I Love You CEO Tampan

I Love You CEO Tampan
Episode #282#


__ADS_3

Keesokan harinya Samuel tersenyum tidak seperti biasanya, dia kelihatannya seperti sangat senang sekali.


Bianca dan Omah Sesilia pun memperhatikan Samuel.


" Dimana Zivanna,? Apakah dia sudah berangkat kerja?."


Zivanna pun datang dengan rambut basah nya.


Sesilia pun akhirnya mengetahui di balik senyuman Samuel.


" Semoga saja secepatnya kamu bisa hamil yaa, Mama sudah sangat merindukan suatu tangisan bayi di rumah ini."


Zivanna kelihatan sangat malu sekali karena pengering rambut yang rusak.


" Doakan saja yang terbaik yaa Mam, aku juga sebenarnya ingin Zivanna hamil. Karena umur aku yang sudah tidak muda lagi, "


Samuel menatap wajah Bianca yang cemberut terus dis masih saja belum bisa bicara seperti dulu dengan Zivanna.


" Bianca, sampai kapan kamu akan seperti ini terus? kamu tidak mau seperti dulu lagi dengan Mommy Zivanna."


Zivanna memandangi wajah Bianca yang seperti nya sangat benci kepada nya.


" Aku ingin berangkat sekolah sekarang Suster Vina, aku sudah sangat kenyang sekali."


Suster Vina mengikuti apa yang di katakan oleh Bianca.


Bianca langsung pergi saja dia tidak berpamitan sama sekali.


Melihat Bianca yang masih membenci Zivanna, Samuel merasa pusing bagaimana cara agar mereka berdua akur kembali.


" Zivanna, aku minta maaf atas sikap Bianca yang pasti selalu membuat kamu tidak nyaman."


Samuel tidak mau kehilangan Zivanna.

__ADS_1


" Bagaimana jika Bianca di berikan kesempatan untuk bisa tinggal bersama dengan Mama nya, seperti itu akan membuat Bianca tersenyum manis kembali."


Sesilia dan Samuel merasa terkejut dengan perkataan Zivanna.


" Zivanna, kenapa rencana mu seperti itu? Jika Bianca bersama dengan Maudy dia tidak akan pernah kembali ke rumah ini lagi dan aku tidak mau kehilangan Bianca."


Zivanna melihat Samuel yang begitu sangat emosional sekali.


Zivanna merasa berhasil dengan rencana nya.


" Yasudah yaa Mam aku berangkat ke kantor dulu yaa, seperti nya nanti malam aku menginap di rumah Ibu ku."


Zivanna langsung pergi begitu saja setelah mengatakan Bianca yang sebaiknya tinggal bersama dengan Maudy.


" Kesabaran ku yang setipis tissue, aku merasa lebih baik satukan saja Bianca dengan Maudy karena aku sudah tidak tahan melihat wajah jutek nya setiap pagi."


Zivanna masuk ke dalam mobil dan dia pun masuk pergi.


Di saat Zivilia yang sudah pergi Samuel masih tidak menyangka dengan perkataan Zivanna kepada Bianca.


Sesilia lebih memilih untuk diam saja, karena menjadi Zivanna itu bukan hal yang gampang.


Zivanna yang masih muda pasti tidak bisa selalu sabar menghadapi Bianca, Sesilia berharap Zivanna masih mau bisa bertahan dengan Samuel.


Samuel yang kelihatan emosional dia pun memilih untuk lebih pergi ke kantor nya.


" Aku pergi ke kantor sekarang yaa Mam."


Samuel mencium tangan Mama nya.


" Hati-hati yaa Samuel, seperti nya hari ini Mama tidak masuk ke kantor."


Sesilia merasa tidak enak badan dia memilih untuk istirahat di rumah saja.

__ADS_1


" Yasudah, lebih baik Mama istirahat di rumah saja yaa."


Samuel pun masuk ke dalam mobil nya dengan perasaan yang tidak nyaman.


Ketika Samuel yang merasa kecewa dengan perkataan Zivanna tentang Bianca di tempat yang lain Maudy dia harus mengikuti keinginan suaminya untuk melakukan honeymoon seperti rencana mereka berdua sebelum nya.


Maudy merasa tidak mau dia takut hamil.


" Maudy aku sudah memesan tiket pesawat untuk kita berdua besok pergi ke Thailand, aku sudah merencanakan semuanya."


Maudy hanya bisa terdiam saja dia tidak bisa menyembunyikan perasaan nya jika dia tidak mau pergi honeymoon bersama dengan Sebastian.


" Kenapa kamu diam seperti itu,? Apakah kamu tidak mau pergi bersama dengan ku ? kamu ingin membatalkan rencana kita berdua?."


Sebastian mulai merasa kesal dengan Maudy.


" Yasudah jika kamu tidak mau, jangan salahkan aku pergi bersama dengan wanita lain yaa."


Maudy pun langsung terkejut ketika mendengar perkataan Sebastian.


" Sebastian, kamu sudah berani yaa mengatakan itu semua kepada ku ? Kamu memang nya akan pergi bersama dengan wanita siapa hah ?."


Sebastian tersenyum tipis kepada Maudy.


" Wanita seperti apapun bisa aku miliki karena aku yang mempunyai uang, semangat banyak uang yang aku keluarkan wanita seperti apapun akan mau bersama dengan ku. Aku melakukan seperti bukan karena aku yang jahat, tapi karena istri ku sendiri yang tidak mau melayani ku kamu tidak mau memberikan kesenangan kepada ku."


Sebastian pun langsung pergi meninggalkan Maudy.


Maudy sebelum nya belum pernah melihat Sebastian marah seperti ini.


" Apakah dia akan pergi bersama dengan Victoria sekretaris muda itu, aku tidak akan pernah membiarkan nya. Aku harus pergi ke kantor nya, aku tidak mau Sebastian bersama dengan wanita lain."


Maudy pun langsung berlari menghampiri Sebastian.

__ADS_1


Tapi ternyata mobil Sebastian yang sudah pergi.


Maudy langsung masuk ke dalam mobil nya, untuk mengejar mobil suaminya.


__ADS_2