I Love You CEO Tampan

I Love You CEO Tampan
Episode #275#


__ADS_3

Setelah merasa kenyang dan senang Zivanna dan Vina pun berjalan menuju ke kamar tapi ternyata Samuel sudah menunggu mereka berdua.


" Mas, kamu ngapain ada di sini? bagaimana dengan Bianca? nanti dia menangis loh kamu tinggal sendirian."


Vina merasa keberadaan nya sangat menggangu Vina pun memilih untuk masuk ke dalam kamar.


Melihat Vina yang sangat mengerti, Samuel pun langsung menarik tangan Zivanna masuk ke dalam kamar Bianca.


Samuel menutup pintu kamar dan dia pun mencoba memeluk erat Zivanna.


" Aku sangat merindukan mu Zivanna, aku selalu ingin bersama dengan mu."


Zivanna pun tersenyum manis ketika mendengar perkataan suaminya.


" Tapi tidak bisa seperti ini yaa, sekarang kamu kembali ke kamar kamu."


Zivanna melepaskan pelukan erat dari suaminya.


" Tapi Zivanna aku ingin tidur bersama dengan mu malam ini."


Zivanna menarik tangan suaminya dan mereka berdua keluar dari kamar Bianca, Zivanna berjalan menuju ke kamar suaminya.


" Malam ini kamu milik Bianca, masih ada malam-malam panjang untuk kebersamaan kita berdua."


Zivanna menutup pintu kamar suaminya dia pun memilih untuk kembali ke kamar Vina.

__ADS_1


Bianca langsung terbangun ketika dia mendengar suara Mommy Zivanna.


" Mommy Zivanna mengajak Papa untuk pergi meninggalkan ku yaa,? Mommy Zivanna tidak mau Papa tidur bersama dengan aku."


Bianca mulai dengan drama nya yang baru.


" Tidurlah Bianca jangan banyak drama, besok kamu harus sekolah pagi."


Samuel mematikan lampu kamar nya dan Bianca pun langsung terdiam ketika mendengar perkataan Papa nya.


Samuel yang sudah mulai merasa kesal ketika Bianca yang terus menerus bersikap jahat kepada Zivanna.


Zivanna mengetuk pintu kamar Vina, dan Suster Vina pun langsung membukakannya.


" Zivanna kenapa kamu kembali,? kenapa kamu tidak tidur bersama dengan suami mu."


" Tidak karena aku melihat Bianca yang berpura-pura tidur tapi ternyata dia seperti ingin mendengar perkataan ku dengan Mas Samuel."


Zivanna duduk di atas kasur bersama dengan Suster Vina.


" Seperti nya apa yang terjadi di rumah ini akan di laporkan kepada Maudy, dan seperti nya Maudy mempunyai nomor handphone Maudy."


Suster Vina pun berpikiran ke arah sana dia pun besok berniat untuk memeriksa handphone Bianca.


" Zivanna kamu yang sabar yaa, semoga saja Bianca bisa berubah seperti dulu lagi."

__ADS_1


Zivanna menggelengkan kepalanya.


" Tidak, Bianca akan tetap seperti itu atau semakin seperti itu. Bianca akan seperti Maudy, dia akan membenci aku walaupun aku sudah berusaha untuk berbuat baik."


Suster Vina memeluk erat tubuh Zivanna.


" Besok sepatu nya adalah peresmian untuk aku menjadi Brand Ambassador produk kecantikan milik Ibu, dan aku berharap akan bisa lebih memajukan produksi nya melebihi Maudy Larissa."


Suster Vina merasa yakin jika Zivanna akan lebih populer daripada Maudy Larissa.


" Yasudah Zivanna lebih sekarang kita tidur yaa, aku merasa sangat senang sekali bisa mengobrol dengan mu malam ini kebersamaan yang jarang terjadi."


Zivanna dan Suster Vina membaringkan tubuh mereka dan langsung mematikan lampu kamar nya.


Mereka berdua merasa sangat kelelahan sekali.


Di saat Zivanna dan Suster Vina sudah mulai bisa beristirahat, di kamar yang lain Samuel merasa sangat gelisah sekali dia tidak bisa tidur nyenyak.


Samuel yang terus menerus memikirkan Zivanna.


" Setidaknya aku ingin satu kamar dengan Zivanna, walaupun kita berdua hanya tidur saja tidak melakukan apapun."


Samuel melihat Bianca yang sudah tertidur pulas.


" Bianca sudah tidur pulas, tapi aku merasa sangat malu sekali jika harus mengetuk pintu kamar Suster Vina."

__ADS_1


Samuel mencoba untuk memejamkan mata nya dia harus bisa tidur tanpa ada Zivanna di samping nya.


__ADS_2