I Love You CEO Tampan

I Love You CEO Tampan
Episode #235#


__ADS_3

Selesai menelephone Maudy, Zivanna merasa sangat puas sekali dia yang semakin mempermainkan Maudy.


" Maafkan aku Maudy, di saat kamu yang mau mempermainkan aku tapi aku yang lebih dulu mempermainkan mu. Teruslah berpikir negatif terhadap ku, membayangkan aku wanita jahat yang suka dengan suami orang. Sekarang aku yang sedang fokus ingin mendapatkan mantan suami mu, aku ingin bahagia bersama dengan nya di saat kamu menghianati perasaan nya."


Zivanna malah lebih memilih untuk pergi ke kantor Samuel bukan ke sekolah Bianca.


" Ahhhhhh, aku jadi merindukan Ayah nya bukan Anak nya."


Zivanna pun memutar musik di dalam mobil nya, dia ingin sekali kelihatan senang dan selalu damai di hatinya.


Zivanna pun akhirnya sampai di depan kantor perusahaan Samuel.


" Aku akan menagih jawaban perkataan di telephone, susah sekali dia menjawab I love you too Zivanna."


Zivanna mengeluarkan kacamata hitam nya dia turun dari mobil dan berjalan cepat menuju ke dalam kantor.


Pandangan mata tertuju pada Zivanna yang cantik dan sangat menggoda sekali.


Zivanna pun akhirnya sampai di depan pintu ruangan Samuel, dia mengetuk pintu dan Samuel pun langsung berteriak.


" Silahkan masuk."


Zivanna langsung membuka pintu Samuel pun langsung berdiri dari tempat duduk nya ketika melihat kedatangan Zivanna.


" Kenapa kamu kelihatan sangat kaget sekali ketika melihat kedatangan ku,? apakah kamu sedang menyembunyikan sesuatu?."


Zivanna mulai mempunyai berpikiran negatif terhadap Samuel.


" Jelas aku sangat kaget sekali ketika melihat kamu yang datang secara tiba-tiba tanpa memberitahu aku sebelumnya."


Zivanna duduk di sofa dan Samuel menghampiri nya.


" Aku tinggal menunggu pesan masuk dari Felix, kamu harus bersama dengan ku. Karena aku juga tidak mau sampai Felix menyentuh tubuh ku."


Samuel tersenyum tipis kepada Zivanna.


" Terimakasih banyak atas apa yang sudah kamu lakukan, ini adalah sebuah pengorbanan yang sangat berbahaya sekali untuk mu Zivanna."


Samuel memegang tangan Zivanna dia kelihatan seperti sangat menghawatirkan Zivanna.


" Apakah kamu merasa kasihan dengan ku,? kamu sangat peduli terhadap ku."


Zivanna mendekatkan wajahnya sangat dekat sekali dengan Samuel.


" Jika tidak seperti ini, jangan seperti ini ingat kamu sekarang berada di dalam kantor."

__ADS_1


Zivanna menghela nafas panjang dan dia pun menjaga jarak dengan Samuel.


" Baiklah aku mundur saja jika kamu tidak mau di dekati dengan ku yaa, seperti nya kamu ingin di dekati dengan wanita cantik yang ada di kantor ini. Wanita cantik yang lebih wangi dan seksi, dan aku benci sekali itu."


Samuel pun langsung menarik tangan Zivanna, dan dia langsung memeluk erat Zivanna.


" Aku hanya ingin dekat mu Zivanna, tapi tidak di tempat seperti sayang. Aku tidak mau kedekatan kita sampai di lihat oleh orang-orang, mengertilah."


Zivanna tersenyum manis kepada Samuel yang sampai mau memeluk nya.


" Hmmm, maafkan aku yaa."


Samuel pun terdiam sambil memandangi wajah cantik Zivanna.


" Kamu sangat cantik sekali Zivanna, aku merasa sangat beruntung sekali mendapatkan mu."


Zivanna tersenyum malu ketika mendengar perkataan Samuel langsung di hadapan nya.


" Terimakasih banyak atas pujiannya aku sangat senang sekali, di puji oleh calon suami ku."


Samuel melepaskan pelukan erat nya dia membeli rambut panjang Zivanna.


" Aku mohon jika nanti kita berdua sudah menikah, jangan pernah kamu berpikiran negatif terhadap ku yaa. Aku tidak mungkin berselingkuh dengan wanita lain, karena aku tidak mau sampai rumah tangga ku gagal untuk ke dua kalinya."


Samuel mencium kening Zivanna sampai Zivanna memejamkan mata nya.


" Aku minta yaa, maafkan aku yaa."


Samuel menganggukkan kepalanya dan terdengar suara bell istirahat.


" Aku kita makan siang di luar."


Samuel memegang tangan Zivanna mereka berdua keluar dari ruangan nya.


Ketika hendak pergi Sesilia melihat mereka berdua.


" Zivanna dan Samuel, astaga mereka berdua sudah seperti pasangan suami dan istri."


Sesilia pun merasa sangat bahagia sekali dia berharap mereka berdua bisa sampai menikah.


" Zivanna semoga kamu menjadi wanita terakhir untuk Samuel, kamu bisa menjadi ibu yang baik untuk Bianca."


Sesilia pun memilih untuk makan siang di kantin perusahaan saja.


Sedangkan Zivanna dan Samuel pergi makan di luar.

__ADS_1


" Aku merasa sangat senang sekali loh, aku yang libur bekerja tapi aku bisa menemani calon suami ku di kantor. Pokonya aku hari ini akan bersama dengan mu sampai pulang dari kantor yaa, kita berdua melanjutkan rencana kita."


Handphone Zivanna bergetar dia melihat ada pesan masuk dari nomber tidak dia kenal.


Samuel melirikan mata nya ketika Zivanna yang tiba-tiba saja langsung terdiam.


Zivanna membuka pesan masuk tersebut.


* Hai Vanna, nanti malam kita bertemu di hotel bintang yaa*


Zivanna pun merasa sangat terkejut sekali ketika Felix yang sudah mengirimkan pesan kepada nya.


" Felix sudah mengumumkan pesan kepada ku, astaga kenapa aku jadi panas dingin yaa. Aku mendadak jadi ketakutan sekali loh, hmmmm bagaimana ya."


Samuel memberhentikan mobilnya dia langsung mengambil handphone Zivanna untuk membaca pesan dari Felix.


Samuel pun langsung membalas pesan tersebut.


* Oke *


Balasan pesan yang sangat singkat pun membuat Felix semakin bertanya-tanya. Tidak seperti wanita - wanita sebelum nya yang selalu membalas pesan dengan sangat panjang sekali karena merasa sangat senang sekali.


" Zivanna kamu jangan sampai kamu takut, bukan kah kamu ini adalah rencana mu kan. Sudah kamu rencana dengan baik-baik kan, sekarang lebih baik kita jalankan saja."


Samuel mengembalikan handphone Zivanna dan dia pun menyalakan mesin mobil nya, ekpresi wajah Samuel yang tiba-tiba menjadi berubah.


Dia mengendarai mobil dengan kecepatan yang sangat tinggi sekali sehingga membuat Zivanna ketakutan dan merasa jika Samuel cemburu dengan rencana tersebut.


Zivanna melihat balasan pesan yang di kirimkan oleh Samuel kepada Felix.


Balasan pesan yang sangat singkat menandakan Samuel yang marah atau kesal.


Mereka berdua pun akhirnya sampai di depan Restoran, Zivanna memilih untuk diam tidak seperti biasanya.


Zivanna duduk saling berhadapan dengan Samuel, tapi Zivanna lebih memilih untuk menundukkan kepalanya dia tidak berani memandangi wajah Samuel.


Dari mulai memesan makanan sampai makanan datang, Zivanna dan Samuel mereka saling diam saja.


Dan Zivanna pun tidak berani untuk memulai pembicaraan mereka berdua, Zivanna menghentikan makannya.


" Aku pulang yaa, aku menunggu di rumah saja."


Zivanna berdiri dari tempat duduk nya tapi Samuel memegang tangan Zivanna.


" Jangan pernah pergi tetap di sini bersama dengan aku."

__ADS_1


Cara bicara Samuel yang tidak seperti biasanya pun membuat Zivanna langsung duduk kembali.


Zivanna terdiam mengikuti apa yang dikatakan oleh Samuel.


__ADS_2