I Love You CEO Tampan

I Love You CEO Tampan
Episode 326


__ADS_3

Dokter Richard dia masih saja memikirkan rumah tangga Zivanna, dia duduk sendiri di Restoran favoritnya


Dokter Richard merasa jika sudah tidak ada kebahagiaan di rumah tangga Zivanna, Zivanna bertahan hanya karena dia yang sedang hamil.


Di saat Dokter Richard sedang seperti ini, Felix berada di tempat yang sama. Melihat Dokter Richard yang sedang melamun, membuat Felix langsung menghampiri nya.


Felix merasa sedang terjadi sesuatu dengan Zivanna dan Samuel.


" Om Richard, apa kabar nya."


Felix menjulurkan tangan nya kepada Dokter Richard untuk bersalaman.


" Astaga Felix, kamu kemana saja?. Ayo silahkan duduk, kebetulan Om sendirian."


Felix pun langsung duduk dan dia langsung memancing pembicaraan nya.


" Selamat yaa om, aku melihat di akun media sosial Zivanna. Sekarang Zivanna sedang hamil anak pertama, rumah tangga Zivanna memang lebih bahagia bersama dengan Samuel yang sudah mempunyai anak."


Ekpresi wajah Dokter Richard seketika langsung berubah.


" Kenapa om,? Apakah terjadi sesuatu dengan rumah tangga Zivanna?."


Wajah Felix begitu sangat serius sekali.


" Om merasa kasihan dengan Zivanna, Samuel dia memang sangat cinta kepada Zivanna. Tapi anak perempuan nya, sikap seketika langsung berubah tidak seperti awal mereka berdua bertemu. Bahkan sekarang Zivanna dan Samuel, mereka berdua memilih untuk tinggal di hotel dekat dengan kantor Samuel."


Felix merasa sangat bahagia sekali dia berharap Om Richard akan menyuruh Zivanna mengakhiri hubungan rumah tangga nya dengan Samuel, dan setelah itu dia akan bisa bersama dengan Zivanna.


" Wah, kasihan sekali Zivanna, di saat kondisi sedang hamil tapi harus seperti ini. Orang hamil butuh suasana yang positif, jika anak perempuan itu tidak menyukai Zivanna bagaimana nanti jika Zivanna melahirkan adik nya. Aku hawatir dia melakukan sesuatu kepada Adik nya, apalagi dia mempunyai ibu yang selalu despresi."


Dokter Richard pun baru mengingat jika Maudy pernah sampai despresi pikiran nya sampai dua kali.


" Yaa Tuhan, kasihan sekali Zivanna."


Felix merasa dirinya berhasil untuk bisa membuat Dokter Richard semakin berpikiran negatif terhadap rumah tangga Zivanna.


" Aku sekarang menyesal sekali dengan sikap ku dulu menjadi seorang playboy, aku memang sangat tidak pantas untuk bisa bersama dengan Zivanna karena sekarang Zivanna sudah bersama dengan lelaki yang tepat."

__ADS_1


Felix sampai berakting meneteskan air mata nya.


" Semuanya sudah terjadi Felix, sekarang Zivanna yang sudah menikah dan akan menjadi seorang ibu. Semoga saja kamu bisa mendapatkan wanita yang lebih dari Zivanna, apalagi kamu sudah berubah menjadi lebih baik seperti ini."


Felix masih berharap jika dirinya masih bisa bersama dengan Zivanna, dia seakan tidak peduli walaupun Zivanna yang sudah menjadi seorang ibu.


" Aku tidak bisa melupakan Zivanna, seperti tidak akan ada wanita yang seperti Zivanna."


Perkataan Felix membuat Dokter Richard langsung terdiam, Dokter Richard melihat cinta Felix kepada Zivanna sangat mendalam.


Tidak mau terlalu lama mencari perhatian dengan Dokter Richard, Felix memilih untuk pergi saja.


" Dokter Richard seperti aku harus pergi yaa, karena sekarang aku di sibukkan dengan perusahaan baru ku."


Felix bersalaman dengan Dokter Richard.


" Hati-hati ya Felix."


Felix pergi dan Dokter Richard langsung memikirkan nya.


" Aku melihat Felix yang berubah tidak seperti Felix yang dulu, dia seperti nya masih mengharapkan cinta dari Zivanna."


Di saat Dokter Richard kembali ke rumah sakit, Maudy dan Sebastian mereka berdua sudah berada di pesawat untuk pulang.


Di sepanjang perjalanan menuju ke Indonesia, Sebastian hanya diam saja sedikit pun dia tidak bicara dengan Maudy.


Maudy yang merasa kesepian dia pun memilih untuk memulai pembicaraan mereka berdua.


" Apakah kita akan pergi ke hotel,? Atau langsung ke rumah?."


Maudy mencoba untuk memegang tangan suaminya tapi Sebastien menepis nya.


" Untuk apa kita ke hotel, di Thailand sudah ku siapkan kamar hotel yang mewah tapi kamu selalu menolak untuk melakukan nya. Dan mungkin hanya terhitung beberapa saja, sangat membuat aku kecewa yang menginginkan honeymoon."


Maudy pun seketika langsung berpikir bagaimana dia bisa hamil jika Sebastian saja menjadi dingin seperti ini dengan nya.


Maudy tidak mau sampai kehilangan uang 2 Milyar di saat dia yang bisa hamil.

__ADS_1


" Hmmm, tapi kan bukan kah kamu menginginkan aku untuk bisa hamil."


Sebastian tersenyum tipis kepada Maudy.


" Kamu bersemangat untuk hamil karena uang 2 Milyar itu kan,? Bukan karena memang ingin memberikan kebahagiaan di rumah tangga kita berdua."


Sikap Sebastian yang benar-benar berubah membuat Maudy kehilangan cara untuk bisa mendapatkan perhatiannya dari Sebastian.


" Aku yang sekarang tidak bekerja, aku yang menginginkan uang 2 Milyar itu untuk membahagiakan Bianca."


Sebastian melihat Maudy yang mulai berakting menangis di hadapan nya.


" Bianca mempunyai Papa yang kaya raya, Bianca tidak perlu uang. Dia hanya butuh kasih sayang yang tepat, sekarang Bianca dia akan mempunyai adik dari Zivanna. Seharusnya Bianca bahagia, jika Bianca yang masih baik seperti dulu bukan sekarang yang sudah di racuni sikap jahat oleh Mama nya."


Sebastian semakin berani dan membuat Maudy semakin takut kehilangan Sebastian, Maudy tidak mau berpisah dengan Sebastian tanpa mendapatkan apapun dari nya.


" Bukan salah aku, aku tidak pernah membuat Bianca berubah yaa. Tapi Bianca yang mungkin sudah mengerti, Bianca yang sudah mengetahui jika Zivanna itu memang hanya ingin bersama dengan Samuel saja tidak dengan Bianca."


Sebastian memilih diam, dia lebih memilih untuk memejamkan mata nya sampai akhirnya sampai di bandara.


Maudy dan Sebastian berjalan cepat menuju ke mobil yang sudah menunggu kedatangan nya, mereka berdua masuk ke dalam mobil.


" Pak, setelah mengantarkan Ibu Maudy ke rumah antarkan saya ke kantor yaa."


Tatapan mata sinis Maudy kepada Sebastian.


" Untuk apa kamu pergi ke kantor,? Sebentar lagi sudah waktunya pulang?."


Maudy seketika langsung teringat dengan sekertaris muda suaminya.


" Oh, apakah kamu apakah kamu ingin bertemu dengan sekertaris muda muda mu itu?. Kamu merindukan nya,? sampai baru pulang dari Thailand pun ingin langsung pergi ke kantor."


Sebastian mengabaikan perkataan Maudy, dia yang sudah terlanjur sakit hati dengan Maudy. Membuat Sebastian tidak peduli dengan perkataan Maudy, yang dia pikirkan sekarang adalah bagaimana cara untuk mendapatkan kebahagiaan untuk nya.


Maudy yang merasa dirinya tidak di anggap oleh Sebastian dia pun langsung memegang tangan Sebastian.


" Kamu kenapa sih, kamu jadi berubah seperti ini loh setelah pulang dari Thailand."

__ADS_1


Maudy semakin tidak bisa mengendalikan emosi nya, dia seakan tidak peduli sedang berada di dalam mobil.


Sebastian hanya terdiam saja dia seperti tidak memperdulikan perkataan Maudy.


__ADS_2