I Love You CEO Tampan

I Love You CEO Tampan
Episode *212*


__ADS_3

Lollyta tidak bisa tidur dia yang selalu memikirkan Zivanna, sehingga dia memilih untuk menunggu suami nya di kamar.


" Sekarang handphone Zivanna yang sudah aktif, jika menelephone nya aku takut menggangu waktu istirahat nya."


Lollyta kembali menyimpan handphone nya dan ternyata suaminya pun datang.


" Kenapa kamu belum juga tidur, bukan kah kamu sangat sibuk sekali."


Dokter Richard duduk di samping Lollyta.


" Aku memikirkan Zivanna bagaimana dengan kondisi nya di sana, Zivanna kenapa sampai harus melakukan ini semua."


Lollyta pun menangis di pelukan suaminya.


" Zivanna besok dia mulai bekerja di Rumah Sakit Harapan, Dokter Pearlyta Hasna pemilik perusahaan tersebut memberitahu Ayah."


Lollyta pun begitu sangat terkejut dan juga merasa sangat senang sekali.


" Apakah itu tandanya Zivanna tinggal tidak jauh dari Rumah Sakit Harapan, kita harus ke sana untuk menyusul Zivanna agar bisa pulang kembali ke rumah ini."


Samuel mencoba untuk menenangkan perasaan Lollyta.


" Tidak Lollyta, biarkan saja Zivanna berkerja di sana. Aku merasa tenang karena bisa menayakan langsung tentang Zivanna ke Dokter Pearlyta, dia pasti akan memperhatikan Zivanna di sana."


Lollyta pun seketika dia langsung terdiam dan merasa jika ini semua karena Felix.


" Lebih baik kita tidak berhubungan lagi dengan Felix, batalkan rencana mu untuk menjodohkan Zivanna dengan Felix."


Lollyta beranjak dari sofa dia merasa sangat merah sekali dengan suaminya.


Lollyta memilih untuk tidur di kamar Zivanna, dia berharap suaminya bisa memikirkan apa yang di katakan.


" Jika Zivanna tidak bersama dengan Felix, Zivanna juga tidak boleh berhubungan dengan Samuel. Jika Zivanna masih menginginkan bersama dengan Samuel, maka aku akan tetep mempertahankan hubungan Felix dengan Zivanna."

__ADS_1


Dokter Richard tidak mau Zivanna sampai harus menikah dengan seorang dudu yang mempunyai anak satu.


Dokter Richard menginginkan Zivanna bersama dengan lelaki yang masih singel seperti dirinya.


" Sekarang Zivanna merasa sangat sayang sekali dengan Bianca, karena Zivanna yang belum mempunyai anak sendiri. Tapi nanti jika Zivanna hamil dan melahirkan anak, dia pasti akan merasakan lebih sayang kepada anak nya sendiri dan itu akan menimbulkan permasalahan baru di rumah tangga Zivanna."


Dokter Richard tetap tidak akan menerima kehadiran Samuel dan Bianca di kehidupan keluarga nya.


Di saat Dokter Richard membiarkan Lollyta pergi meninggalkan nya, di kamar Zivanna. Lollyta menangis sambil memeluk guling kesayangan Zivanna.


" Zivanna pun perlu bahagia bersama dengan lelaki pilihan hati nya, Zivanna dia pasti akan menjadi ibu yang baik untuk Bianca."


Pemikiran Lollyta dan suaminya berbanding terbalik, dan akhirnya Lollyta pun tertidur pulas di kamar Zivanna.


* Keesokan harinya*


Maudy begitu sangat bahagia sekali ketika dia yang mulai fokus pada suaminya, Maudy yang mulai percaya dengan suaminya.


Senyuman manis Maudy di meja makan yang tiba-tiba saja langsung berubah.


" Maksudnya kamu akan rapat bersama dengan Veronica,? sekertaris cantik mu itu."


Pandangan mata Maudy begitu sangat tajam sekali kepada Sebastian.


" Kamu tidak akan cemburu lagi kan,? jika aku dan Veronica pergi bersama hanya untuk pekerjaan saja Maudy."


Maudy terdiam dia seperti malas untuk menjawab pertanyaan dari suaminya.


" Maudy, apakah kamu sudah melupakan apa yang sudah kita lakukan di malam itu. Itu tandanya aku yang sangat mencintai mu Maudy, hanya kamu wanita yang aku cinta."


Maudy memaksa untuk bisa percaya dengan suaminya.


" Baiklah aku percaya walaupun dengan sangat terpaksa sekali yaa, aku harus segera pergi ke kantor."

__ADS_1


Maudy memilih untuk pergi dia langsung pergi.


" Astaga dia cemburu sekali sekarang, lalu aku harus bagaimana karena Victoria memang sangat terbaik sekali."


Sebastian pun memilih untuk pergi juga dia yang memang harus secepatnya sampai di kantor.


Maudy yang belum pergi dia melihat suaminya yang kelihatan sangat terburu-buru sekali.


" Dia buru-buru pergi ke kantor karena pekerjaan, atau karena ingin melihat Veronica asisten pribadi nya."


Maudy tidak bisa mengikuti suaminya dia harus sampai di kantor dengan cepat.


Maudy merasa sangat senang sekali karena dia yang tidak melihat kehadiran Zivanna di kantor nya.


" Zivanna seperti nya sudah tidak di pekerjaan oleh Lollyta, tapi aku merasa sangat terkejut sekali ketika Dokter Richard yang sampai mencarikan lelaki untuk Zivanna."


Maudy tersenyum manis di sepanjang perjalanan menuju ke kantor.


" Aku pernah berpikiran negatif terhadap Zivanna, bagaimana jika dia mencoba untuk balas dendam kepada ku dengan mendekati Sebastian tapi ternyata Dokter Richard penyelamat. Dengan Zivanna bisa bersama dengan lelaki tampan itu, membuat Zivanna tidak akan pernah bersama dengan Samuel."


Maudy memanfaatkan nya dia juga harus bisa mempercantik tampilan dirinya, agar Samuel merasa seperti melihat Maudy yang dulu.


" Sebelum aku bisa mendapatkan kembali Samuel, Sebastian tidak boleh berselingkuh dengan wanita lain dia harus menunggu aku yang bisa bersama dengan Samuel."


Maudy dia akan rajin pergi ke salon kecantikan, dia ingin selalu kelihatan cantik dan muda di hadapan Samuel bukan suami nya.


Maudy pun akhirnya sampai di kantor dia melihat belum ada mobil Lollyta yang terparkir.


" Lollyta belum datang,? atau dia tidak bekerja yaa hari ini."


Ketika Maudy menutup pintu mobil nya, mobil Lollyta datang dan Maudy melihat mata Lollyta yang seperti bengkak habis menangis.


Pikiran Maudy mulai bercabang untuk memikirkan kenapa Lollyta sampai menangis seperti itu.

__ADS_1


__ADS_2