
Bianca terbangun dari tidurnya dan dia mencari Zivanna.
" Mommy Zivanna di mana yaa, aku mimpi Mommy Zivanna yang sedang menangis kasihan sekali aku harus memeluk nya."
Suster Vina langsung memeluk Bianca yang kelihatan seperti sedang kebingungan sekali.
" Bianca sayang, kamu kenapa Nak. Mommy Zivanna sudah pulang sayang, dia baik-baik saja dia tidak menangis."
Suster Vina merasa jika Bianca yang merasakan perasaan Zivanna.
" Semoga saja Mommy Zivanna baik-baik saja yaa, aku tidak mau jika Mommy Zivanna sampai menangis."
Suster Vina mengajak Bianca untuk melihat tanaman di pinggir rumah nya.
" Hmmmm sayang ini kah sudah sore yaa, dan tidak terlalu panas juga bagaimana jika kita siram tanaman yaa supaya lebih segar yaa."
Bianca pun akhirnya mau mengikuti apa yang di katakan oleh Suster Vina, Suster Vina yang tidak mau Bianca sedih kembali.
Mereka berdua pun keluar kamar genggaman tangan Suster Vina yang tidak pernah lepas dari Bianca.
Dan akhirnya mereka berdua pun sampai di kebun pinggir rumah nya, Suster Vina membawa selang agar Bianca bisa menyiram tanaman nya.
" Ayo sayang siaran-siaran terus ya tanaman nya."
Bianca kelihatan sangat senang sekali dia sejenak melupakan kekhawatiran nya terhadap Zivanna.
__ADS_1
" Sepertinya Zivanna memang sedang sangat sedih sekali, sehingga membuat Bianca sampai bermimpi seperti ini."
Suster Vina tersenyum manis kepada Bianca, tapi tiba-tiba saja pandangan mata nya tertuju pada mobil hitam yang berhenti di depan pintu gerbang.
Suster Vina pun langsung menyadari jika itu adalah mobil milik Maudy yang ingin memperhatikan Bianca.
Suster Vina pun berjalan menghampiri Bianca, agar Maudy yang tidak melihat Bianca.
Maudy membuka jendela mobil nya, dia pun memperhatikan Suster Vina yang hanya kelihatan dari belakang saja.
" Itu bukan yaa Suster Vina, dia berada di luar tapi kenapa sendirian yaa di mana Bianca yaa."
Maudy terus saja memperhatikan Suster Vina.
" Jangan sampai Bianca yang sedang berada di dalam kamar dengan Zivanna, tidak aku tidak mau jika Zivanna semakin menguasai Bianca.".
" Suster Vina, kenapa Suster Vina menyuruh aku untuk diam tidak bergerak memang nya kenapa."
Bianca mencoba untuk memperhatikan di sekeliling nya yang tidak ada yang mencurigakan.
" Sayang, tadi Suster Vina melihat ada mobil hitam yang berada di depan pintu gerbang. Suster Vina hawatir itu adalah mobil nya Mama Maudy, Suster Vina tidak mau Mama Maudy sampai memeluk Bianca kembali."
Bianca pun memilih untuk masuk ke dalam rumah nya, dia merasa sangat kesal sekali karena ibunya yang selalu menganggu nya.
Suster Vina pun berlari menghampiri Bianca yang duduk di ruangan televisi.
__ADS_1
" Aku kan akan memperbaiki Mommy Zivanna, aku tidak mau Mama Maudy yang terus menerus menggangu ku."
Bianca sampai cemberut kesal sekali.
" Sayang, walaupun Mommy Zivanna yang sangat sayang sekali dengan Bianca sekarang tapi jangan membuat Bianca melupakan Mama Maudy yaa. Karena bagaimana pun juga Mama Maudy yang melahirkan Bianca yaa, jangan seperti ini lagi yaa."
Bianca yang tidak menerima perkataan Suster Vina dia memilih untuk berlari menuju ke kamar nya.
Di saat Bianca yang begitu sangat kesal dengan Mama nya, di sisi lain Maudy yang memilih untuk pergi ke kantor suaminya tanpa sepengetahuan nya.
" Aku ingin tahu bagaimana jika aku datang ke kantor tanpa sepengetahuan Sebastian, aku yang sekarang sedang berpikir negatif terhadap Sebastian."
Maudy pun menjalankan mobil dengan kecepatan yang sangat tinggi karena dia mengejar waktu jam pulang kantor sampai akhirnya Maudy pun sampai di depan kantor suaminya.
Maudy keluar dari mobil nya dia langsung berjalan cepat menuju ke ruangan suaminya, para pegawai yang ada di kantor tersebut merasa sangat terkejut sekali melihat kedatangan Maudy menjelang jam pulang.
" Bagaimana yaa ekpresi wajah Bu Maudy ketika mengetahui sekertaris baru Pak Sebastian yaa yang cantik mulus putih masih muda lagi."
Para pegawai pun sudah bisa menebak jika Maudy pasti akan cemburu melihat Veronica.
Maudy berada di depan pintu masuk masuk dan dia pun langsung membuka nya, Maudy melihat suaminya yang sedang bersama dengan wanita cantik muda dan sangat mulus sekali.
Sebastian begitu sangat terkejut sekali ketika melihat kedatangan Maudy, dan Sebastian pun langsung menyuruh Veronica untuk pergi dari ruangan nya.
" Veronica, besok kita bahas kek yaa."
__ADS_1
Veronica yang tidak mengetahui apapun yang akan terjadi dia pun memilih untuk langsung keluar dari ruangan Sebastian dan Maudy pun langsung melirik sinis pada wanita muda tersebut.