
Setelah pulang dari rumah Samuel, Maudy mulai ketakutan kehilangan Sebastian karena dia yang belum tentu bisa bersama dengan Samuel.
Mereka sampai di depan rumah dan Sebastian kelihatan sangat dingin sekali kepada Maudy tidak seperti biasa nya.
" Aku ingin meminta maaf atas apa yang sudah aku katakan kepada mu, aku merasa sangat menyesal sekali. Aku tidak punya hubungan apapun dengan Samuel, aku hanya ingin bertemu dengan Bianca saja."
Sebastian yang hendak membuka pintu mobil nya dia langsung menutup kembali.
" Jika sampai aku mengetahui yang kamu yang menggoda kembali Samuel, aku tidak akan pernah memaafkan nya. Karena Samuel tidak mungkin menggoda mu, dia yang merasa sangat sakit hati dengan perlakuan mu di masa lalu."
Sebastian pun keluar dari mobil dia begitu sangat capek sekali ketika dia yang harus merawat Maudy di saat dia depresi.
Maudy merasa jika rasa kepercayaan Sebastian kepada nya sudah menghilang dia pun langsung turun dari mobil dan mengejar Sebastian.
Kembali nya Maudy ke rumah membuat para pegawai yang ada di rumah nya merasa sangat terkejut sekali karena Maudy yang tiba-tiba pulang dengan penampilan yang tidak seperti orang yang despresi.
" Apakah, kita hanya di permainkan oleh Bu Maudy. Dia yang sebelumnya berteriak-teriak kencang sekarang dia dengan cepat normal kembali, aku merasa sangat aneh sekali."
Para pegawai pun merasa tidak percaya lagi dengan Maudy.
Maudy masuk ke dalam kamar dia sampai mengunci pintu kamar nya, Maudy melihat suaminya yang sedang di kamar mandi.
" Aku tidak akan pernah membiarkan hubungan ku dan Sebastian berakhir, aku ingin sekali Sebastian kembali seperti dulu lagi kepada ku."
Maudy langsung membuka lemari pakaian dia mengambil baju terbaik dia memang baju dinas malam nya, agar Sebastian mau bersama dengan nya malam ini.
Maudy juga menyemprot Parfume ke tubuh nya, dia yang ingin kelihatan cantik dan wangi di hadapan suaminya.
Sebastian keluar dari kamar mandi dia melihat Maudy yang menghampiri nya dan mencoba untuk menggoda suami nya.
" Apa yang kamu lakukan, aku ingin beristirahat karena sudah beberapa malam aku kurang beristirahat."
__ADS_1
Sebastian mengabaikan ajakan Maudy dan membuat Maudy sampai menghelakan nafas panjang nya.
Sekarang posisi Maudy yang harus sabar dengan suaminya.
" Mas, aku mohon aku hanya mencintaimu. Aku tidak mempunyai niat untuk berpaling dari mu, aku mohon jangan bersikap dingin dengan ku Mas."
Maudy memegang tangan Sebastian.
" Tidur dan beristirahat lah, jangan sampai kamu despresi kembali. Jika sampai kamu despresi maka aku akan membawa mu ke rumah sakit jiwa, kamu harus bisa menghargai perasaan orang lain jangan membohongi lagi."
Sebastian menarik selimut nya dan dia juga mematikan lampu kamar nya, Sebastian benar-benar mengabaikan Maudy.
Dan Maudy harus bisa menerima kenyataan ini dia yang harus bisa bersikap baik dengan Sebastian sampai mendapatkan kepercayaan dari Sebastian kembali.
Maudy memejamkan mata nya dia yang sebenarnya tidak bisa tidur nyenyak malam ini.
Di saat Maudy yang takut kehilangan pasangan nya, di tempat yang lain Samuel seperti sedang merasakan kasmaran kembali karena Zivanna.
Samuel yang baru sampai rumah dia membuka kamar Bianca, Samuel menghampiri Bianca yang sudah tidur pulas.
" Semoga Papa tidak salah memilih yaa sayang, Papa bisa membuat kamu bahagia bersama dengan Suster Zivanna pilihan mu."
Samuel membelai rambut panjang Bianca dia pun mematikan kembali lampu kamar nya dan keluar dari kamar Bianca.
Samuel masuk ke dalam kamar nya, dia mengunci pintu kamar nya.
Samuel membuang kenangan indah bersama dengan Maudy, foto kebersamaan nya dia pun memilih untuk memasukkan ke dalam dus.
" Jika di bakar aku tidak mungkin melakukan karena bagaimana pun juga Maudy adalah ibu kandung dari Bianca, lebih baik aku menyimpan nya ke gudang saja."
Samuel memasukkan foto-foto kebersamaan nya bersama dengan Maudy ke dalam tas dan dia juga memasukkan pakaian Maudy yang ternyata masih ada di lemari.
__ADS_1
Semuanya sudah dia masukkan ke dalam kardus.
" Semuanya sudah aku buang, sekarang aku harus fokus dengan Zivanna saja dan melupakan total semuanya tentang Maudy."
Setelah selesai memasukkan semuanya ke dalam kardus, Samuel pun akhirnya bisa membaringkan tubuhnya di atas kasur.
" Sangat melelahkan sekali hari ini."
Samuel mengambil handphone dia berniat untuk mengirimkan pesan kepada Zivanna.
* Zivanna, apakah kamu sudah tidur*
Zivanna yang belum merasa mengantuk dia tersenyum ketika melihat ada pesan dari Samuel.
" Hmmmm, seperti dia sudah merasakan kasmaran nih sama aku."
Zivanna pun dengan cepat dia langsung membalas pesan dari Samuel.
* Aku belum tidur dan seperti aku tidak bisa tidur*
* Kenapa kamu tidak bisa tidur*
* Aku merasa tidak percaya jika aku bisa mendapatkan apa yang aku inginkan, yaitu mendapatkan balasan perasaan dari lelaki yang sudah lama aku kagumi*
Samuel tersenyum tipis ketika membaca pesan dari Zivanna.
* Sekarang semuanya sudah menjadi kenyataan, sekarang lebih baik kamu tidur karena besok kita yang akan bertemu*
* Baiklah aku akan tidur*
Zivanna memejamkan mata sambil memeluk guling yang ada di pinggir nya.
__ADS_1
" Ahhhhh, aku tidak pernah sebahagia ini. Aku bisa mendapatkan lelaki yang aku inginkan walaupun harus berhadapan dengan wanita despresi dan mungkin dia juga akan menghabis nyawa ku jika dia sampai mengetahui semuanya."
Di saat kebahagiaan datang Zivanna pun harus bisa mempersiapkan diri nya dari kejahatan Maudy.