I Love You CEO Tampan

I Love You CEO Tampan
Episode (134)


__ADS_3

Maudy mengetuk pintu ruangan dan pun langsung masuk ke dalam ruangan tersebut dengan membawa bucket bunga mawar merah.


Ekpresi wajah Lollyta yang lebih kelihatan bisa aja melihat kedatangan Maudy bahkan dia seperti tidak menginginkan Maudy datang untuk bisa bertemu dengan nya.


" Ibu Lollyta bagaimana kondisi sekarang,? aku rasa seperti sedikit pusing atau marah karena wanita penggoda suami ibu datang ke sini."


Maudy menyimpan bucket bunga tersebut di meja, dan dia duduk sambil memandangi wajah Lollyta seperti sedang sangat kesal sekali.


" Kenapa kamu sampai melakukan seperti itu,? jadi selama ini kamu mengikuti suami ku? hingga kamu mendapatkan foto-foto kebersamaan nya bersama dengan Zivanna."


Maudy tersenyum tipis kepada Lollyta.


" Ya, karena sejak awal aku memang tidak menyukai Maudy. Dia tidak pantas untuk menjadi baby sister untuk Bianca, umur dia terlalu muda."


Lollyta semakin melihat jelas jika Maudy yang masih mempunyai perasaan terhadap Samuel.


" Kamu takut Samuel menjadi menyukai Zivanna,? bukan kah mereka berdua tidak mempunyai pasangan? ya tidak apa-apa jika mereka berdua menikah agar Bianca mempunyai Ibu yang benar-benar bisa mengurus nya."


Maudy merasa sangat aneh sekali kepada Lollyta yang tidak merasa marah atau cemburu ketika suaminya yang berselingkuh dengan Zivanna.


" Bu Lollyta maaf saya mengalihkan pembicaraan kita berdua, Bu Lollyta sudah mengetahui perselingkuhan antara suami ibu dengan Zivanna tapi kenapa ibu tidak mempunyai perasaan cemburu sedikit pun."


Tampa sepengetahuan mereka berdua Dokter Richard berada di depan pintu dan dia mendengarkan pembicaraan mereka semuanya.


" Tidak untuk apa harus cemburu,? aku mempunyai bisnis sendiri bisnis ku sukses jadi aku tidak mempermasalahkan hal tersebut. Jadilah wanita yang sukses yang tidak pernah tergantung pada penghasilan suami, aku tidak peduli jika suami ku dekat dengan Zivanna."


Maudy sampai menggelengkan kepalanya berkali-kali.


" Apakah ada wanita yang seperti ini, aku benar-benar baru menemukan nya."


Maudy merasa tidak percaya dengan perkataan Lollyta.


" Lelaki di saat dia mempunyai banyak uang dia pasti mencari banyak wanita, tapi ketika wanita mempunyai banyak harta dia tidak membutuhkan lelaki."


Lollyta memandangi wajah Maudy.


" Jadilah wanita pejuang keras, jangan hanya melihat lelaki hanya karena penghasilan besar nya saja."


Dokter Richard mengetuk pintu dan dia pun langsung masuk, kedatangan Dokter Richard membuat Maudy lebih memilih untuk pergi.


" Bu Lollyta cepat membaik yaa saya mau kembali ke kantor."

__ADS_1


Maudy tidak berpamitan dengan Dokter Richard, dia langsung pergi begitu saja.


Dokter Richard menghampiri Lollyta sambil memegang tangan nya.


" Aku mendengar semua nya, dan walaupun ini hanya sebuah kesalahpahaman tapi aku tidak akan pernah berpaling dari mu. Aku tidak mungkin tertarik dengan wanita lain, aku tidak akan pernah berbuat seperti itu. Karena aku yang mempunyai anak perempuan, aku tidak mau menjadi karma untuk anak ku nanti."


Lollyta pun hanya bisa tersenyum saja.


" Tetapi perkataan aku tadi benar loh, aku tidak peduli jika sampai seperti itu."


Dokter Richard menutup mulut istrinya dengan tangan nya dia mengetahui jadwal Lollyta untuk makan.


Tidak lama kemudian Suster datang membawakan makanan dan juga obat.


" Terimakasih Suster."


Dokter Richard pun membawa makanan tersebut dan langsung menyuapi istri nya.


Lollyta merasa sangat beruntung sekali ketika dirinya mempunyai suami yang sangat perhatian sekali dengan nya.


***


Zivanna sampai di rumah bersama dengan Bianca dan mereka berdua pun masuk ke dalam rumah.


" Bianca suruh Suster Zivanna untuk istrirahat yaa, kamu harus menemani Suster Zivanna di dalam kamar."


Bianca pun menggangukan kepalanya dan mereka berdua masuk ke dalam kamar.


Sesilia menghampiri Samuel dia ingin mengetahui kabar dari Lollyta.


" Bagaimana kondisi Lollyta Samuel,?"


Samuel duduk di sofa dan Mama nya pun mengikuti nya.


" Aku tidak di perbolehkan masuk oleh Bianca, hanya Bianca dan Zivanna yang masuk ke dalam."


Samuel menuangkan air ke dalam gelas.


" Aku merasa Zivanna dan Ibu Lollyta itu sangat dekat sekali. Aku merasa mereka berdua seperti mempunyai hubungan yang sangat spesial sekali, terlalu berlebih-lebihan jika hanya karena ikatan pekerjaan saja."


Sesilia pun merasakan di saat mereka yang makan malam bersama di rumah Lollyta, Zivanna tidak punya sikap canggung ketika dia berada di dalam rumah tersebut.

__ADS_1


" Mungkin Bu Lollyta melihat keadaan keluarga Zivanna yang sederhana sehingga dia juga yang mempunyai anak perempuan seumur dengan Zivanna menjadi kasihan dengan Zivanna."


Samuel mencoba untuk memikirkan seperti itu.


" Yasudah Mam, aku mau istirahat yaa. Aku merasa sangat capek sekali, semoga besok aku bisa kuat untuk bekerja."


Samuel pergi ke kamar nya sedangkan Sesilia melihat hasil tanaman yang Samuel beli, Sesilia menyuruh pegawai nya untuk menanam nya.


Ketika Sesilia keluar dari rumah nya dia melihat ada mobil yang berhenti di depan gerbang rumah nya.


" Siap ya, seperti memperhatikan rumah ini sangat mencurigakan sekali."


Sesilia pun berjalan menuju ke pos satpam tapi dia berusaha agar tidak terlihat oleh orang tersebut.


Kaca mobil nya di buka dan ternyata itu adalah Maudy.


" Maudy, untuk apa dia memperhatikan rumah ini. Apakah dia. berniat untuk membawa Bianca untuk kabur dari rumah, tidak akan pernah aku biarkan ini terjadi."


Sesilia yang begitu sangat emosional sekali dia berjalan cepat menuju ke gerbang dan Sesilia pun melihat kedatangan Sesilia.


" Ah sialan, aku ketahuan Mama Sesilia."


Maudy menutup rapat kembali jendela mobilnya tapi Sesilia mengetuk dengan sangat kencang sekali.


" Keluar kaku Maudy, untuk apa kamu berada di depan gerbang rumah ku."


Maudy merasa sangat menyesal sekali datang ke sini dia yang berniat untuk pergi langsung ke kantor.


Dengan sangat terpaksa Maudy pun turun dari mobil nya untuk menghadapi Sesilia.


" Maudy kamu ini yaa sudah sangat beruntung sekali pada saat itu tidak di laporkan ke pihak kepolisian, tapi sekarang seperti nya kamu mengincar kembali Bianca rencana apa lagi yang akan kamu lakukan kepada Bianca."


Maudy mencoba untuk tetap bersikap tenang, walaupun Sesilia yang penuh emosional kepada nya.


" Apakah aku tidak boleh hanya melihat anak perempuan ku, aku hanya ingin melihat tidak menyentuh nya apalagi sampai memeluk nya."


Maudy menangis di hadapan Sesilia.


" Aku tahu salah dan aku ingin mencoba untuk memperbaiki nya, apakah Bianca harus selalu bersama dengan wanita yang tidak baik seperti Zivanna dia yang sebenarnya adalah wanita simpanan Dokter Richard."


Sesilia begitu sangat terkejut sekali ketika mendengar perkataan Maudy tentang Zivanna.

__ADS_1


" Aku mempunyai banyak bukti nya, dan aku tidak mau jika Bianca bersama dengan wanita yang salah.'


Maudy pun langsung pergi dia masuk ke dalam mobil nya, dia berharap Sesilia memikirkan perkataan nya tersebut.


__ADS_2