
Membaca pesan dari Irene, Felix merasa sangat stress sekali.
" Kenapa harus aku yang bertanggung jawab, sedangkan Maudy masih mempunyai suami."
Felix merasa tidak bisa konsentrasi dalam pekerjaannya.
" Aku tidak mau menikah dengan wanita yang lebih tua dari ku, tidak aku tidak mau."
Felix memikirkan bagaimana cara nya agar dia terbebas dari tanggung jawab tersebut.
* Irene, aku lebih baik menikah dengan mu. Jika kamu menjadi istri ku, aku akan memberikan harta kekayaan ku kepada mu*
Membaca pesan dari Felix, Irene menggelengkan kepalanya berkali-kali.
* Tidak aku tidak butuh uang mu, aku tidak mau menikah dengan mu Felix. Ada lelaki yang aku suka yaitu Sebastian, suami dari Maudy. Cepat menikah dengan Maudy, agar aku bisa bersama dengan suaminya*
* Maudy kamu tidak normal, ternyata ini alasan kamu tidak mau menikah dengan mu. Kamu menjadi pelakor di hubungan Maudy dan Sebastian, kamu licik sekali Irene*
* Aku tidak licik, yang licik itu Maudy dia tidak punya hati nurani. Sudah mendapatkan suami yang baik, memilih untuk tidur dengan mu Felix*
Felix tidak mau membalas pesan dari Irene sekarang dia akhirnya mengetahui semuanya.
__ADS_1
" Irene aku benar-benar tidak menyangka jika kamu sebenarnya seperti ini."
Felix tidak berani bicara dengan orang tua nya, walau sebenarnya orang tua pasti mau mendapatkan cucu lelaki.
" Aku sangat lelah sekali, lebih baik aku menyenangkan diri ku sendiri saja."
Felix keluar dari kantor nya dia pergi begitu saja meninggalkan kantor nya, Felix tidak bisa fokus pada pekerjaan.
Di saat Felix pergi untuk bersenang-senang, di rumah sakit Zivanna masuk ke dalam ruangan Bianca.
Zivanna melihat wajah Bianca yang seperti sedang sedih.
Zivanna tidak berani langsung bertanya kepada Bianca, Zivanna menghampiri Sesilia.
Sesilia memasukkan makanan dan minuman ke dalam kulkas.
" Terimakasih banyak yaa, sekarang lebih baik kamu pulang kasihan Zivilia di rumah."
Tatapan mata Bianca sinis kembali kepada Mommy Zivanna, di saat Zivilia mendapatkan perhatian yang penuh tapi adik lelaki harus berjauhan dengan Mama nya.
Zivanna memilih untuk keluar dari ruangan dia ingin melihat Maudy.
__ADS_1
" Bianca, kenapa kamu seperti membenci kembali Mommy Zivanna apa salahnya Mommy Zivanna kepada mu."
Sesilia tidak mau mereka berdua kembali bermusuhan kembali.
" Zivilia begitu banyak yang perhatian kepada nya, tetapi adik lelaki ku dia tidak bisa bertemu dengan Mama."
Sesilia tidak mengetahui ketika Bianca yang diam-diam pergi dari kamar nya.
" Kasihan Mama Maudy, dia despresi kembali sekarang. Bagaimana dengan nasib adik lelaki ku, dia lebih sedih dari ku karena sejak lahir tidak bisa di urus oleh Mama."
Bianca menangis histeris di pelukan Omah Sesilia.
" Bianca, ada Papa Sebastian dia yang akan mengurus adik lelaki mu kamu tidak usah hawatir yaa sayang."
Sesilia tidak menyangka Bianca yang masih kecil seperti ini tapi hati nya sudah sangat peka sekali.
" Sekarang Bianca harus fokus pada kesehatan Bianca, harus sehat yaa agar bisa mengurusi adik lelaki Bianca."
Sesilia menghapus air mata Bianca.
" Omah, aku ingin sekali adik lelaki ku di bawa ke rumah kita. Biarkan Suster Vina yang merawat nya, aku akan mandiri ke sekolah."
__ADS_1
Sesilia seketika langsung terdiam itu tidak mungkin terjadi, anak Maudy tidak mungkin di bawa ke rumah nya.