
Felix kelihatan sangat gelisah sekali dia tidak mau Zivanna sampai mengetahui semuanya.
" Zivanna, bagaimana jika kita tinggalkan tempat ini. Kita mencari tempat yang lain, aku merasa tempat ini tidak cocok untuk kita berdua."
Felix berdiri sambil memegang tangan Zivanna.
" Maksudnya kita pergi ke kamar hotel berdua,? seperti itu kah."
Felix melepaskan genggaman tangan nya.
" Zivanna kenapa kamu sampai bicara seperti itu,? Zivanna apa maksud mu."
Felix memandangi wajah Zivanna yang tersenyum manis menggoda kepada nya.
" Akulah Vanna, aku yang ingin tidur bersama dengan mu malam ini."
Zivanna pun langsung menyuruh Felix untuk duduk kembali, dia ingin bicara serius dengan Felix.
" Duduklah, aku ingin bicarakan dengan mu Felix."
Felix tidak menyangka jika wanita yang akan tidur bersama dengan nya adalah Zivanna.
" Aku sudah mengetahui semuanya, kamu itu ternyata seorang pemain cinta."
Felix tidak berani menatap wajah Zivanna.
" Aku tidak menyangka yaa Felix, ternyata kamu yang di pandang baik oleh Ayah ku tapi ternyata kamu kenyataan seperti ini."
Felix memegang tangan Zivanna dia benar-benar tidak mau kehilangan Zivanna.
" Zivanna aku tahu kamu pasti akan marah tapi aku tidak akan melakukan ini semua, aku tidak akan pernah melakukan nya lagi setelah aku akan menikah dengan mu."
Zivanna menggelengkan kepalanya berkali-kali.
" Tidak Felix, aku tidak mau dengan mu. Banyak pertimbangan untuk aku bisa bersama dengan mu, aku tidak mau sampai tertular penyakit yang bisa saja kamu miliki karena kamu yang banyak bersama dengan wanita lain."
Zivanna sampai menghelakan nafas panjang nya.
" Sekarang lebih baik kamu menjauhkan diri dari ku yaa, dari pada aku memberitahu kepada Ayah dan ibu. Relakan aku menikah dengan lelaki yang aku inginkan, dia ternyata memang lebih pantas bersama dengan ku."
Zivanna pun memilih untuk pergi dari tempat tersebut.
" Felix aku pergi yaa, dan semoga saja kamu bisa mengerti dengan apa yang sudah aku katakan kepada mu."
__ADS_1
Felix tidak terima dengan jebakan Zivanna.
Zivanna pun langsung pergi menuju ke mobil nya.
Melihat Zivanna pergi meninggalkan nya membuat Felix, menyimpan dendam kepada Zivanna.
" Sekarang aku relakan kamu bersama dengan Samuel, tapi ketika kamu bersama dengan nya aku tidak akan pernah membiarkan kamu bahagia bersama dengan Samuel."
Felix seperti menyimpan dendam kepada Zivanna, dia tetap ingin bersama dengan Zivanna walaupun pun Zivanna yang sudah menikah bersama dengan Samuel.
Felix yang begitu sangat emosional sekali dia pun meninggalkan tempat tersebut, dia pergi dengan rasa kesal yang luar biasa.
Felix masuk ke dalam mobil nya tapi ternyata Zivanna yang belum pergi dia masih berada di depan pintu mobil nya.
Zivanna pun akhirnya bisa tersenyum manis sambil melihat Felix yang kelihatan kesal kepada nya.
" Felix, dengan mudahnya aku bisa membongkar rahasia mu. Tanpa harus bersama dengan mu di dalam hotel, dan juga tampa harus mendapatkan bantuan dari kekasih ku."
Zivanna memilih untuk pulang ke rumah nya saja karena dia tahu jika Samuel yang sudah menyadari dia akan mencari nya ke Apartemen nya.
Zivanna merasa sangat kecewa sekali dengan Samuel dia melihat handphone yang sudah kehabisan baterai.
Zivanna tidak mau mengisi baterai handphone nya, dia ingin membiarkan nya saja.
" Jika sampai aku bertemu dengan Ibu, aku pasti akan menangis di hadapan ibu."
Di saat Zivanna yang sudah hampir sampai di rumah nya, Samuel baru menyadari jika Zivanna yang dia abaikan.
" Astaga Zivanna, aku melupakan Zivanna yang sedang ada di Restoran."
Samuel langsung keluar dari kamar Bianca, dia mencoba untuk menghubungi Zivanna.
" Ahhhhhh, nomber handphone yang tidak aktif. Zivanna maafkan aku, aku tidak bermaksud melupakan mu."
Pikiran Samuel mulai negatif terhadap Zivanna yang sekarang berniat untuk bertemu dengan Felix di hotel.
" Bagaimana jika terjadi sesuatu dengan Zivanna, ini adalah kesalahan ku."
Samuel tidak tahu dia harus pergi ke mana, Samuel pun mencoba untuk pergi ke Apartemen Zivanna.
" Semoga saja Zivanna ada di Apartemen nya, Zivanna jangan sampai kamu membuat aku hawatir seperti ini."
Samuel sampai di Apartemen Zivanna dan ternyata pintu yang terkunci membuat Samuel semakin merasa bersalah.
__ADS_1
" Aku harus pergi ke mana sekarang, Zivanna seperti nya sangat kecewa sekali dengan ku."
Samuel menyenderkan tubuhnya ke pintu Apartemen Zivanna dia sampai meneteskan air mata karena tidak bisa menjaga Zivanna.
Samuel merasa jika dirinya yang akan kehilangan cinta dari Zivanna, tapi di saat Samuel hendak pergi dari Apartemen Zivanna.
Di melihat Zivanna datang, Zivanna yang lebih memilih untuk memutar balikkan mobil nya ketika hampir sampai di rumah nya.
Zivanna mengingat kembali Samuel sehingga dia yang menjalankan mobilnya dengan kecepatan yang sangat tinggi sekali.
Samuel terdiam dia tidak berani menyentuh Zivanna karena dia yang merasa sangat bersalah sekali.
Zivanna menghampiri Samuel dia menagis di hadapan Samuel.
" Kamu melupakan ku, kamu tidak ingat dengan yang sekarang sedang merencanakan untuk bertemu dengan Felix."
Samuel memegang Wajah Zivanna yang terus saja tidak berhenti menangis.
" Aku tidak tahu harus berkata apa, kata maaf yang mungkin sangat membosankan sekali untuk kamu dengar tapi aku benar-benar merasa sangat menyesal sekali dengan apa yang sudah aku lakukan dengan mu."
Zivanna terdiam dia tidak tahu harus menjawab apa, dia memang kecewa tapi dia juga tidak bisa membohongi perasaannya jika rasa cinta dia yang lebih besar dari rasa sakit nya.
" Aku benci kamu tapi aku sangat sayang sekali dengan mu."
Samuel pun langsung memeluk erat tubuh Zivanna dan mereka berdua pun masuk ke dalam Apartemen.
Pelukan Samuel yang begitu sangat erat sekali membuat Zivanna meluapkan semua perasaan hati nya.
Dia menagis di pelukan Samuel, seperti pertanda akan kemenangan nya.
Zivanna sudah bisa membuat Felix pergi dari kehidupan nya, dia bisa segera bersama dengan Samuel.
Zivanna melepaskan pelukan erat nya dan dia berbicara di hadapan Samuel.
" Aku sudah membuat Felix pergi dari kehidupan ku, Felix sudah mengetahui jika aku yakin menjebak nya dia sudah tidak bisa banyak berkata lagi dia tidak akan lagi menggangu kehidupan kita berdua."
Samuel tidak menyangka jika Zivanna bisa melakukan itu semua nya sendirian.
" Kamu melupakan nya sendiri, kamu tidak sampai di sentuh oleh Felix kan ?."
Wajah Samuel begitu sangat hawatir sekali dengan Zivanna.
" Tidak, Felix tidak menyentuh ku. Kita mengobrol di Cafe, aku tidak mau menjebak Felix di kamar hotel itu sangat berbahaya sekali untuk ku."
__ADS_1
Samuel mencium kening Zivanna dis seperti tidak bisa berkata apa-apa lagi.