I Love You CEO Tampan

I Love You CEO Tampan
Episode *168*


__ADS_3

Ketika Samuel dan Zivanna yang mulai berhubungan dekat, Sebastian merasa sangat sedih sekali melihat kondisi Maudy yang tidak ada perubahan nya.


Sebastian tidak akan pernah tega untuk memasukkan Maudy ke rumah sakit jiwa, dia tidak mau semua media sampai mengetahui jika istri mengalami gangguan Jiwa.


Sebastian melihat Maudy yang sedang duduk sambil memegang guling, rambut nya yang begitu sangat kusut dan berantakan.


Sebastian mencoba untuk mendekati dirinya kepada Maudy, dia memang tangan Maudy sehingga membuat Maudy merasa sangat terkejut sekali.


" Tenang yaa aku suami mu, aku tidak akan pernah menyakiti mu sayang."


Sebastian mengambang sisir dia ingin melihat Maudy cantik dan rapih kembali.


" Aku sisir yaa rambut nya, supaya rapih dan cantik. Kamu itu kan adalah seorang model yang sangat terkenal, kamu harus selalu cantik."


Maudy pun terdiam ketika mendengar perkataan suaminya, dan Sebastian pun mulai menyisir rambut panjang Maudy dengan sangat hati-hati.


" Kapan kamu membawa Bianca ke sini, aku ingin Bianca. Aku tidak mau Bianca bersama dengan Zivanna, kita sampai Zivanna mengambil Bianca dari ku aku akan mengakhiri nyawa Zivanna."


Maudy sudah bisa mengendalikan emosi dan perkataan nya, Sebastian merasa sangat was-was sekali dia tidak mau Maudy sampai melakukan hal yang menakutkan bahkan kasar.


" Bianca tidak bersama dengan Zivanna, Bianca bersama dengan Samuel. Dia baik-baik saja bersama dengan Samuel."


Mendengar nama Samuel, Maudy pun langsung tersenyum manis.


" Samuel itu adalah suami ku yang dulu, tapi aku meninggalkan nya."


Maudy pun langsung menagis ketika membicarakan tentang Samuel, setelah selesai menyisir rambut nya.


Sebastian melihat makanan yang tidak di makan oleh Maudy, dia pun langsung mengambil makanan tersebut.


" Makan yaa, supaya jika bertemu dengan Bianca kamu sehat kembali yaa."


Sebastian mencoba untuk membujuk Maudy.

__ADS_1


" Aku ingin bertemu dengan Bianca, kapan aku bisa bertemu dengan nya."


Maudy memegang tangan Sebastian dengan sangat erat sekali.


" Besok ya, aku akan menanyakan kepada Samuel yaa apakah Maudy bisa datang ke rumah ini."


Maudy pun mulai percaya dengan perkataan Sebastian, dia pun mau makan dengan sangat lahap sekali.


Maudy yang tidak mau makan dan minum, hari akhirnya dia mau mengikuti apa yang di katakan oleh suaminya.


Setelah makan, Sebastian memberikan obat kepada Maudy dan dia pun membaringkan tubuh Maudy.


Sebastian mengunci pintu kamar nya dia hawatir Maudy kabur, Sebastian pun tidak mematikan lampu kamar nya.


" Tidurlah dengan nyenyak yaa, besok kita tanyakan pada Samuel apakah Bianca bisa datang ke sini yaa."


Maudy tersenyum manis kepada suaminya dan dia pun langsung memejamkan mata nya.


Sebastian merasa sangat lelah sekali dia ingin Maudy segara sembuh kembali, Sebastian memilih untuk tidur di sofa dia mengeluarkan handphone nya untuk mengirimkan pesan kepada Samuel.


Sebastian pun langsung mencari kontak Samuel.


* Samuel maaf menggangu waktu tidur nya, Samuel kondisi Maudy semakin hari semakin tidak bisa terkendali kan. Maudy terus saja memanggil nama Bianca, bahkan tadi dia sempat bilang ingin membunuh Zivanna jika dia tidak di pertemukan dengan Bianca*


Samuel yang belum tidur dia pun langsung membaca pesan dari Sebastian.


" Astaga bagaimana ini, Maudy sampai mengancam akan membunuh Zivanna."


Samuel merasa sangat binggung sekali dia tidak mau menyerahkan Bianca kepada Maudy, walaupun mungkin hanya untuk memeluk saja tapi dia juga tidak mau jika nyawa Zivanna sampai harus terancam.


Samuel membiarkan pesan tersebut, dia ingin membicarakan dengan Mama nya, dan Samuel pun keluar dari kamar nya.


Dia seperti mendengar suara Mama nya yang sedang menjawab panggilan telephone dari seseorang.

__ADS_1


Samuel masuk begitu saja dia duduk menunggu Mama nya selesai menelephone dengan memainkan handphone nya.


Setelah menunggu beberapa menit akhirnya Mama selesai juga.


" Ada apa kamu malam-malam begini belum tidur."


Samuel memberikan handphone nya, dsn Sesilia Langsung membaca pesan tersebut.


" Apa maksud nya ini yaa, tidak akan pernah Mama mengijinkan Bianca untuk bertemu dengan Maudy apalagi kondisi Maudy yang seperti itu."


Sesilia mengembalikan handphone Samuel.


" Tapi Maudy mengancam akan membunuh Zivanna, jika dia tidak bisa bertemu dengan Bianca."


Sesilia merasa tidak percaya jika Maudy yang benar-benar gangguan Jiwa.


" Apakah ini hanya drama Maudy saja demi ingin mendapatkan Bianca, Mama merasa tidak percaya waktu itu pun dia kembali normal dan kenapa dia sampai harus seperti ini lagi seperti mempermainkan penyakit saja."


Sesilia tidak akan pernah memberikan Bianca kepada Maudy.


" Lebih baik kamu bilang kepada Sebastian, masukkan saja Maudy ke rumah sakit jiwa. Bicara langsung di hadapan Maudy, seketika dia pasti akan normal kembali."


Samuel lebih memilih untuk keluar dari kamar Mama nya karena merasa jika Mama nya yang begitu sangat emosional sekali.


Melihat Samuel pergi, Maudy yang lebih memilih untuk mengirimkan pesan kepada Sebastian.


* Sebelumnya saya minta maaf yaa, saya tidak akan pernah mengijinkan Bianca untuk bertemu dengan Maudy. Lebih baik kamu bawa saja Maudy ke rumah sakit jiwa, seperti nya dia hanya berakting saja demi mendapatkan Bianca. Dan jika sampai terjadi sesuatu dengan Zivanna, maka aku yang akan membalas apa yang di lakukan Maudy kepada Zivanna*


Sesilia begitu sangat emosional sekali dia pun langsung menyimpan handphone.


" Bagaimana mungkin aku bisa tidur nyenyak, ketika mendapatkan kabar seperti ini. Aku harus melindungi Zivanna karena dia akan menjadi calon menantu ku."


Sesilia akan melindungi Bianca dan Zivanna, besok dia akan pergi ke kantor polisi untuk melaporkan ancaman yang di berikan oleh Maudy kepada Zivanna.

__ADS_1


" Aku tidak percaya jika dia sakit, aku tidak mau tertipu dengan penipu. Sudah cukup aku di bohongi dengan kabar Zivanna adalah wanita simpanan Dokter Richard yang jelas-jelas adalah Ayah kandung nya sendiri, dan aku tidak bisa membayangkan jika Maudy sampai menyebar luas kan ke media sosial dia bisa malu seumur hidup nya.'


Sesilia pun membaringkan tubuhnya dia mencoba untuk memejamkan mata nya dia harus tidur karena besok pasti sangat sibuk sekali di kantor.


__ADS_2