I Love You CEO Tampan

I Love You CEO Tampan
Episode *216*


__ADS_3

Setelah merasa puas sudah menelephone Zivanna, Lollyta mengembalikan handphone tersebut kepada Samuel.


" Bagaimana jika kita datang langsung saja ke Apartemen Zivanna, supaya menjadi kejutan untuk Zivanna."


Lollyta merasa itu adalah ide yang bagus dia memang sangat merindukan Zivanna.


" Kamu sudah tahu Apartemen nya,? baiklah mari kita ke sana sekarang juga."


Lollyta begitu sangat semangat sekali dan mereka berdua pun keluar dari ruangan tersebut.


Maudy dengan sinis nya dia memperhatikan mereka berdua.


" Mau pergi ke mana mereka berdua, dan apa yang di bicarakan Samuel dengan Lollyta."


Maudy merasa sangat penasaran sekali dia sebenarnya ingin mengikuti mereka berdua tapi Maudy sekarang ada pemotretan di luar rumah.


Maudy terpaksa membiarkan mereka berdua pergi, tapi nanti dia pasti akan mencari tahu tentang maksud mereka berdua itu apa.


Samuel dan Lollyta masuk ke mobil mereka masing-masing, Lollyta yang mengikuti mobil Samuel.


" Akhirnya aku mengetahui Apartemen Zivanna, aku sangat bahagia sekali karena aku sangat merindukan Zivanna."


Setelah menempuh perjalanan kurang lebih 2 jam, mereka berdua pun akhirnya sampai di Apartemen Zivanna.


Samuel lebih memilih untuk mengajak Lollyta itu menunggu ke Restoran dekat Rumah Sakit Harapan.


" Bu Lollyta kita tunggu Zivanna di Restoran saja yaa, nanti saya yang akan mengirimkan pesan kepada Zivanna agar langsung pergi ke Restoran ini saja."


Lollyta mengikuti apa yang di katakan oleh Samuel dan mereka berdua pun masuk ke dalam Restoran tersebut.


Samuel mulai memesan makanan dan minuman untuk mereka berdua sambil mengirimkan pesan kepada Zivanna.


* Zivanna, pulang kerja kamu langsung ke Restoran dekat Rumah Sakit yaa. Aku menunggu di sana, aku sangat merindukan mu*


Samuel menyimpan handphone nya ketika sudah mengirimkan pesan kepada Zivanna.


" Rumah Sakit yang lumayan besar yaa, beruntung sekali Zivanna mendapatkan pekerjaan yang tidak jauh dari Apartemen nya."


Lollyta mulai tidak egois dia mengijinkan Zivanna untuk bekerja dan mandiri.


" Iya Zivanna benar-benar di berikan kemudahan untuk mencari pekerjaan, dia bisa mendapatkan pekerjaan yang cepat."


Samuel dan Lollyta mulai menikmati makanan yang datang.

__ADS_1


" Terimakasih banyak yaa Samuel, kamu bisa mempertemukan saya dengan Zivanna."


Samuel hanya bisa tersenyum saja.


Ketika Samuel dan Lollyta yang sedang menunggu kedatangan Zivanna.


Zivanna yang baru saja pulang dari pekerjaan dia mengecek handphone nya.


" Wah ada pesan yaa ternyata."


Zivanna membaca pesan tersebut dan ternyata itu adalah pesen dari Samuel.


" Kekasih ku menunggu aku di Restoran, haha dia seperti mulai merasakan kasmaran sama aku. Baiklah aku akan segera pergi pergi ke sana, tapi aku tidak mungkin pergi ke sana dengan wajah yang kusam seperti ini."


Zivanna pergi ke toilet dia mencuci wajah nya, dan dia juga memakai sedikit make up akan lebih lebih segar.


Zivanna juga yang membawa baju ganti dia mengganti baju nya.


" Selesai deh sangat cantik sekali kan, sekarang aku tinggal pakai Parfume."


Setelah memakai parfume Zivanna pun keluar dari toilet tersebut dan memang kecantikan Zivanna itu memang sangat berbeda sekali.


" Lihatlah Zivanna dia memang berbeda, bisa ku bilang dia itu mode sekaligus Suster l yang sangat cantik sekali."


Zivanna masuk ke dalam mobil nya dan dia mengendarai mobil dengan cepat, walaupun jarak yang masih sangat dekat sekali.


Zivanna pun akhirnya sampai di depan Restoran tersebut dan Zivanna pun melihat Samuel yang seperti sedang bersama dengan Ibunya.


Zivanna yang masih di luar dia memastikan apakah benar Samuel yang sedang bersama dengan Ibunya.



Zivanna pun masuk dan dia tersenyum manis kepada Samuel dan ibunya.


Zivanna dengan cepat menghampiri mereka berdua, dia yang begitu sangat merindukan Ibunya.


" Ibuuuu."


Zivanna memanggil ibunya dengan mata yang berkaca-kaca dan langsung memeluk erat tubuh ibunya.


" Zivanna sayang, ibu sangat merindukan mu sayang."


Zivanna menganggukkan kepalanya sambil menangis.

__ADS_1


Samuel merasa sangat bahagia sekali ketika melihat Zivanna dan ibunya.


Zivanna pun melepaskan pelukan erat nya dan dia kelihatan sangat senang sekali.


" Bu, aku sekarang benar-benar merasakan yang namanya bekerja. Tidak seperti pada saat aku aku di Rumah Sakit Permata, di Rumah Sakit Harapan ini semua aku kerjakan tanpa harus seperti adanya perbedaan."


Samuel melirikan mata nya kepada Samuel.


" Bagaimana bisa membawa ibu ke sini,? kalian berdua sudah sangat akrab sekali yaa."


Zivanna merasa sangat senang sekali walaupun dia mengetahui jika Ayah nya tidak akan seperti Ibunya.


" Samuel mengatakan jika dia mau serius berhubungan dengan mu Zivanna, Ibu nya hanya bisa mendoakan kalian berdua supaya apa yang di inginkan oleh kalian berdua bisa tercapai semuanya."


Lollyta memegang tangan Zivanna dan Zivanna pun mulai membahas Ayah nya


" Lalu bagaimana dengan Ayah Bu, Ayah yang tidak mungkin mau menerima hubungan kita berdua ini. Aku merasa Ayah yang ingin aku dengan Felix, di mata Ayah Felix adalah lelaki terbaik tapi di saat aku bertemu dengan Felix bersama dengan seorang wanita aku merasa Felix bukan lelaki yang baik-baik."


Mendengar perkataan Zivanna, Samuel merasa sangat yakin sekali jika lelaki yang dia lihat dalam keadaan mabuk bersama dengan wanita itu adalah Felix.


" Iya sayang Ibu mengerti sayang, semoga saja Ayah mu bisa segera menyadari nya yaa."


Zivanna kelihatan sangat sedih sekali karena dia berpikir bagaimana jika Ayah nya yang tidak mau merestui hubungan mereka berdua.


" Zivanna kamu tenang saja yaa, aku tidak akan pernah diam. Aku pasti akan membuktikan jika aku adalah lelaki yang bertanggung jawab untuk mu."


Samuel ingin meyakinkan bahwa dirinya memang yang terbaik untuk Zivanna.


" Zivanna, ibu yakin jika Samuel adalah lelaki yang bertanggung jawab. Dia pasti akan selalu memperjuangkan hubungan kalian berdua, ibu yang akan selalu mendukung kalian berdua."


Zivanna pun mulai bisa tersenyum kembali ketika Samuel yang benar-benar ingin bersama dengan nya.


" Yasudah kita nikmati makan yang sudah di pesankan yaa, Samuel memesan makanan sangat banyak sekali loh ini."


Zivanna yang memang baru pulang bekerja dia sangat lapar sekali, Zivanna memakan dengan sangat lahap sekali.


" Bu Lollyta, lebih baik Ibu Lollyta menginap saja di Apartemen Zivanna."


Lollyta melirikan mata nya kepada Zivanna ketika Samuel mengatakan hal tersebut.


" Ibu boleh menginap di Apartemen ku, tapi ibu jangan mengajak aku untuk tinggal kembali ke rumah dan meninggalkan Apartemen itu yaa. Aku sekarang sedang menikmati kehidupan yang indah yang penuh dengan kesederhanaan, aku mohon yaa Buu."


Lollyta menganggukkan kepalanya sambil tersenyum dan Zivanna pun merasa tenang.

__ADS_1


__ADS_2