
Sebastian merasa sangat tenang ketika dia sudah menyampaikan semuanya kepada orang tua Felix.
" Aku akan membawa Christian nanti sore, aku sudah mengetahui alamat rumah nya."
Sebastian merasa tenang dia ingin memulai aktifitas nya di kantor, Sebastian ingin melupakan Maudy secara perlahan.
Di tempat yang lain, hari ini Bianca di perbolehkan untuk pulang.
Bianca di temani oleh Omah nya, dia kelihatan sangat sedih dan tidak bersemangat.
" Bianca, kenapa kamu seperti ini. Kamu sudah bisa pulang ke rumah, kamu sudah sehat dan bisa kembali ke sekolah."
Bianca hanya terdiam saja yang dia pikirannya selalu adik lelaki nya, Bianca ingin bertemu dengan adik nya.
" Aku ingin bertemu dengan adik lelaki ku, sebelum aku pulang ke rumah."
Sesilia sudah merasa sangat kesal dengan sikap Bianca.
" Bianca, kamu pulang dan istirahat untuk apa kamu pergi ke sana. Bianca, kamu jangan seperti ini terus. Omah tidak mau sampai harus marah-marah dengan mu, sekarang Mama mu tidak akan pernah membantu mu karena dia sedang sakit."
__ADS_1
Sesilia dengan penuh emosional, dia membuka pintu mobil dan Bianca pun masuk ke dalam.
Bianca menangis di dalam mobil, Sesilia yang sudah merasa sangat pusing dia memilih diam saja membiarkan Bianca menangis.
Sesilia merasa ingin secepatnya sampai di rumah, dia merasa pusing sekali dengan Bianca.
" Apa yang harus Omah lakukan kepada mu Bianca, kenapa kamu selalu memberikan Omah merasa sangat kesal sekali dengan sikap mu."
Bianca semakin kencang menangis, dia merasa sedih melihat Mama nya yang sakit dan adik lelaki nya yang tidak mendapatkan perhatian dari ibunya.
Mereka akhirnya sampai di rumah, Bianca yang baru saja sembuh dia langsung berlari menuju ke kamar nya.
Suster Vina yang sedang mengendong adik Zivilia dia langsung terkejut.
Zivanna yang melihat dia langsung mengambil Zivilia dari tangan Suster Vina.
" Masuk ke kamar Bianca, tanya dia kenapa sampai seperti itu."
Suster Vina mengikuti apa yang di katakan oleh Zivanna, dia masuk ke dalam kamar Bianca.
__ADS_1
Suster Vina melihat Bianca menangis sambil memegang photo kebersamaan nya bersama dengan Mama nya.
" Aku sedih, sekarang aku tidak bisa bersama dengan Mama. Mama yang aku sayang dia sedang sakit, aku ingin mengurus adik lelaki ku tapi omah melarang nya."
Tangisan Bianca semakin kencang dan membuat Suster Vina langsung memeluknya.
" Bianca, adik mu aman bersama dengan Papa Sebastian. Kamu tenang saja yaa, semuanya akan baik-baik saja."
Bianca tidak berani memberhentikan tangisan nya.
" Kenapa Omah dan Papa melarang aku udah bisa bersama dengan Adik lelaki ku,? Apa karena mereka hanya cinta dengan Adik Zivilia saja."
Suster Vina merasa sulit untuk bicara dengan Bianca.
" Sudahlah sayang jangan seperti ini yaa, kamu baru sembuh sekarang lebih baik istirahat yaa agar kamu tidak sakit kembali."
Suster Vina membaringkan tubuh Bianca, dia juga memegang kening Biang yang sudah tidak lagi demam.
Zivanna ternyata mendengar pembicaraan mereka berdua di kamar, melihat Suster Vina keluar Zivanna langsung menghampirinya.
__ADS_1
" Sebastian, pasti memberikan bayi itu kepada keluarga Felix. Mereka harus bertanggung jawab atas semua yang di lakukan oleh Felix, ini sangat dramatis sekali."
Suster Vina menutup rapat pintu kamar Bianca dia kembalikan fokus pada adik Zivilia.