
Keesokan harinya Suster Zivanna sudah cantik menunggu Bianca bangun dari tidur nya.
Bianca terbangun dan dia langsung memeluk erat Suster Zivanna.
" Aku pikir Suster Zivanna tidak akan pulang kembali ke sini, Suster Zivanna harus terus bersama dengan aku yaa."
Suster Zivanna pun tersenyum ketika dia merasa jika Bianca yang takut kehilangan nya.
" Suster Zivanna akan tetap di sini bersama dengan Bianca, tapi Suster Zivanna tidak tahu sampai kapan akan tetap bersama dengan Bianca. Semuanya ada di tangan Papa Samuel, jika Papa Samuel menginginkan lama yaa Suster Zivanna bisa lama."
Bianca pun langsung bersiap mandi dia berniat untuk meminta kepada Papa untuk membuat Suster Zivanna lama tinggal bersama dengan nya.
Suster Zivanna mempersiapkan seragam Sekolah Bianca, dia juga mempersiapkan tas untuk Bianca sekolah.
Bianca pun langsung cepat-cepat memakai baju seragam dia mengambil tas nya sedangkan rambut nya yang belum di sisir.
Tapi Bianca dia langsung berlari keluar kamar nya.
" Astaga Bianca dia berlari begitu saja, dia belum di sisir rambut nya."
Suster Zivanna berlari sambil memegang sisir dia melihat Bianca yang sedang bersama dengan Papa nya.
" Papa, aku ingin Suster Zivanna bisa selamanya tinggal di rumah kita."
Perkataan Bianca membuat Samuel terkejut.
__ADS_1
" Jika kamu ingin Suster Zivanna selamanya tinggal di sini, Suster Zivanna harus menjadi Mommy baru untuk Bianca."
Sesilia pun langsung memandangi wajah Samuel dan Zivanna.
Zivanna seketika dia langsung menundukkan kepalanya dia merasa sangat malu sekali.
" Maksudnya Papa harus menikah dengan Suster Zivanna,? kapan Papa akan menikah dengan Suster Zivanna."
Zivanna pun langsung menghela nafas panjang nya, dia pun merasa sangat sedih sekali ketika mendengar perkataan Bianca.
Jangan menikah untuk bisa berpacaran pun Samuel belum tentu mau dengan nya, Zivanna pun memilih untuk menyisir rambut panjang Bianca.
Zivanna terlihat seperti mengabaikan obrolan di meja makan tersebut.
Samuel mengeluarkan handphone dan dia pun menunjukkan foto Zivanna kenapa Bianca.
" Suster Zivanna cantik sekali, Mommy baru aku cantik sekali yaa."
Zivanna merasa sangat malu sekali ketika Bianca mengatakan hal tersebut kepada nya.
" Itu keajaiban make up sayang, itu efek make up lihat aslinya seperti ini biasa saja kan."
Bianca tersenyum dan dia pun menarik tangan Papa nya.
" Coba Papa lihat, katanya Suster Zivanna biasa saja."
__ADS_1
Samuel pun salah tingkah ketika dia melihat wajah Zivanna dengan sangat dekat sekali.
" Cantik, Suster Zivanna sangat cantik sekali."
Wajah Zivanna pun langsung memerah dia seperti tidak kuasa menahan rasa bahagia nya ketika di sebut cantik oleh Samuel secara langsung.
Sesilia merasa sangat gemas sekali melihat mereka berdua yang sebenarnya saling suka tapi tidak ada yang berani mengungkapkan nya.
" Bianca kita harus segera pergi ke sekolah jangan sampai telat sayang."
Bianca bersalaman dengan Omah dan Papa nya.
" Aku pergi ke sekolah dulu yaa."
Zivanna memegang tangan Bianca mereka berdua berjalan begitu sangat cepat sekali sehingga membuat Bianca merasa sedikit sesak nafas nya
Mereka berdua pun masuk ke dalam mobil.
" Suster Zivanna, kenapa harus berjalan sangat cepat sekali aku sampai sesak."
Zivanna memberikan minum untuk Bianca.
" Maafkan Suster Zivanna yaa."
Zivanna benar-benar di buat gugup sekali dengan Samuel.
__ADS_1