
Lollyta melepaskan pelukan erat nya dia pun langsung memandangi wajah Bianca.
"Sudah yaa cantik jangan menangis yaa, sekarang kamu mempunyai Tante dan Suster Zivanna. Suster Zivanna yang akan selalu ada di samping kamu yaa, sekarang seperti nya Tante harus kembali ke kantor."
Wajah Bianca terlihat sangat sedih sekali ketika mendengar jika Tante Lollyta yang akan meninggalkan nya Bianca yang merasa sangat nyaman sekali bersama dengan mereka berdua.
"Bianca jangan sedih yaa sayang, nanti jika di perbolehkan oleh Papa dan Omah. Bianca bisa bermain di rumah Suster Zivanna bersama dengan Tante dan nanti juga ada Ayah nya Suster Zivanna, dia seorang Dokter Specialis Anak dan Bianca bisa banyak bertanya dengan Ayah nya Suster Zivanna."
Bianca yang awalnya sedih seketika dia pun langsung bahagia sekali.
"Terimakasih Tante cantik dan juga Suster Zivanna, kalian mau mengajak aku main di rumah kalian."
Zivanna melihat jam di handphone nya.
"Bu seperti aku harus pergi sekarang juga, karena sudah terlalu lama aku berada di luar rumah."
Lollyta pun juga bersiap untuk pergi kembali ke kantor. Mereka pun pergi dengan menggunakan mobil masing-masing.
__ADS_1
Selesai melakukan pemotretan Maudy tidak melihat kehadiran Lollyta.
"Tidak ada di ruangan nya pergi ke mana yaa dia, sekarang seperti nya dia mulai menghindari ku. Baiklah akan aku stop terlebih dahulu teror mistis cinta kepada suaminya."
Maudy menghampiri pegawai yang berada di samping ruangan Lollyta.
"Apakah kamu mengetahui pergi ke mana Ibu Lollyta sekarang,?"
Pegawai tersebut pun hanya menggelengkan kepalanya tanpa melihat wajah Maudy.
Maudy pun berjalan menuju ke luar kantor karena sebenarnya pekerjaan sudah selesai, tapi dia begitu sangat penasaran sekali dengan kepergian Lollyta.
Lollyta pun akhirnya datang dan Maudy pun tersenyum lebar melihat kedatangan Lollyta.
"Hmmmm, Bu Lollyta. Saya dari tadi mencari Ibu loh. Tapi ternyata ibu nya tidak ada di ruangan."
Maudy mencoba untuk bersikap baik kembali dengan Lollyta karena dia masih membutuhkan Lollyta.
__ADS_1
"Tadi saya habis makan siang bersama dengan Bianca dan juga Suster Zivanna, Bianca anak yang sangat pintar sekali yaa dia bercita-cita ingin menjadi seorang Dokter."
Setelah menyampaikan semuanya Maudy seketika dia langsung terdiam ketika mengetahui Lollyta yang pergi makan siang bersama dengan Bianca.
Lollyta pun tersenyum tipis dia langsung berjalan menuju ke ruangan nya.
"Heuhhh, kenapa harus jadi seperti ini. Bianca menjadi lebih akrab dengan orang yang aku benci, sedangkan aku sendiri sebagai ibu kandung belum pernah bisa berkomunikasi dengan baik dengan Bianca."
Maudy keluar dari kantor dia pun masuk ke dalam mobil nya, dia berencana untuk datang ke kantor Samuel.
"Aku harus memberanikan diri untuk datang ke kantor Samuel, aku ingin sekali Samuel mempertemukan aku dengan Bianca di acara makan malam bersama. Aku harus bisa lebih dekat dengan cepat dengan Bianca, agar segera menyingkir Suster muda itu."
Maudy menyalakan mesin mobil nya dia menjalankan mobilnya dengan kecepatan yang sangat tinggi sekali karena dia yang begitu sangat emosional sekali.
"Samuel harus mengijinkan keinginan ku ini, dia tidak boleh melarang aku untuk bertemu dengan Bianca. Karena kembali lagi jika aku ini adalah ibu kandung nya, walaupun aku meninggalkan Bianca tapi aku pun mempunyai alasan nya. Dan sekarang aku ingin bisa menebus kesalahan yang pernah aku lakukan."
Maudy begitu sangat percaya diri sekali dia benar-benar ingin mendatangi kantor Samuel.
__ADS_1