
Irene mencaritahu rumah Sebastian, dia ingin bertemu dengan Sebastian.
" Sekarang Maudy sudah tidak ada di rumah nya, sekarang waktunya aku untuk tebar pesona terhadap Pak Sebastian."
Irene sampai di depan rumah Sebastian.
" Wah rumah nya sangat besar yaa, ini bukti rumah pekerjaan keras bukan hasil dari orang tua."
Irene keluar dari mobil nya dia meminta ijin masuk kepada satpam, tapi ternyata ketika Irene menghampiri satpam Sebastian datang.
Sebastian memberikan klakson dan Irene pun langsung masuk ke dalam mobil nya, ketika gerbang terbuka.
Irene merasa sangat beruntung sekali dia bisa kebetulan datang bersama dengan Sebastian.
" Wahhh, dia sangat tampan sekali. Terkadang aura lelaki yang lebih dewasa itu sangat mahal yaa, pokoknya aku cinta kamu."
Sebastian turun dari mobil nya, dia mengetuk kaca jendela mobil Irene.
Irene pun langsung turun dia begitu sangat bersemangat sekali.
" Selamat sore Pak Sebastian, hmmm aku datang ke sini ingin bertemu dengan Bapak."
Irene kelihatan sangat malu-malu sekali.
" Masuk ke dalam yaa, kita mengobrol di dalam saja."
Irene merasa semakin berdebar ketika Sebastian menyuruh nya untuk masuk ke dalam rumah nya.
__ADS_1
Sebastian membawa Irene masuk ke ruangan keluarga, Irene melihat begitu banyak photo Maudy di bandingkan dengan suaminya.
" Oh mungkin karena dia seorang model yaa, jadi photo nya banyak sekali."
Sebastian memperhatikan Irene yang terlalu fokus pada photo Maudy.
" Irene ayo masuk ke dalam."
Mendengar perkataan Sebastian, Irene pun langsung berlari dan masuk ke dalam ruangan tersebut.
" Duduklah, aku akan membuatkan kamu minuman."
Irene duduk dia tidak menyangka kedatangan nya akan di sambut baik oleh Sebastian.
" Aku sudah memberikan bayi Maudy kepada orang tua Felix, tapi aku merasa Felix tidak suka dia seperti nya akan menyimpan dendam kepada ku."
" Felix menyimpan dendam,? karena dia tidak mau bertanggung jawab atas kelahiran anak nya. Seperti nya ajakan Felix untuk menikah dengan ku hanya sebuah alasan, agar dirinya bisa terbebas dari tanggung jawab menjadi ayah dari anak nya dengan Maudy."
Irene menikmati minuman yang di buat oleh Sebastian.
" Aku sudah tidak bisa lagi bersama dengan Maudy, ini sangat menyakitkan sekali untuk ku. Pernikahan ku dengan Maudy tidak tercatat di negara karena pada saat itu Maudy masih berstatus istri dari Samuel."
Irene seketika dia langsung terkejut ketika mendengar pengakuan Sebastian, Irene akhirnya mengetahui jika Sebastian merebut Maudy dan Irene bisa mengetahui jika Sebastian begitu sangat cinta kepada Maudy.
Irene menundukkan kepalanya dia seperti berpikir sudah tidak mungkin bisa bersama dengan Sebastian yang begitu sangat cinta kepada Maudy.
Sebastian memperhatikan Irene yang berubah tidak seperti biasanya.
__ADS_1
" Irene kamu baik-baik saja kan,? Kenapa kamu jadi berubah seperti ini."
Irene tersenyum sambil menggelengkan kepalanya berkali-kali.
" Aku baik-baik saja, hanya saja aku baru tahu jika Pak Sebastian yang begitu sangat sayang sekali dengan Maudy."
Keberanian Irene seketika seperti hilang saja, dia pun memilih untuk pergi saja.
" Pak Sebastian aku pulang yaa, terimakasih sudah menerima aku dengan baik di rumah ini."
Irene berdiri dari tempat duduk nya ketika hendak pergi Sebastian memegang tangan Irene sehingga membuat Irene membalikkan badannya dan mereka berdua saling bertatapan wajah dengan jarak yang dekat.
Sebastian tersenyum tipis ketika melihat wajah Irene dengan jarak yang sangat dekat sekali.
Sebastian melepaskan genggaman tangan nya, tapi dia terus saja memandangi wajah cantik Irene.
" Aku pulang dulu yaa."
Irene di buat salah tingkah oleh sikap Sebastian, Irene yang awal nya seperti berani dengan Sebastian sekarang dia menjadi diam.
" Aku tidak menyangka jika cinta nya begitu sangat besar kepada Maudy, jika seperti ini aku sudah tidak akan pernah mendapatkan nya."
Sebastian berlari menghampiri Irene dia memegang kembali tangan Irene.
" Kamu hati-hati yaa di jalan, semoga kamu bisa kembali bertemu dengan ku di rumah ini."
Mendengar perkataan Sebastian Irene seakan di berikan kesempatan untuk bisa bertemu dengan Sebastian.
__ADS_1