I Love You CEO Tampan

I Love You CEO Tampan
Episode (418)


__ADS_3

Di saat keluarga Samuel yang sedang sibuk mencari keberadaan Bianca, Irene memberanikan diri untuk datang ke rumah Sebastian.


Dia berada di depan rumah Sebastian dan berharap Sebastian mau menemani nya malam ini.


* Aku sudah berada di depan pintu gerbang rumah mu, keluarlah aku ingin bertemu dengan mu*


Sebastian membuka gorden jendela kamar nya, dia melihat ada mobil di depan pintu gerbang rumah nya.


" Astaga Irene, apa maksud dia datang ke rumah ku semalam ini."


Sebastian keluar dari kamar nya, dia menuju ke luar rumah. Sebastian yang sudah memiliki baju piyama dia yang memang ingin segera istirahat, karena pekerjaan yang sangat menumpuk di kantor nya.


Sebastian keluar dari gerbang dan Irene pun langsung tersenyum gemas melihat Sebastian.


" Astaga dia menggunakan piyama, baiklah akan aku langsung bawa dia ke hotel."


Irene membuka pintu untuk Sebastian masuk ke dalam.


" Masuklah, aku ingin bicara di dalam mobil."


Sebastian merasa ragu ketika ingin masuk ke dalam mobil Irene, karena melihat Sebastian yang sangat lambat akhirnya Irene memaksa Sebastian untuk masuk.


Dan Irene pun langsung menutup pintu mobil nya.


" Irene kamu mau membawa aku ke mana,? Kamu ini ingin menculik ku?."


Irene semakin merasa gemas sekali melihat Sebastian.


" Ya, aku ingin menculik mu ke hotel."


Irene langsung menyalakan mesin mobil dan Sebastian pun menggelengkan kepalanya.


" Kenapa kamu sangat nafsu sekali, aku ini sudah pernah menikah dan kamu belum pernah menikah."


Irene tertawa mendengar perkataan Sebastian.

__ADS_1


" Aku belum pernah menikah tapi aku sudah mempunyai anak, kamu sudah menikah tapi belum bisa mendapatkan anak. Dan malam ini aku ingin mengajari mu, bagaimana cara mendapatkan anak."


Sebastian menggelengkan kepalanya berkali-kali dia merasa pembicaraan mereka berdua yang sudah kelewatan batasan.


" Cukup Irene, jangan pernah kamu bicara seperti itu. Aku tidak mau kamu menjadi korban Maudy, karena dia itu sangat jahat sekali."


Sebastian mencoba untuk mengingatkan Irene tentang Maudy.


" Maudy yang despresi itu kah,? Aku berani melawan nya karena dia di posisi salah. Berselingkuh sampai mempunyai anak, aku akan melawan nya."


Irene benar-benar membawa Sebastian ke hotel.


" Sudah sampai di hotel, ayo kita turun."


Sebastian mengikuti keinginan Irene, dia ingin mengetahui apa yang akan di lakukan Irene kepada nya.


Irene yang sudah memesan kamar dia pun langsung berjalan masuk dengan Sebastian.


Irene memesan kamar untuk honeymoon, mereka berdua pun langsung masuk.


" Nomber baru, siapa yaa."


Irene duduk sambil membuka handphone nya.


* Mulailah bersenang-senang, karena mungkin sebenar lagi kamu akan mati*


Irene membaca kan pesan tersebut di hadapan Sebastian.


" Apakah ini berarti pesan dari Maudy, orang depresi masih bisa mengetik pesan."


Irene pun langsung menelephone nomber tersebut, dan Maudy hanya terdiam saja.


* Hallo, terimakasih sudah memberitahu kepada ku yaa. Malam ini aku memang sedang bersenang-senang dengan suami mu di hotel, kita berdua sedang melakukan malam pertama*


Maudy mencoba untuk diam dia tidak mau terpancing emosi oleh Irene.

__ADS_1


Irene memberanikan handphone nya kepada Sebastian agar dia bisa bicara.


*Keluarkan suara mu sayang, karena kamu juga bisa membalas apa yang sudah di lakukan oleh istri mu*


Maudy mencoba untuk tetap tenang dia merasa Irene hanya membuat nya panas saja.


* Hallo Maudy, sudah hentikan teror mu itu. Sudah hentikan kebohongan mu itu, sekarang lebih baik kamu hidup damai bersama dengan suami baru mu*


Maudy langsung mengakhiri panggilan telephone nya, dia tidak menyangka ternyata Sebastian sedang bersama dengan Irene.


" Irene, dia membuat ku kesal. Lihat saja, aku akan membalaskan dendam ku kepada mu. Aku sudah berhasil membunuh Felix, sekarang giliran mu yang aku bunuh."


Maudy pun langsung berpikir kenapa tidak ada kabar tentang Felix di televisi, kenapa tidak ada kabar juga dari mereka.


Maudy mencoba untuk menghubungi orang suruhan nya tapi nomber handphone tidak aktif.


" Kenapa tidak aktif yaa, astaga jangan membuat ku takut. Aku tidak mereka sampai menghianati ku, aku bisa masuk penjara jika mereka tidak jujur."


Maudy semakin merasa resah, dia yang harus memikirkan hilang nya Bianca dan sekarang dia juga harus memikirkan apa yang sudah dia lakukan kepada Felix.


Di saat Maudy sedang panik, Irene semakin menggoda Sebastian dia membuka kancing kemeja nya di hadapan Sebastian.


" Irene, ingat anak mu yang masih kecil. Aku masih mengingat jelas wajah mu yang kesakitan ketika melahirkan, sekarang kamu ingin melakukan nya dan hamil kembali?."


Irene terdiam ketika mendengar perkataan Sebastian tapi dia sambil memandangi wajah Sebastian.


" Jangan seperti ini, kita berdua belum ada ikatan apapun. Sebenarnya aku memang bisa meninggalkan Maudy begitu saja karena aku yang hanya menikah sirih, tapi tidak untuk sekarang."


Sebastian mencoba untuk menghindar dari Irene tapi Irene menarik tangan Sebastian sehingga mereka berdua saling bertatapan wajah.


Sebastian tidak berani menatap wajah Irene, ketika Irene yang sedang mencoba untuk menggoda nya.


Irene menciumi Sebastian dia benar-benar sudah di luar kendali, Sebastian mencoba untuk menghentikan permainan Irene.


Tapi Irene seakan tidak tahu diri dia terus saja melakukan apapun sesuka hati nya, Sebastian sampai memejamkan mata nya dan sampai akhirnya Irene tersenyum melihat Sebastian yang tidak melawan permainan nya.

__ADS_1


__ADS_2