_1
Di saat Suster Vina yang sudah mulai membuat Bianca tau semuanya, Samuel dia ingin bertemu dengan Zivanna.
Samuel mencoba untuk menghubungi nomer handphone Zivanna, tapi karena Zivanna yang sedang sibuk.
Panggilan telephone dari Samuel pun tidak ada jawaban nya.
" Zivanna aku sangat merindukan mu sayang."
Samuel memilih untuk tidak pergi ke kantor, Samuel pergi ke rumah Zivanna tapi ternyata Zivanna tidak ada di rumah.
Assisten rumah tangga mengatakan jika Zivanna sejak pagi sudah pergi bekerja bersama dengan Ibu nya.
" Zivanna pergi bekerja, apakah Zivanna memaksakan diri untuk bekerja. Supaya dia melupakan apa yang sudah terjadi, aku merasa bukan suami yang baik untuk Zivanna."
Samuel pun masuk kembali ke dalam mobil nya dia melanjutkan perjalanan menuju ke kantor.
Samuel membelikan sesuatu untuk Zivanna, dia ingin memberikan kejutan kepada istrinya.
Samuel masuk ke dalam kantor dan dia diantarkan oleh satpam, Samuel melihat Zivanna yang sedang melakukan live untuk mempromosikan produk terbaru nya.
Samuel tersenyum manis dan Lollyta pun menghampiri Samuel.
" Kamu akhirnya datang juga untuk Zivanna, terimakasih Samuel. Memang sangat berat sekali ketika kamu harus memilih antara istri mu yang sedang hamil dengan anak kandung mu."
Samuel menundukkan kepalanya dia merasa sangat bersalah.
" Saya meminta maaf kepada Ibu, karena ternyata Saya tidak bisa membuat Zivanna bahagia. Pernikahan yang baru saja kita jalani ini kenapa sampai harus meneteskan air mata, saya merasa gagal membahagiakan Zivanna."
Lollyta tidak kuasa menahan air mata nya, dia juga tidak mengerti kenapa harus menjadi seperti ini.
Ketika Zivanna yang bisa menerima kehadiran Bianca di dalam kehidupan Samuel, tapi ternyata kenyataan pahit yang harus di terima oleh Zivanna.
Samuel memberikan bucket bunga mawar putih untuk Zivanna kepada Ibu Lollyta, Samuel tidak bisa bertemu dengan Zivanna dalam keadaan seperti ini.
__ADS_1