
Samuel menghampiri Mama nya di ruangan nya, dia ingin memberitahukan tentang rencana nya dengan Zivanna.
" Mam, hari ini aku mengundang Zivanna untuk makan malam bersama di rumah kita. Tadi Bianca telephone dia sangat merindukan sekali Suster Zivanna, dan kebetulan Zivanna pun bisa datang ke rumah kita."
Sesilia menatap wajah Samuel yang seperti sedang menyembunyikan sesuatu di hati nya.
" Samuel apakah kamu sedang mempunyai masalah,? kamu sedang tidak baik-baik saja? kenapa wajah begitu sangat panik sekali."
Semenjak mengetahui jika Zivanna memiliki perasaan terhadap dirinya, Samuel seperti binggung jika bertemu dengan Zivanna.
" Aku baik-baik saja, lebih baik kita segera pulang untuk bisa menyiapkan semuanya."
Sesilia mengikuti apa yang di katakan oleh Samuel, karena dia juga harus menyiapkan tempat nya walaupun makan di rumah.
Sesilia mengirimkan pesan kepada para pegawai nya yang ada di rumah.
* Siapkan makanan yang istimewa, kita akan makan malam bersama malam ini*
* Baiklah ibu Sesilia*
__ADS_1
Sesilia pun berjalan cepat menuju ke mobil nya, sedangkan Samuel yang sudah ada di dalam dia mencoba untuk menenangkan pikiran nya sejenak.
" Samuel, kamu harus bersikap seperti biasanya. Kamu tidak boleh salah tingkah, apalagi sampai gugup di depan Zivanna."
Setelah mencoba untuk menenangkan pikiran nya, Samuel pun menjalankan mobil nya.
Di perjalanan Samuel hanya fokus pada makan malam bersama dengan Zivanna.
" Padahal ini bukan makan malam berdua, ini makan malam bersama tapi kenapa aku harus bersikap seperti yaa."
Samuel pun akhirnya sampai di depan rumah nya, ketika dia turun dari mobil sudah ada Bianca yang menunggu di depan rumah.
Zivanna langsung memeluk erat Papa nya dia kelihatan sangat senang sekali.
" Papa, di mana Suster Zivanna kenapa Papa tidak bersama dengan Suster Zivanna."
Bianca mencari Suster Zivanna di dalam mobil Papa nya.
" Papa tidak pulang bersama dengan Suster Zivanna, tapi Papa sudah memberitahu Suster Zivanna untuk datang ke sini makan malam bersama dengan kita."
__ADS_1
Bianca pun terlihat sedikit sedih karena dia yang sangat merindukan Suster Zivanna.
" Bianca sayang, lebih baik sekarang kita masuk ke dalam yaa. Kita bantu untuk menyiapkan makan malam, agar pada saat Suster Zivanna datang semuanya sudah beres."
Bianca akhirnya mau masuk ke dalam dan Samuel memilih untuk diam di luar.
" Zivanna ke sini menggunakan taksi, tapi pada saat di Restoran aku melihat Zivanna memakai mobil mewah apakah itu mobil milik Bu Lollyta yaa."
Samuel membuka jas hitam nya dia hanya memakai kemeja putih saja.
" Tapi aku masih penasaran sekali dengan nama lengkap Zivanna, Zivanna Lollyta Lenoel. Kenapa bisa sampai ada nama Lollyta nya yaa, kenapa bisa sampai pas seperti itu."
Sesilia yang sudah mandi dan mengganti baju kerja nya dia melihat Samuel yang masih saja bersantai di depan rumah.
" Samuel cepatlah bersiap-siap, kamu tidak akan mandi bertemu dengan Zivanna."
Samuel yang mendengar perkataan Mama nya dia pun langsung masuk ke dalam rumah nya.
" Kenapa dia seperti orang yang kebingungan sekali yaa, apakah Samuel sedang memikirkan Maudy, ahhh untuk apa dia memikirkan mantan istrinya aku tidak akan pernah membiarkan jika Samuel memberikan Bianca untuk bisa bertemu dengan Maudy."
__ADS_1
Sesilia pun kembali masuk ke dalam karena semuanya yang belum beres.