
Bianca dan Suster Vina pun sampai di rumah mereka berdua langsung pergi ke dapur tapi Suster Vina tidak memperbolehkan Bianca ikut.
" Ganti baju dulu yaa sayaaaaang, simpan tas dan setelah itu baru bisa datang ke dapur."
Bianca mengikuti keinginan Suster Vina dia langsung berlari menuju ke kamar nya dan Suster Vina menunggu di dapur untuk menyiapkan bahan-bahan nya.
Bianca yang memang suka memasak dia begitu sangat bahagia sekali ketika bisa masak bersama dengan Suster Vina.
" Suster Vina aku sudah siap untuk membantu Suster Vina."
Bianca di suruh untuk mengupas bawang bombai dan bawang putih.
" Hanya di kupas yaa sayaaaaang, untuk di iris nya sama Suster saja yaa, bahaya yaa pisaunya tajam."
Bianca mengupas bawang putih dan Bombay.
" Aku merasa sangat beruntung sekali bisa masak bersama dengan Suster Vina, karena Mommy juga tidak bisa memasak untuk menyalakan kompor pun dia tidak bisa."
Suster Vina tidak mau Bianca sampai membandingkan dirinya dengan Zivanna.
" Sayang Mommy Zivanna itu seperti princess di rumah nya, dia tidak seperti Suster Vina yang harus membantu orang tua Suster untuk berjualan kue dan catering makanan jadi pantas saja yaa sayang."
Suster Vina membelai rambut panjang Bianca.
" Bianca jangan selalu berpikiran negatif terhadap Mommy Zivanna yaa, ingat sekarang Mommy Zivanna sudah menikah dengan Papa seperti keinginan Bianca yang ingin mempunyai Mommy yang baik dan cantik seperti Mommy Zivanna."
Suster Vina mengambil bawang putih dan Bombai dia langsung mengiris nya dan menumis nya.
" Pakai saus tomat saja yaa Suster Vina jangan pakai saos sambal aku tidak suka pedas. Aku tunggu di meja makan yaa, aku sudah sangat lapar sekali."
Bianca langsung berlari menuju ke meja makan dan dia pun teringat dengan kartu nama Mama nya yang di simpan di tas nya.
" Seperti nya, akan aman aku simpan di sana tidak akan ada yang menemukan nya."
Suster Vina membawakan spagheti yang sudah matang untuk mereka berdua makan.
" Wahhhh, pasti sangat nikmat dan enak sekali. Terimakasih banyak Suster Vina yang cantik dan baik, Suster terbaik aku."
Mereka berdua menikmati makanan tersebut dan Bianca kelihatan sangat lahap sekali.
" Enak banget Suster Vina aku suka, dan besok kita buatkan rainbow cake untuk Papa. Nanti sore kita pergi untuk membeli bahan-bahan nya, karena besok aku libur sekolah."
Suster Vina menganggukkan kepalanya dan dia akhirnya bisa mengembalikan perasaan Bianca kembali baik.
Di saat Bianca yang merasa sangat senang sekali dengan masakan Suster Vina, di tempat yang lain Maudy pun merasa sangat senang dia akhirnya bisa bertemu dengan Bianca dan mempengaruhi perasaan Bianca.
" Aku merasa sebentar lagi Bianca pasti akan dekat dengan ku, Bianca akan mengikuti keinginan ku dan percaya dengan perkataan ku karena baru menikah itu ingin berdua terus."
Membicarakan tentang honeymoon Maudy seketika teringat dengan keinginan suaminya agar bisa honeymoon bersama dengan nya.
__ADS_1
" Ahhhhhh, aku pun sama akan melakukan hal tersebut. Tapi aku berharap tidak akan hamil tapi aku berharap besar Zivanna segera hamil jika Zivanna hamil Bianca pasti akan memilih untuk bisa tinggal bersama dengan ku karena pasti akan banyak drama di dalam keluarga itu."
Maudy merasa sangat senang sekali dia pun akhirnya sampai di rumah nya, Maudy langsung masuk ke kamar pribadi nya dia membaringkan tubuhnya dan handphone nya yang berdering kencang.
Maudy mengambil handphone nya, Maudy berpikir panggilan telephone dari Bianca tapi ternyata panggilan telephone dari Lollyta.
" Lollyta Putri, ahhhh untuk apa dia menghubungi ku lagi sih."
Maudy dengan terpaksa dia menjawab panggilan telephone dari Lollyta.
* Hallo Bu Lollyta*
* Maudy kenapa kamu tidak bekerja, kontrak kamu belum berakhir yaa. Sisa kontrak mu ada tiga bulan lagi, jadi aku menginginkan kamu bisa bekerja dengan professional yaa. Jika ingin tidak memperpanjang kontrak, akhiri dulu kontrak yang sebelumnya yaa besok aku tunggu kedatangan mu di kantor*
Maudy seperti tidak berikan waktu untuk bicara.
* Baiklah Ibu Lollyta besok saya akan datang ke kantor*
* Oke saya tunggu yaa, maaf menggangu waktu nya*
Maudy merasa sangat malas sekali untuk dia kembali ke kantor itu dia pun langsung menghubungi suaminya.
Sebastian sedang sibuk di kantor dia tidak bisa menjawab panggilan telephone dari istrinya.
" Ahhhhhh, kenapa tidak di jawab yaa panggilan telephone nya sangat menyebalkan sekali."
Maudy memikirkan bagaimana caranya dia tidak harus bekerja di beauty skincare milik Lollyta.
Maudy membaringkan tubuhnya kembali di atas kasur dia merasa sangat pusing sekali dan berharap bisa beristirahat tanpa harus ada yang menggangu nya dalam panggilan telephone.
Maudy memejamkan mata dia kelihatan sangat kelelahan sekali.
Di tempat yang berbeda suasana pengantin baru, Samuel seperti tidak mau jauh dari Zivanna.
" Mas, bisakah kamu tidak memeluk ku terus seperti ini rasanya aku tidak bisa bebas untuk bergerak."
Samuel mengabaikan perkataan Zivanna dia terus saja memeluk erat tubuh Bianca dari belakang.
" Besok kita harus pulang dan aku akan sibuk bekerja, kita hanya bisa berduaan di waktu malam hari saja sekarang aku sedang menikmati masa-masa indah bersama dengan istri cantik ku."
Zivanna pun langsung tersenyum ketika mendengar perkataan Samuel.
" Kamu harus menjaga kecemburuan Bianca, sekarang saja seperti nya Bianca yang sudah mulai cemburu terhadap aku."
Samuel melepaskan pelukan erat nya dan Zivanna membalikkan badannya sehingga mereka berdua saling bertatapan.
" Bianca pasti mengerti dia tidak akan lagi cemburu, karena kita berdua akan memberikan hadiah untuk Bianca."
Samuel tersenyum tipis kepada Zivanna.
__ADS_1
" Hadiah apa yaa, kita akan memberikan Bianca hadiah apa Mas."
Samuel langsung mengendong Zivanna dan membaringkan tubuh Zivanna ke atas tempat tidur.
" Memberikan adik untuk nya, adik yang cantik atau adik yang tampan. Bianca pasti akan sangat senang sekali ketika dia mengetahui jika dirinya yang akan segera mempunyai adik, Bianca yang akan menjadi seorang Kakak."
Zivanna berharap jika keinginan suaminya bisa di segerakan.
" Semoga saja yaa, bulan depan aku bisa langsung telat datang bulan dan bisa segera hamil seperti keinginan kamu yaa."
Samuel tersenyum sambil mencium kening Zivanna.
" Tapi tidak usah menjadi pikiran untuk kamu yaa, kita menunggu di berikan kepercayaan saja yaa untuk bisa menjadi seorang orang tua."
Zivanna menganggukkan kepalanya sambil tersenyum.
" Ternyata banyak suami ku."
Samuel beranjak dari tempat tidur nya dan duduk dan mengambil handphone nya, Samuel ingin melakukan video call dengan Bianca.
Zivanna sengaja berada di belakang Samuel karena dia juga ingin melihat Bianca.
Bianca yang sedang berada di kamar nya dia merasa sangat senang sekali ketika ada panggilan Video call dari Papa nya.
" Papa Video call Yee."
Bianca kelihatan sangat senang sekali dan Suster Vina pun langsung menghampiri Bianca.
Tapi ketika melakukan video call Bianca melihat Mommy Zivanna yang sedang memeluk Papa nya dari belakang.
Biang Kelihatan sangat kesal dia semakin mengingat perkataan Mama nya jika Mommy Zivanna yang akan merebut Papa nya.
* Papa cepetan pulang, kenapa Papa lebih suka meninggalkan aku lama-lama seperti ini. Apakah sekarang Papa sudah tidak sayang aku, Papa sudah tidak mau bersama dengan aku*
Mendengar perkataan Bianca, Zivanna pun langsung melepaskan pelukan erat nya dia memilih untuk pergi saja.
* Sayang jangan seperti itu yaa pemikirannya, Papa besok pula sayang bersama dengan Mommy Zivanna. Papa dan Mommy Zivanna sangat sayang Bianca, kita berdua tidak percaya melupakan Bianca*
* Yasudah, Papa harus segera pulang*
* Besok sayang, kita akan bertemu yaa*
* Papa harus janji jika Papa yang tidak akan pergi lagi, Papa akan diam di rumah selalu bersama dengan aku*
* Iya sayang Papa janji sayang*
* Yasudah ya Papa aku mau tidur yaa*
Bianca langsung mengakhiri panggilan video call nya.
__ADS_1
Bianca langsung naik ke tempat tidur nya, dia kelihatan sangat kesal sekali.