
Sebastian mendengar suara teriakan Maudy, dia langsung menghampiri Maudy.
" Tidaaaaakkkk, dia bukan anak kuuuuuu."
Sebastian mencoba untuk menenangkan Maudy.
" Dia anak mu kenapa kamu harus berteriak seperti ini, membuat orang yang ada Rumah Sakit ini terganggu istirahat nya."
Maudy menggelengkan kepalanya berkali-kali dia terus saja berteriak, melihat kondisi Maudy yang seperti ini Sebastian berencana untuk membawa Maudy ke rumah sakit besar.
Sebastian akan membawa Maudy ke Rumah Sakit Permata, karena sebelumnya dia juga sudah di rawat di sana.
Sebastian berencana untuk membawa pulang Christian ke rumah bersama dengan Suster, Sebastian menginginkan yang terbaik untuk Christian.
Dokter setuju untuk keinginan Sebastian, mereka berharap Maudy akan kembali sembuh seperti dulu lagi.
Dokter memberikan obat penenang untuk Maudy mereka berharap Maudy bisa istirahat tidak berteriak lagi.
* Keesokan harinya *
__ADS_1
Seperti keinginan Sebastian, Maudy di bawa ke Rumah Sakit Permata sedangkan bayi nya bersama dengan Sebastian.
Sebastian mengendong Christian, dia hanya bisa sedih ketika melihat Maudy yang kembali seperti itu lagi.
" Aku berhenti Maudy bisa kembali sembuh, tapi aku merasa Maudy sekarang sedang menyimpan rasa dendam nya terhadap Irene. Semoga saja tidak terjadi apa-apa dengan Irene."
Sebastian masuk ke dalam mobil nya dia tidak ikut bersama dengan mobil Maudy.
Sebastian memandangi wajah Christian.
" Kamu adalah anak lelaki yang kuat dan tangguh, jangan pernah mempermainkan perasaan wanita seperti Ayah mu. Kamu harus menghargai perasaan seseorang wanita, karena kamu juga terlahir dari seorang wanita."
Tapi melihat kondisi Maid yang seperti ini, Sebastian akan mengurus Christian dan menunggu waktu yang tepat agar Maudy pergi dari rumah nya bersama dengan anak selingkuhannya.
Sebastian sampai di rumah semua pegawai yang ada di rumah nya menyambut kedatangan bayi tersebut.
Tapi mereka merasa juga mencari kehadiran Maudy.
" Di mana ibu Maudy Pak, apakah dia baik-baik saja."
__ADS_1
Tanya salah satu pegawai nya.
" Maudy seperti nya mengalami despresi atau mungkin Babyblues Syndrom, dia tidak mau mengendong bayi nya dan dia berteriak histeris di rumah sakit."
Para pegawai merasa sangat kasihan mendengar Maudy yang tidak bisa mengurus anak nya.
" Rawat anak ini dengan baik yaa, saya harus kembali ke Rumah Sakit Permata. Saya harus mengurus Maudy, anak ini tidak akan lama tinggal di sini jika Maudy sudah sembuh dia akan pergi bersama dengan Maudy."
Para pegawai merasa terjadi sesuatu dengan hubungan rumah tangga Sebastian bersama dengan Maudy.
Sebastian pun kelihatan sangat dingin sekali anak tersebut, ketika Sebastian pergi barulah mereka banyak bicara.
" Di saat Bu Maudy hamil, Pak Sebastian cuek terhadap Bu Maudy sekarang sudah melahirkan sama saja seperti itu. Seorang nya ini bukan anak Pak Sebastian, ibu Maudy seperti selingkuh."
Para pegawai yang ada di rumah mereka meyakini pemikiran mereka.
Ketika melihat wajah tampan anak tersebut menang tidak mirip dengan Sebastian.
" Beruntung sekali juga bayi ini tidak mirip dengan Pak Samuel, tapi tidak mungkin juga mereka berselingkuh karena Bu Zivanna sangat luar biasa cantik nya."
__ADS_1
Mereka membawa bayi tersebut ke kamar yang sudah di sediakan dengan di temani oleh seorang Suster yang sudah di percaya Sebastian untuk mengurus bayi tersebut.