
Lollyta mengetuk pintu kamar Zivanna dan dia pun membuka nya, ternyata Zivanna yang sedang mandi.
Lollyta pun menunggu Zivanna sambil memainkan handphone nya, Lollyta melihat pemotretan Zivanna yang sangat bagus sekali.
" Penjualan produk ku semakin meningkat ketika Zivanna yang menjadi model nya, tapi aku juga tidak bisa memaksakan Zivanna yang harus menjadi model produk kecantikan nya."
Zivanna keluar dari kamar mandi dengan menggunakan handuk kimono.
" Ibu, aku pikir tidak ada ibu di sini."
Zivanna dengan cepat memakai pakaian nya dan duduk di samping ibu nya.
" Apa yang sebenarnya terjadi?."
Lollyta memegang tangan Zivanna.
" Banyak sekali yang terjadi di hari ini."
Mata Zivanna berkaca-kaca ketika mau menceritakan semuanya.
" Aku yang harus berhadapan dengan Maudy, dia datang ke rumah Bianca. Ntah bagaimana ceritanya Maudy sampai bisa memeluk Bianca dan membuat Bianca ketakutan sekali sampai tangan nya bergetar tidak mau melepaskan pelukan nya kepada ku."
__ADS_1
Lollyta pun merasa sangat kasihan sekali melihat Bianca, yang harus menghadapi keegoisan Mama nya.
" Dan aku ingin berbicara dengan Ibu, jika aku dan Pak Samuel hari ini kita menjalani hubungan."
Lollyta seketika dia merasa sangat terkejut sekali mendengar apa yang di ucapkan oleh Zivanna.
" Kamu dan Samuel, menjalani hubungan apa Zivanna."
Zivanna pun langsung memeluk erat Ibunya.
" Aku tidak tahu apakah ini membuat Ibu merasa senang atau tidak, tapi aku dan Pak Samuel ingin bisa menjalani hubungan yang serius. Aku ingin bisa bahagia bersama dengan Pak Samuel, dan menjadi ibu sambung yang baik untuk Bianca."
Lollyta mencoba untuk menghapus air mata Zivanna, karena dia mengetahui kebahagiaan Zivanna dia yang menentukan.
" Kamu tidak usah menangis, Ibu akan selalu mendukung mu sayang karena jika kamu bahagia ibu juga akan bahagia."
Zivanna tidak menyangka jika ibu nya yang akan mendukung nya, dia pun memeluk erat kembali tubuh ibu nya.
" Terimakasih Bu, terimakasih banyak yaa. Aku sangat bahagia sekali ketika ibu yang mau mendukung aku, aku sangat bahagia sekali."
Lollyta mencium rambut panjang Zivanna dan melepaskan pelukan erat nya.
__ADS_1
" Kamu ingin serius menikah dengan lelaki yang sudah mempunyai anak, jangan pernah kamu rubah rasa sayang kamu terhadap Bianca. Karena mungkin Samuel yang akhirnya bisa luluh hatinya karena kamu yang mencintai Bianca. Jangan sampai rasa sayang kamu berubah setelah kamu resmi menikah, apalagi di saat kamu nanti mempunyai anak dari Samuel."
Zivanna menganggukkan kepalanya dia sambil membayangkan seperti nya rasa sayang dia tidak akan pernah berakhir dengan Bianca.
" Lalu bagaimana dengan Ayah, dia pasti tidak akan setuju dia lebih setuju aku bersama dengan Felix. Aku tidak cinta Felix, aku tidak mempunyai perasaan sedikit pun terhadap Felix."
Zivanna benar-benar berkata jujur kepada ibu nya.
" Sudahlah lupakan Felix, abaikan dia yaa. Sekarang lebih baik kamu fokus saja pada hubungan mu, dan tidak usah mempublikasikan dulu biarkan hubungan kalian berdua rahasia apalagi Maudy jangan sampai dia mengetahui nya yaa."
Zivanna menggangukan kepalanya dia akan mengikuti apa yang di katakan oleh Ibunya.
" Baiklah Bu, dan seperti nya besok aku tidak pergi ke kantor Bu. Karena Maudy dia yang akan datang dia sudah sehat dan seperti nya dia hanya menipu kita saja."
Lollyta tersenyum manis kepada Zivanna dan dan dia pun memilih untuk keluar dari kamar Zivanna.
" Yaudah sekarang Ibu pergi dulu, kamu istirahat ya sayang."
Lollyta keluar dari kamar Zivanna dia menutup rapat pintu nya dan berjalan ke tangga dia melihat suaminya yang masih mengobrol dengan Felix.
Lollyta memilih masuk ke dalam kamar nya dia seperti tidak peduli dengan apa yang di bicarakan oleh suaminya dan Felix.
__ADS_1