
Ternyata Samuel tidak sepenuhnya menikmati momen bersama dengan Zivilia, dia masih mengingat kembali kenangan bersama dengan Maudy di masa lalu nya.
Zivanna melihat Samuel yang terus saja tersenyum dia merasa jika Samuel yang memang menyukai tempat tersebut.
Ketika Zivanna dan Samuel menikmati kebersamaan mereka berdua tapi tidak dengan Maudy dia yang masih harus bekerja bersama dengan Lollyta.
Lollyta memperhatikan wajah Maudy yang kelihatan sedang memikirkan sesuatu, Lollyta pun memilih untuk menghampiri Maudy.
" Apakah kamu baik-baik saja,? jika kamu merasa tidak enak badan. Kamu bisa pulang, aku tidak mau jika kamu sampai sakit seperti sebelumnya."
Maudy pun menghela nafas panjang nya.
" Bu Lollyta aku ingin membicarakan sesuatu tentang Zivanna, tapi tidak di sini.
Melihat wajah Maudy yang begitu sangat serius sekali membuat Lollyta membawa nya ke ruangan nya.
Lollyta seperti ingin mengetahui apa yang ada di ceritakan Maudy tentang Zivanna.
" Bu Lollyta, lebih jangan terlalu kasihan dengan Zivanna. Karena kita tidak tahu sikap seorang itu seperti apa, bisa saja dia yang kelihatan sangat polos sekali. Tapi kita tidak tahu tentang kehidupan keluarga nya, dan juga keseharian nya."
Lollyta merasa jika Maudy yang akan membicarakan tentang Zivanna, bicara tentang negatif terhadap Zivanna.
Lollyta harus bisa menahan emosi nya.
__ADS_1
" Zivanna itu wanita penggoda, dia menggoda lelaki kaya raya seperti mantan suami saya dan suami ibu Lollyta Dokter Richard."
Maudy memandangi wajah Lollyta yang kelihatan datar dan biasa saja.
" Apa yang membuat kamu bisa berbicara seperti itu kepada Zivanna,? kenapa kamu sampai bisa menyebutkan jika Zivanna itu menggoda suami ku. Apakah kamu mempunyai bukti yang kuat,? Zivanna anak baik-baik dia dari keluarga yang sangat baik."
Maudy melihat wajah Lollyta yang masih sangat rendah tidak merasa kaget dengan perkataan nya.
Maudy pun mulai memberikan foto-foto kebersamaan Zivanna dengan Dokter Richard.
" Dan apakah Ibu Lollyta tahu, sebelum Dokter Specialis memberikan kalung berlian seharga 2 milyar kepada Ibu Lollyta. Zivanna sudah di berikan duluan oleh Dokter Richard, dan ini foto nya."
Lollyta semakin berpikir jika Maudy memang sangat berbahaya sekali, dia bisa sampai mengambil foto dengan sangat detail sekali.
Maudy tersenyum pun dia pun langsung meninggalkan ruangan Lollyta.
Ketika Maudy pergi, Lollyta pun memperhatikan foto-foto ini yang di ambil oleh Maudy.
" Apakah ini yang di maksud Zivanna di acara makan malam bersama, dengan dia mengambil handphone ku."
Lollyta pun menyimpan foto-foto tersebut.
" Maudy sekarang benar-benar sangat meresahkan sekali, jika dia terus seperti lebih baik aku membuat nya terkejut jika Zivanna itu adalah anak perempuan ku."
__ADS_1
Lollyta pun memilih untuk menghubungi Zivanna tapi ternyata nomber handphone yang tidak aktif.
" Bukan kah hari ini libur sekolah, kenapa handphone Zivanna tidak aktif yaa."
Lollyta yang mempunyai nomber handphone Bianca dia memilih untuk menelephone Bianca.
Bianca yang sedang bermain dengan Omah nya dia pun langsung mengambil handphone nya yang berdering kencang.
Bianca menyangka jika itu adalah panggilan telephone masuk dari Zivanna.
* Hallo*
*Hallo Bianca cantik apakah kamu sedang bersama dengan Suster Zivanna,? Tante ingin bicara dengan Suster Zivanna. Karena tadi ketika Tante mencoba untuk menghubungi nomer handphone Suster Zivanna, nomber nya tidak aktif*
* Suster Zivanna sedang pergi bersama dengan Papa, mereka pergi ke Klinik Kecantikan*
* Pergi ke klinik kecantikan*
* Iya Tante, waktu Suster Zivanna menunggu aku pulang sekolah. Tiba-tiba saja ada orang yang menyiram kopi panas ke wajah Suster Zivanna, tapi beruntung nya wajah Suster Zivanna yang tertutup oleh rambut*
Lollyta di buat lemas dengan perkataan Bianca kepada nya, dia pun langsung menjatuhkan handphone nya.
Lollyta pun langsung tidak sadarkan diri.
__ADS_1