
Kondisi Zivanna yang mulai membaik, Dokter Richard keluar ruangan dia melihat Samuel yang sedang duduk bersama dengan Suster Vina.
" Samuel masuklah temani Zivanna dan Suster Vina kita pulang karena kamu harus fokus dengan Bianca."
Samuel masuk ke dalam ruangan Zivanna, Samuel melihat Zivanna yang sedang tertidur pulas.
" Sayang sehat kembali yaa, apapun yang kamu inginkan akan aku berikan."
Samuel memegang tangan Zivanna dia mencium tangan Zivanna sampai Samuel ketiduran sambil menundukkan kepalanya.
Keesokan harinya Zivanna terbangun dari tidurnya, dia melihat suaminya yang masih saja tertidur pulas.
" Bangun, sudah jam berapa ini. Dan kenapa yaa, tidak ada suster yang masuk untuk memeriksa kondisi ku yaa."
Samuel langsung terbangun dia merasa sangat sakit sekali, Samuel memegang pundak nya.
" Kenapa tidak tidur di sofa saja sih, kenapa harus tidur sambil menundukkan kepalanya seperti itu."
Samuel tersenyum karena Zivanna yang mau mengobrol dengan nya.
" Terimakasih banyak yaa, aku sangat senang sekali kamu masih mau mengobrol dengan ku dan memperhatikan aku."
Samuel langsung pergi ke kamar mandi, dia akan bersiap-siap untuk pergi ke kantor nya.
Zivanna merasa kondisi nya yang sudah mulai membaik.
" Seperti nya, aku sudah bisa pulang hari ini."
Samuel selesai mandi dia pun langsung menghampiri Zivanna.
" Aku berangkat kerja yaa, kamu sehat kembali yaa dan jaga baik-baik anak kita ini."
Di saat Samuel hendak pergi, Lollyta masuk ke dalam ruangan Zivanna.
__ADS_1
" Zivanna bagaimana dengan Kandungan mu,? Kenapa bisa sampai seperti sih Nak."
Lollyta kelihatan sangat panik sekali sedangkan Samuel memilih untuk langsung pergi saja.
" Perut ku keram ketika aku bertengkar dengan Bianca, ahhhhhh mood ku selalu saja berubah ketika membicarakan tentang anak itu."
Lollyta mencoba untuk menenangkan perasaan Zivanna.
" Yasudah tapi sekarang kamu sudah tidak merasa keram perut lagi, terus sekarang kamu mau pulang ke mana? Jangan pindah-pindah selalu Zivanna."
Dokter Richard datang menjenguk Zivanna.
" Dokter Spesialis Kandungan bilang, Zivanna sudah bisa pulang sekarang."
Zivanna pun menghela nafas panjang nya akhirnya dia bisa pulang dari rumah sakit.
" Aku akan pulang ke rumah suami ku saja."
" Ke rumah suami mu,? Bukan kah kamu bilang mood mu bisa langsung berubah ketika bertemu dengan Bianca?. Kita kamu bertemu dengan anak itu setiap hari, tensi darah mu bisa tinggi sayang."
Zivanna seperti sedang merencanakan sesuatu.
" Ibu tenang saja, aku sedang merencanakan sesuatu karena Bianca dia tidak akan pernah bertemu dengan Maudy. Hari ini Maudy akan pergi ke Thailand, untuk honeymoon dan progam kehamilan aku berharap Maudy bisa langsung hamil."
Lollyta merasa Zivanna benar-benar mudah untuk berubah mood nya.
Sebelum dia tidak mau bertemu dengan Bianca sekarang dia mendadak ingin satu rumah dengan Bianca.
Lollyta mengikuti apa yang di inginkan oleh Zivanna.
" Bu, aku merasa sangat lapar sekali. Aku tidak mau masakan rumah sakit yang hambar aku ingin Ibu membelikan aku makanan yang enak sekali."
Dokter Richard hanya bisa terdiam saja ketika Zivanna yang lebih memilih untuk makanan rumah.
__ADS_1
" Sebenarnya mau berapa lama pun aku di sini tidak menjadi masalah yaa, karena Rumah Sakit ini milik Ayah jadi anggap saja seperti rumah sendiri."
Ruangan rawat inap Zivanna yang paling terbaik.
" Walaupun Rumah Sakit ini milik kita, tapi tidak seharusnya juga kamu harus selalu masuk Rumah Sakit kamu harus kuat yaa."
Dokter Spesialis Kandungan pun datang untuk melakukan proses USG kehamilan untuk Zivanna.
" Kita pasti kan yah, sebelum pulang semoga kondisi janin di dalam perut baik-baik saja yaa."
Zivanna merasa deg-degan dia berharap Ibu nya datang di saat para Dokter yang sudah pergi.
" Janin nya sehat yaa berkembang nya bagus, tidak ada masalah yaa. Semuanya baik, semoga sehat selalu sampai proses selesai nanti yaa."
Zivanna merasa sangat senang sekali karena dia bisa pulang dan kondisi janin nya baik-baik saja.
Para Dokter pun pergi, perut Zivanna sudah sangat kelaparan sekali.
" Ahhhhhh, perut ku sudah bunyi sangat lapar sekali yaa."
Zivanna menunggu kedatangan Ibu nya.
" Apakah kamu yakin akan tinggal di rumah suami mu ? Dia saat kamu seperti ini apakah akan ada yang menghampiri mu. Mengambil makanan dan minuman, tugas Suster Vina hanya fokus pada Bianca."
Zivanna pun langsung berubah pikiran lagi.
" Baiklah aku akan pulang ke rumah saja."
Lollyta pun datang dengan membawa makanan untuk Zivanna.
" Zivanna berubah pikiran lagi, dia memilih untuk tinggal bersama dengan kita dari pada di rumah suaminya."
Zivanna benar-benar membuat Lollyta merasa binggung, Zivanna membiarkan Zivanna untuk menghabiskan makanan nya dulu.
__ADS_1